Sepasang Bunga Lotus

Sepasang Bunga Lotus
Kencan Pertama


__ADS_3

"Beni,Nara,kalian kumpul dulu papah mau bicara sama kalian berdua" Teriak papah dari ruang TV.


Mendengar papah memanggil,aku langsung keluar dari kamarku dan ternyata aku berpapasan dengan Beni di tangga menuju ke bawah.


"Ada apa pah?kayanya penting banget" Tanyaku pada papah sambil duduk disampingnya.


"Gini Nara,Beni,papah besok mau pergi menyusul pak Herman ayahnya Putri ke luar negeri.Beliau minta papah pelajari cara pengobatan dia disana"


"Apa gak terlalu mendadak pah?lagiankan masih banyak dokter lain yang lebih muda yang mau belajar kesana" Ucap Beni.


"Memang banyak dokter muda di rumah sakit,tapi pak Herman meminta papah yang sudah senior supaya saat sudah mempelajari dan tahu caranya papah tinggal ajarkan ke junior papah"


"Terus berapa lama papah disana?Jangan lama-lama ya pah?" Tanyaku.


"Papah disana mungkin mengikuti waktu pengobatan pak Herman,sekitar 2 atau 3 bulanan.Maka dari itu papah minta kalian yang akur ya?harus saling menjaga" Pinta papah pada kami berdua.


"Iya pah,Beni pasti jagain Nara pah" Ucap Beni sambil tersenyum penuh maksud padaku.


"Kamu juga harus ingat,kamu harus baik-baik sama Putri.Pertunangan kaliankan sudah ditetapkan,jadi papah gak mau dengar kalian ada masalah dan batal bertunangan" Kata papah pada Beni.


Beni hanya mengangguk dengan sorot mata yang enggan.Aku tahu dia sebenarnya memang benar-benar tidak mau menerima perjodohan ini,tapi aku juga tidak bisa mengasihani Beni dengan kembali ke pelukannya.


Keesokan harinya,papah berpamitan padaku dan Beni.Dia membawa barang seperlunya karena kepergian kali ini tidak akan memakan waktu lama seperti saat menjadi dokter relawan.Rumah terasa sepi kembali,hanya ada aku,Beni dan bi Asih.Sama seperti awal-awal mamah pergi meninggalkan rumah ini.


"Nara,kamu mau ke kampus hari ini?" Tanya Beni padaku.


"Mau kak,aku ada kelas hari ini" Jawabku.


"Kak?Kamu manggil aku kakak lagi?" Tanya Beni sambil melotot dan mengerutkan dahi.

__ADS_1


"Terus kakak mau aku panggil apa?Kakak kan emang kakak aku" Ucapku menegaskan.


"Nara,ingat ya aku gak akan pernah jadi kakak kamu.Jadi stop panggil aku kakak kalau kita sedang berdua seperti ini" Bisik Beni dengan sorot mata yang marah.


Aku agak terkejut melihat reaksi Beni sampai seperti itu.Padahal niat awalku,aku hanya ingin membiasakan diri memanggilnya kakak tanpa rasa canggung lagi.


Beberapa saat kemudian ternyata Deon datang menjemputku,dia yang tampan terlihat rapi dan wangi berjalan menghampiriku dengan senyum manisnya.Sesaat aku merasa terpesona dengan ketampanan Deon,tapi aku merasakan hawa tidak enak dari sampingku.Hawa kecemburuan yang terlihat jelas di wajah Beni yang dari tadi berdiri di sampingku.


"Pagi Nara,pagi Kak Beni" Sapa Deon.


"Pagi sayang,kita langsung berangkat sekarang aja yuk?nanti kita telat" Ucapku sambil langsung menarik tangan Deon lalu pergi.


Deon tampak bingung karena aku tiba-tiba memanggilnya dengan panggilan sayang,padahal aku sengaja ingin membuat Beni lebih cemburu lagi.


(Sesampainya di kampus)


"Hehehe iya Na,kita baru aja jadian kemarin" Jawabku malu-malu.


