Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Isi Hatiku


__ADS_3

Di rumah Siska aku hanya termenung,memikirkan nasibku dan bayiku kedepannya.Aku tidak tahu harus menutupinya dengan cara apa dan melahirkannya dimana.Aku juga teringat dengan Deon,apa yang harus aku katakan pada Deon?Aku tadinya berniat mengugurkan kandunganku lalu menjalani kehidupanku seperti sebelum semuanya terjadi.Tapi sekarang semuanya tidak mungkin.


"Ra,lo gak apa-apa kan?" Tanya Siska khawatir.


"Gue gak apa-apa Sis,gue cuma bingung sekarang gue harus gimana."


"Apa lo gak nyoba aja buat ngomong ke bokap lo,sebelum Beni resmi tunangan sama Putri."


"Gak bisa Sis,ngomong ke Beni ataupun ke papah tentang masalah ini justru tambah bikin keadaan tambah berantakan" Ujarku.


"Terus lo mau gimana?Perut lo juga lama-kelamaan makin membesar Nara."


"Satu-satunya cara kayanya gue harus pergi dari rumah dan ngerawat bayi ini sendirian Sis" Jawabku.


"Lo itu masih muda Nara,lo pasti bakal kesulitan kalau harus melahirkan terus rawat bayi lo sendirian."


Apa yang dikatakan Siska memang benar,aku masih terlalu muda untuk bisa merawat bayi ini sendirian.Apalagi aku dari dulu adalah anak yang cukup dimanja dan serba kecukupan.Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau diriku pergi dari rumah dan harus hidup sendirian tanpa keluarga dan tanpa fasilitas.


"Gue pusing Sis,gue mau pulang dulu.Biar gue pikirin lagi masalah ini di rumah" Ucapku.


"Ya udah lo hati-hati di jalan ya?Mulai sekarang lo harus pakai-pakaian longgar atau over size supaya perut lo gak keliatan buncit" Kata Siska memberi saran.


Aku hanya mengiyakan lalu pergi meninggalkan rumah Siska.Tidak aku sangka semuanya berjalan seperti ini,padahal awalnya aku mengira semuanya akan baik-baik saja saat aku mengaborsi bayi ini.Tapi sekarang sudah terlanjur,aku tidak bisa menyesali keputusanku untuk melahirkan bayiku.


Sesampainya di rumah,ternyata papah ada panggilan ke rumah sakit.Kesibukan papah di rumahpun digantikan oleh Beni yang baru pulang dari kampus.Melihat Beni sedang mengatur masalah undangan,aku langsung melewatinya lalu berjalan menuju kamarku.


Aku merebahkan tubuhku di kasur dan menghela nafas dalam-dalam.Aku memikirkan keputusan apa yang harus aku ambil kedepannya.Sambil mengelus perutku aku yakinkan diriku bahwa aku bisa jadi ibu yang baik untuk bayiku.Aku jadi tiba-tiba teringat mamah,ada dimana dia sekarang?Dan bagaimana keadaannya?Akhirnya aku memberanikan diri untuk mengambil ponselku dan mencoba menghubunginya.


"Halo mah" Sapa ku dengan pelan.


"Halo,Nara?Ini benar Nara anak mamah kan?" Tanya mamah dengan antusias.


"Iya mah ini Nara,gimana kabar mamah sekarang?" Tanyaku dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Mamah baik-baik aja sayang,kamu sendiri bagaimana?"


"Nara juga baik kok mah,Nara kangen sama mamah" Ujarku sambil mulai menangis.


"Mamah juga kangen kamu sayang,dari dulu mamah pengen hubungi kamu tapi mamah takut kamu benci sama mamah" Ucap mamah sambil ikut menangis.


Setelah beberapa saat kami mengobrol,aku akhirnya tahu apa yang harus aku lakukan kedepannya.


"Mah,mamah sekarang ada dimana?Nara pengen tinggal sama mamah" Ucapku.


"Mamah sekarang tinggal di Bali sayang,pacar mamah yang dulu ternyata menipu mamah dan mengambil sebagian besar harta mamah.Akhirnya mamah pergi ke Bali untuk menenangkan diri,tapi ternyata mamah menemukan jodoh mamah disini" Ucap mamah menjelaskan.


"Jadi mamah udah nikah lagi?" Tanyaku dengan agak terkejut.


"Iya sayang,mamah sekarang sudah menikah lagi."


"Nara gak peduli mamah menikah lagi atau enggak,yang jelas sekarang Nara pengen tinggal sama mamah."


"Nanti aku bicara sama papah,mah.Nanti setelah kita ketemu aku juga akan ceritakan semua tentang aku ke mamah."


