Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Ibu Dua Anak


__ADS_3

"Enggak,Ra.Aku gak bisa pisah sama kamu lagi,sampai kapanpun aku gak akan ceraikan kamu" Ucap Beni sambil memegang tanganku dengan panik.


"Kalau kamu gak mau pisah sama aku,minimal kamu kasih aku kepastian sampai kapan aku harus nunggu kamu,tapi bahkan kamu sendiri gak tau kapan waktunya" Ucapku kesal.


"Nara,aku janji kalau Putri sembuh nanti kita pasti bisa sama-sama lagi.Atau enggak,aku akan ceraikan Putri setelah dia sembuh supaya kita bisa kembali."


"Kalau Putri sembuh,apa kamu yakin dia bakal nerima buat kamu ceraikan?Gak semudah itu Ben.Sekarang terserah kalau kamu mau tetap berangkat ke Singapore,biar aku jaga Zio disini" Kataku Pada Beni.


"Makasih ya Ra,aku pasti berusaha buat cepat pulang"


"Ya memang itu yang seharusnya kamu lakuin,kalau sampe kamu gak pulang-pulang aku bisa pastikan saat Putri sembuh aku juga sudah jadi janda.Karena kalau aku mau,kapanpun aku bisa urus perceraian kita Ben."


"Gak Ra,gak boleh.Aku mohon tunggu aku,Jakarta-Singapore juga gak terlalu jauh.Aku mungkin bisa meluangkan waktu aku untuk pulang sebentar."


Aku hanya diam,memang bisa saja dia sesekali pulang ke Jakarta karena memang jaraknya tidak terlalu jauh.Tapi yang jadi masalah adalah Putri pasti ingin Beni selalu ada disampingnya dan tidak akan mengizinkan Beni untuk pulang.


Setelah pertengkaran yang cukup besar akhirnya Beni tetap memutuskan untuk berangkat.Dia meninggalkan aku dan juga anak-anaknya seperti tanpa beban.Walaupun memang Zio juga mempunyai suster pengasuh sendiri,tapi tetap saja aku tidak tega jika melihat dia dibiarkan saja berdua bersama susternya.


"Nara,apa kamu gak kerepotan mengurus dua anak sekaligus?" Tanya papah.


"Sebenarnya Nara kerepotan pah,tapi untung ada suster Nadia,dia juga kan bantu Nara buat jagain Zio."


"Semoga Beni bisa sering pulang untuk nengokin kamu dan anak-anaknya ya?"


"Iya pah" Jawabku.


Waktu berlalu begitu saja,sudah hampir satu tahun semenjak Beni pergi ke Singapore.Dan sehari-hari pekerjaanku sekarang hanya mengurusi kedua anakku itu.Azzura sekarang sudah mulai bisa berjalan,jadi aku bisa memantau dia sambil menggendong Zio.Kadang jika mereka berdua sedang rewel,aku dan sus Nadia juga kesulitan untuk menangani mereka yang sudah mulai aktif.


Apalagi saat Zio tidak mau lagi meminum susu formulanya,mau tidak mau aku juga harus memberinya ASI ku dan akhirnya aku sendiri yang kesulitan karena harus memberi ASI kepada mereka secara bersamaan atau bergantian.

__ADS_1


"Sus,saya mau istirahat dulu sebentar.Tolong jaga Azzura sama Zio ya?" Kataku pada suster.


"Iya bu,saya pasti jagain mereka kok.Ibu istirahat saja di kamar" Ucap suster Nadia.


"Sayang,kalian main sama suster dulu ya?Mamah ngantuk banget nih" Ucapku pada Azzura dan Zio


Akupun langsung masuk ke kamarku dan langsung tertidur karena sangat kelelahan.Ternyata menjadi seorang ibu tidaklah mudah,apalagi ibu dua anak.Ngomong-ngomong aku memang sudah menganggap Zio itu anakku,aku tidak lagi berpikir itu anak Putri dengan Beni.Jadi saat orang lain bertanyapun aku akan menjawab jika Zio adalah anakku.