"Kok kalian jahat sama gue,kalian gak bilang dari awal kalau kalian itu saling suka" Ucap Xana dengan wajah sedih.


"Maaf Xana,gue pikir nanti juga lo pasti tau dari Deon jadi gue gak cerita kalau Deon nyatain cinta ke gue" Ungkapku.


"Deon,lo emang keterlaluan ya.Awas aja kalau sampe lo nyakitin Nara,gue orang pertama yang bakal mukul lo" Ancam Xana.


"Apa sih anak kecil,mana mungkin gue nyakitin Nara.Gue cinta banget sama Nara,ya kan sayang?" Kata Deon menggodaku sambil memelukku dari belakang.


Aku yang berada di tengah-tengah mereka,merasa seperti wasit pertandingan adu mulut.Tapi bagaimanapun aku menyayangi teman-teman seperti mereka,walaupun yang satunya sudah naik jabatan menjadi pacarku.


Selesai mata kuliah terakhir Deon mengajakku jalan-jalan sebelum pulang ke rumah.Kami pergi ke mall untuk berbelanja dan menonton film.Tak terasa waktu sudah mulai gelap,aku yang seakan lupa waktu langsung meminta Deon untuk mengantarku pulang.

__ADS_1


(Setibanya di depan rumahku)


"Makasih ya sayang udah antar aku sampe rumah" Ucapku sambil tersenyum.


"Sama-sama sayang,nanti besok aku jemput lagi ya?"


"Iya,kamu hati-hati di jalan" Ucapku.


Saat ingin keluar dari mobil,Deon masih memegang erat tanganku.Seakan tidak merelakan aku masuk ke dalam.Deon lalu menarikku ke arahnya dan mencium bibirku.Aku cukup terkejut dengan tingkahnya,tapi akhirnya aku membalasnya ciumannya.


Deon mulai terpancing,dia memang suka terburu-buru melakukan sesuatu termasuk hal seperti ini.Perlahan dia membuka sedikit kancing bajuku dan menyibakkan bajuku dengan lembut,lalu dia mencium bunga lotus di dadaku sambil sesekali memandangi wajahku.Tiba-tiba pintu kaca mobil di ketuk seseorang.


"Toktoktok Toktok,Nara kamu ada di dalam kan?" Tanya seseorang dari luar.


Aku dan Deon kaget setengah mati,mengira dia adalah warga sekitar sini.Tapi ternyata dia adalah Beni.Aku langsung mengancingkan bajuku dengan terburu-buru lalu berpamitan kepada Deon.Terlihat wajah tidak suka Beni kepada Deon saat mobilnya pergi meninggalkan halaman rumahku.Dia juga memandangiku dari ujung kaki sampai ke ujung kepala.


"Aku gak suka kamu nunjukin bunga lotus kamu ke laki-laki lain" Ujar Beni sambil membetulkan kancing bajuku yang ternyata tidak beraturan.


"Itu bukan urusan kamu,Beni" Ucapku sambil masuk ke dalam rumah.


"Tapi kamu itu pacar aku Nara,aku gak mau kamu menyerahkan tubuh kamu ke orang lain" Ujar Beni memelankan suaranya karena takut terdengar oleh bi Asih.


"Lebih tepatnya aku adalah mantan pacar kamu dan sekarang statusku adalah adik kamu.Mau kamu terima atau tidak,itu gak akan merubah fakta kalau aku adalah adik kamu"


"Tapi orang-orang juga gak akan lupa kalau aku cuma kakak angkat kamu Nara.Kita gak ada hubungan darah sama sekali"


"Udah lah Beni,aku capek kita bahas masalah ini terus.Kamu harus nyoba buat terima kenyataannya" Ucapku.


Aku lalu masuk ke kamar ku,meninggalkan Beni yang masih berdiri mematung di depan kamarku.Aku harus bisa tegas memasang dinding pemisahku dengan Beni.Karena aku tidak mau hubungan persaudaraan yang selama ini papahku tanamkan pada kami,jadi rusak karena perasaan cinta yang bukan semestinya.

__ADS_1


__ADS_2