"Ya sudah,nanti kabari mamah lagi kalau kamu jadi berangkat ke Bali.Mamah akan siapkan segala keperluan kamu disini."


"Iya,makasih ya mah."


Percakapan kami yang cukup panjang akhirnya berakhir.Sekarang aku tahu aku harus bagaimana dan pergi kemana.Aku lalu menghubungi Siska dan menceritakan semua rencanaku kedepannya,Siskapun menyetujuinya.


Aku juga meminta Siska untuk menyiapkan sebuah koper untukku.Aku berniat membawa sedikit-demi sedikit barang-barangku ke rumah Siska dan memasukkannya ke dalam koper untuk pergi ke Bali nanti.Saat sedang memikirkan rencanaku matang-matang tiba-tiba Beni mengetuk pintuku.


"Nara,apa aku boleh masuk?" Tanya Beni.


"Iya Ben,masuk aja."


"Nara aku mau ngomong sesuatu sama kamu" Ujar Beni.

__ADS_1


"Kamu mau ngomong apa Ben?"


"Pertunangan aku sama Putri kurang lebih tinggal seminggu lagi,aku mau tanya sama kamu.Apa kamu benar-benar gak akan menyesal melepas aku buat orang lain?" Tanya Beni sambil memegang tanganku.


"Aku udah bilang Ben,sebagai adik aku akan dukung hubungan kamu sama Putri.Jadi aku gak akan menyesal melepas kamu buat Putri."


Beni tiba-tiba melepas kancing bajunya satu persatu,dia lalu duduk disampingku sambil memperlihatkan tato bunga lotus di dada kanannya.


"Kamu lihat ini?Aku buat tato ini setelah aku lihat tato yang sama di dada kamu.Aku cari tahu arti dari tato ini dan ternyata artinya untuk menyemangati diri sendiri dari kesengsaraan.Aku tahu saat itu kamu sedang terpuruk,aku buat tato ini supaya kamu gak merasa sendirian dalam kesengsaraan.Tapi ternyata sekarang kamu mau buang aku gitu aja" Kata Beni panjang lebar.


Aku hanya terdiam,aku memang sudah tahu maksud dia membuat tato yang sama denganku.Tapi sekarang aku tidak bermaksud untuk membuang Beni,aku hanya ingin Beni menjalani perannya saja.Peran sebagai anak laki-laki papahku dan peran sebagai kakakku.Menurutku ini yang terbaik untuk kita bersama.


"Nara,coba kamu tatap mata aku.Apa kamu benar-benar udah gak cinta sama aku Ra?" Pinta Beni.


Aku hanya diam menunduk,aku tidak berani menatap matanya karena takut tiba-tiba air mataku keluar.


"Naraaaa,kamu jawab aku Ra ! " Teriak beni sambil memegang bahuku.


Aku masih menunduk dan diam,Beni lalu mengangkat daguku dan mau tidak mau membuat mata kami bertatapan.Tiba-tiba bibirnya meluncur ke arah bibirku,kami berciuman dengan disertai derai air mata.


Dalam hati aku berteriak "Aku masih mencintai kamu Beni,sangat-sangat mencintai kamu" Tapi untungnya suara itu tidak sampai keluar dari mulutku.Bibir kami masih berpagutan dengan tangannya yang sedikit demi sedikit mendorongku untuk terlentang dibawahnya.Lalu Beni menurunkan bibirnya menuju leher dan dadak,mengecup bunga lotus milikku dengan cukup kencang.


"Aaahh...." Aku mendesah pelan.


Semenjak hamil aku memang merasa tubuhku jadi lebih sensitif,dengan rangsangan seperti ini saja bisa membuat aku lupa diri.Beni lalu mengarahkan bibirnya ke perutku,seketika aku langsung tersadar di perutku ada bayi kami.Aku lalu mendorong Beni sekuat tenaga untuk menjauh dariku.


"Udah Ben,cukup! Kita gak bisa terus ngelakuin itu" Ucapku dengan tegas.


"Tapi kenapa dari awal kamu gak langsung dorong aku?Harusnya kalau kamu gak ngerasain hal yang sama kaya aku,kamu dorong aku dari awal."


"A..Aku cuma kebawa suasana Ben,mending sekarang kamu keluar dari sini.Aku udah bilang waktu itu,kalau itu yang terakhir.Jadi jangan coba-coba buat mancing aku lagi" Ujarku dengan nada agak tinggi.


Beni lalu merapikan kembali pakaiannya dan pergi meninggalkan kamarku.Terlihat raut wajah kesal dan raut menahan amarah yang sebelumnya belum pernah dia tunjukkan padaku.

__ADS_1


__ADS_2