Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Firasat Buruk


__ADS_3

Beberapa menit kemudian aku langsung turun menuju meja makan.Beni dan papah sudah duduk disana dan menungguku.Aku melihat Beni sudah tidak memakai baju tidurnya lagi,dia memakai baju rajut dengan kerah panjang menutupi lehernya,padahal aku tahu dia pasti belum sempat untuk mandi.Sebelum duduk aku memeluk papahku yang hampir satu tahun ini tidak pernah ku temui.


"Pah,Nara kangen sama papah" Ucapku sambil memeluk papah.


"Papah juga kangen kamu sayang,ayo duduk kita sarapan dulu."


Akupun duduk berhadapan dengan Beni,aku sedikit gugup karena takut kalau gerak-gerikku dan Beni mencurigakan di depan papah.


"Gimana kuliah kalian?Lancar-lancar sajakan?" Tanya papah pada kami berdua.


"Lancar kok pah,Beni juga niatnya ingin lulus lebih cepat pah.Jadi sekarang Beni berusaha fokus buat kejar mata kuliahnya" Jawab Beni.


"Kalau aku sih karena baru semester 2 jadi masih mencoba untuk adaptasi pah" Jawabku santai.


"Ya sudah yang penting kalian belajar yang rajin.Oh iya Nara,apa mamah kamu sering hubungi kamu?" Tanya papah.


"Emm enggak pah,mamah gak pernah hubungi aku lagi.Aku juga udah gak mau nyoba buat hubungi mamah lebih dulu" Ucapku.


Semenjak aku mendapat kiriman foto mamah dengan pacarnya,aku memang tidak berniat untuk menghubungi mamah lagi.Mungkin mamah juga berpikir hal yang sama sepertiku sampai akhirnya kami menjadi semakin menjauh


Hari ini aku tidak pergi ke kampus,aku ingin menghabiskan waktuku di luar dengan Siska.Siska juga akhirnya membolos dari kampus agar bisa pergi bersamaku.Aku pergi ke rumah Siska dengan diantar oleh Beni.


(Setelah sampai di depan rumah Siska)


"Kamu yakin gak mau ke kampus?" Tanya Beni padaku.


"Aku yakin,aku benar-benar lagi males hari ini Ben.Udah sekarang kamu pulang,nanti sore aku minta antar pulang ke Siska aja.Jadi kamu gak usah jemput" Jelasku.


"Ya udah kalau gitu,kamu hati-hati jangan pulang malam apalagi sampe main ke club lagi" Omel Beni.


"Iya iya sayang,kamu bawel banget" Ucapku sambil mengecup bibirnya untuk berpamitan.


Aku masuk ke rumah Siska dan asisten rumah tangganya langsung menyuruhku untuk pergi ke lantai 2 ke kamar Siska.


"Akhirnya lo datang juga Ra,lo kesini di antar Beni kan?" Tanya Siska.

__ADS_1


"Iya,tapi gue langsung suruh dia pulang.Soalnya di rumah ada bokap gue baru datang dari Kalimantan."


"Serius bokap lo udah balik?terus lo gimana dong sama Beni?"


"Makanya itu gue lagi was-was banget Sis,apalagi tadi pagi kita hampir ketauan sama bokap.Soalnya semalam Beni tidur di kamar gue" Ucapku sambil melepas pakaian outer lengan panjang yang menutup dadaku.


"Apa nih?pantesan lo kesini pake outer baju panjang kaya gitu,ternyata buat nutupin itu?Hahaha" Ucap Siska sambil menunjuk bekas kecupan Beni di dadaku dan tertawa puas.


"Iya lah menurut lo ngapain panas-panas gini gue pake outer lengan panjang kaya gini?"


"Kalian berdua emang udah gila.Kakak ade malah kerjaanya bikin malam panas terus.Tapi ngomong-ngomong emang lo gak takut hamil Ra?" Tanya Siska.


"Gak lah,toh Beni rutin kasih gue obat penunda kehamilan" Jawabku enteng.


Hari itu aku dan Siska bercerita panjang lebar.Niat awal untuk pergi jalan-jalan ke luar akhirnya batal dan kami hanya mengobrol di kamar.