Malam harinya aku baru sadar kalau aku tidak melihat papah seharian ini.Karena memang dari dulu papah jarang ada di rumah jadi aku merasa tidak perlu mencari-cari papah.Tapi sekarang papah sudah pensiun dari dunia kedokteran dan lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah,karena memang sudah sering sakit-sakitan.


"Pah,apa papah ada di dalam?" Tanyaku dari depan pintu kamar papah.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar,tapi karena aku penasaran aku langsung masuk ke kamar papah.Dan aku sangat terkejut saat melihat papah terbaring menahan sakit di tempat tidurnya.


"Pah,papah kenapa pah?" Tanyaku pada papah.


"Tapi wajah papah pucat,papah juga kaya yang nahan sakit.Kenapa papah gak bilang ke Nara dari tadi pagi kalau papah sakit?Bi Asih juga gak bilang apa-apa ke Nara."


"Papah gak mau bikin kamu khawatir,apalagi seharian ini kamu sibuk sama anak-anak" Ujar papah.


"Tapi kalau kaya gini justru Nara lebih khawatir pah.Kita sekarang ke rumah sakit aja ya pah?" Bujukku.


"Gak..gak u..sah hah hah hah.." Kata papah dengan nafas tersengal-sengal.


"Pah,papah kenapa?papah sesak nafas?Nara bawa papah ke rumah sakit sekarang ya."


Aku berteriak meminta tolong pada suster Nadia dan juga bi Asih untuk memapah papahku ke mobil.Kondisi papah sepertinya cukup serius,aku langsung tancap gas menuju rumah sakit dan meninggalkan anak-anak di rumah bersama suster Nadia.


(Sesampainya di rumah sakit dan melakukan pemeriksaan)

__ADS_1


"Dokter gimana keadaan papah saya dok?"


"Pak Budi mengalami komplikasi,jadi bisa dikatakan sekarang memang kondisinya sedang memburuk.Mba lebih baik banyak berdo'a untuk kesembuhan Pak Budi" Kata dokter padaku.


Aku hanya terdiam sambil menahan air mataku,aku tidak tahu harus bagaimana karena sekarang aku benar-benar sendirian.Aku juga sangat takut kehilangan papah,apalagi melihat kondisinya sekarang yang harus terbaring di ruang ICU dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya.


Aku akhirnya mencoba menghubungi Beni,kami memang masih sering berkomunikasi lewat telepon.Tapi selama hampir satu tahun ini Beni belum sekalipun pulang ke Jakarta untuk menengok aku dan anak-anaknya.


"Halo Ben" Kataku sambil menangis.


"Iya halo sayang,kamu kenapa?Kok suara kamu serak?" Tanya Beni.


"Ben,kamu harus cepat pulang sekarang juga! "


"Emang ada apa Ra?"


"Papah,papah masuk rumah sakit Ben" Kataku sambil terus menangis.


"Papah masuk rumah sakit?Terus sekarang gimana keadaanya?"


"Kondisi papah kritis Ben,kata dokter kita cuma bisa berdo'a buat minta kesembuhan papah.Tapi aku takut Ben,aku takut papah..."


"Enggak,kamu jangan berpikiran kesana.Papah pasti sembuh,besok aku langsung pulang.Kamu sabar ya tunggu aku."


"Iya Ben."


Setelah menghubungi Beni,aku juga menghubungi suster Nadia untuk memberitahu bahwa aku tidak bisa pulang malam ini.Aku sebenarnya khawatir pada anak-anak,tapi aku juga lebih khawatir jika harus meninggalkan papah sendirian di rumah sakit.


Malam ini,aku terus memegangi tangan papah.Aku juga masih terus berusaha untuk terjaga karena takut terjadi sesuatu pada papah.

__ADS_1


__ADS_2