Hari sudah sore,aku meminta Siska untuk mengantarku pulang.Dan sesampainya di rumah,Beni sudah menungguku di pintu.


"Aku kira kamu gak akan pulang sampe malam" Ucap Beni ketus.


"Papah ke rumah sakit,katanya mau ketemu kepala rumah sakit" Jawab Beni.


"Oh ya udah aku ke kamar dulu."


Beni tidak menjawab,aku tahu sebenarnya Beni tidak suka kalau aku berteman dengan Siska.Karena pergaulan Siska cukup bebas dan dia takut aku ikut-ikutan terjerumus.


Keesokan harinya di kampus,aku melihat Beni berjalan dengan seorang wanita.Aku tahu dia adalah Putri,teman sekelas Beni.Dan aku juga tahu dari sorot matanya bahwa Putri sangat menyukai Beni.Sebenarnya aku sudah terbiasa dengan wanita-wanita yang menyukai Beni.Tapi entah kenapa,aku merasa tidak nyaman dengan Putri.


Aku melanjutkan langkah kaki ku menuju kelas dan menemui Xana dan Deon,teman baruku.


"Nara,lo kemana aja sih.Tadi kelas kita ada pengumuman penting" Ujar Xana padaku.


"Pengumuman penting apa Na?" Tanyaku penasaran.


"Minggu depan Selena mau rayain ulang tahunnya dan kita semua teman sekelasnya di undang buat ikut merayakan di Puncak.Acaranya 2 hari 1 malam.Lo mau ikut kan Ra?" Tanya Xana.

__ADS_1


"Berarti kita nginep di Villa?"


"Iya nanti Selena yang atur semuanya,kita tinggal datang buat ramaikan acaranya."


"Lo ikut ya Ra?Gue juga ikut kok" Ucap Deon yang sedari tadi hanya diam.


"Gue harus minta izin bokap dulu,kebetulan kemarin bokap gue baru pulang dari luar kota" Jawabku menjelaskan.


"Ya udah nanti lo kabarin gue aja,biar gue daftarin nama lo ke Selena"


Setelah mata kuliah selesai aku segera bergegas ke parkiran.Deon meminta untuk mengantarku pulang ke rumah,tapi aku tolak karena aku tahu Beni pasti sudah menungguku di mobilnya.


(Setelah memasuki mobil Beni)


"Tumben kamu telat sayang?aku udah nunggu dari tadi loh" Ucap Beni sambil memasangkan sabuk pengamanku.


"Tadi aku ngobrol dulu sama Deon,makanya jadi agak telat sampe parkiran" Jawabku.


"Kayanya Deon suka sama kamu ya?Kelihatan dari sorot mata dia."


"Gak mungkin,Deon itu cuma aku anggap teman ,sayang.Ya walaupun Deon sama gantengnya kaya kamu hehehe" Ujarku sambil mencium bibir Beni.


Beni membalas ciumanku dengan memainkan lidahnya.Kami berciuman dengan sangat intens,sampai aku tersadar jika diteruskan bisa saja kami melucuti pakaian kami disini.


"Udah Ben,kita harus pulang sekarang" Kataku sambil menyingkirkan bibir Beni dari leherku.


Setibanya di rumah,terlihat papah sedang berada di ruang TV.Setelah saling menyapa sebentar,aku pamit untuk mandi dan membereskan barangku.Setelah semuanya beres aku kembali menemui papah di ruang TV.


"Pah,tumben papah ada di rumah?" Tanyaku


"Papah sengaja luangkan waktu karena ada yang mau papah bicarakan ke kamu dan kakak kamu."


"Papah mau ngomong masalah apa?" Tanyaku penasaran.


Dadaku terasa sesak,aku merasa kalau hal yang ingin dibicarakan papah itu bukanlah hal yang bagus.Aku khawatir diam-diam papah tahu hubungan aku dengan Beni bukanlah seperti hubungan kakak adik biasa.

__ADS_1


Melihat Beni turun dari kamarnya,aku memelototi Beni memberi isyarat tidak baik.Beni terlihat menghela nafas mempersiapkan diri untuk menghadapi papahku.


__ADS_2