
“Aku sama sekali tidak masalah, Ana! Aku menghormati ayahmu. Aku akan tetap mendapatkanmu meskipun ayahmu tak setuju!” tegas Evander.
“Kau tidak bisa melakukan hal nekat, Evan! Aku menghormati ayahku, aku tidak ingin mengecewakannya … kau tidak bisa mendapatkan aku tanpa persetujuan darinya.”
Evander memegang satu tangan Ariana yang tidak memegang setir, “Kau tidak akan hidup bersama ayahmu selamanya, Ana! Kau akan hidup bersama suami dan anak-anakmu, ayahmu akan berada dalam satu titik dan masa, yaitu hanya bisa melihatmu dari kejauhan tanpa bisa ikut campur dalam kehidupan rumah tanggamu.”
“Aku setuju soal itu! Tapi aku tidak mungkin mengabaikan ayahku, Evan!” balas Ariana keras kepala.
“Aku tidak akan mengambil keseluruhan dirimu dari ayahmu, Ana! Aku menikahimu … dan ayahmu bakal melihat betapa kita bahagia karena saling mencintai, aku sungguh berniat tinggal di zaman ini ketika pertama kali masuk ke dalam rumah ayahmu, aku ingin memiliki keluarga yang hangat bersama dirimu. Tapi keputusan ayahmu membuatku berubah pikiran, aku akan membawamu ke masa lalu!” Evander mengecup punggung tangan Ariana untuk meyakinkan ajakannya.
Ariana merasa tersanjung sekaligus bingung, ia mencintai Evander dan tentu saja tidak ingin berpisah, tapi jalan yang harus dilalui tidak mudah. “Aku harus memikirkannya lebih dulu, Evan!”
“Kau akan bersedih dan menderita jika memutuskan berpisah denganku, Ana! Ayahmu tidak akan mengerti hal itu, Doug hanya bisa melihatmu dari jauh. Sama seperti ketika kau memutuskan untuk tetap menikah denganku, Doug juga hanya bisa melihat dari tempatnya sekarang.”
“Aku sungguh butuh waktu untuk berpikir, Evan!”
“Faktanya, tidak ada yang bisa dilakukan orang tua jika itu menyangkut kebahagiaan cinta anaknya, Ana sayang! Penolakan terhadap calon menantu sebenarnya hanya untuk memenuhi ego mereka sendiri. Orang tua yang akan bahagia dan lega karena merasa sudah memberikan solusi tepat pada anaknya tanpa bertanya."
Evander melanjutkan setelah melepaskan tangan Ariana. "Sementara anak menjalani keinginan orang tua dengan terpaksa, bahkan harus menderita. Menurutku … anak usia dewasa sudah bisa menentukan sendiri kebahagiaannya dengan tekad dan keberanian!” kata Evander bijak.
__ADS_1
“Itu yang membuatmu ingin tinggal di zaman ini?”
“Ya. Aku pikir aku harus melakukan sesuatu untuk cinta dan kebahagiaanku sendiri. Aku sempat membenarkan opinimu bahwa aku tidak bisa merubah sejarah, kematianku yang diberitakan oleh beberapa penulis dan peneliti keluarga Count Drakula anggap saja benar! Tapi kata-kata ayahmu sungguh membuatku berpikir lagi untuk tidak jadi tinggal di masa ini.”
“Tetaplah tinggal di sini, Evan! Aku akan membujuk ayahku untuk merestui hubungan kita. Kita akan menikah dan menjadi pasangan bahagia.”
“Tidak, aku akan membawamu ke masa lalu. Aku akan menikahimu di sana!”
“Kita akan menikah disini, aku hanya butuh sedikit waktu untuk meyakinkan ayahku. Kau harus sedikit bersabar!”
“Bulan iblis sebentar lagi akan membuka lorong waktu, Ana! Sampai kapan aku harus menunggu ayahmu merestui kita?” potong Evander.
“Aku tidak bisa menunggu untuk hal yang tidak pasti, Ana! Aku mencintaimu, tapi aku juga punya prioritas lain, misiku di London! Jika kau tidak bisa aku nikahi di sini karena ayahmu, aku akan menikahimu di kastil Transylvania lalu kita akan tinggal di London!”
“Aku tidak bisa ikut denganmu, Evan! Aku akan tetap tinggal di sini, menikahlah denganku dan tinggallah di zaman ini!” ujar Ariana tetap pada pendiriannya.
Evander bertanya, “Bagaimana jika kita menikah tanpa restu ayahmu?”
“Bukan begitu … aku tidak bisa mengabaikan ayahku, Evan! Beliau manusia yang punya perasaan, aku rasa orang tua melakukan hal seperti itu karena sayang … bukan karena ingin memuaskan egonya seperti yang kau tuduhkan,” jawab Ariana tak yakin. Sebelum ini, ayahnya sudah banyak memaksakan kehendak padanya, mulai dari pendidikan, pergaulan hingga menjodohkannya dengan Jonathan.
__ADS_1
“Kita akan menikah di zamanku, aku tidak ingin berdebat lagi. Jika kau mencintaiku, ikutlah denganku, Ana! Itu penawaran terakhir dariku!”
Ariana mengeluh dalam hati, Sang Count sangat keras kepala dan sulit diajak bicara lagi. Salah ayahnya yang menolak tegas, sarkas dan dengan kalimat yang sangat menyinggung Evander. Bahkan terang-terangan membahas ras, genetika dan segala hal mengenai ketidakmungkinan pernikahan manusia dengan vampir.
“Aku mencintaimu, Evan! Tapi aku ingin kau yang tinggal di sini, kita menikah di sini setelah aku bicara pada ayahku! Bisakah kau mengerti?”
Evander menggeleng, Ayah Ariana menolak dengan banyak alasan berdasarkan pengetahuan dokternya. Evander jelas tidak mungkin diberikan kesempatan untuk bersama Ariana di sini. Masalah antara anak dan ayah akan terus berkembang jika Ariana menikah dengannya. Satu-satunya cara adalah membawa Ariana ke masa lalu dan mereka menikah di sana.
“Aku tidak bisa tinggal di sini lebih lama, aku akan pulang bersama terbukanya celah waktu saat bulan iblis pertama muncul. Aku harap kau bisa ikut!”
“Aku tidak bisa, Evan! Aku harus memikirkannya dengan serius, ini bukan hanya soal cinta, tapi pekerjaan, relasi, orang tua dan juga yang lainnya!” Ariana menghentikan mobilnya di dekat pondok, bernafas panjang sebelum turun.
Evander tak menanggapi Ariana, ia membuka pintu mobil dan berjalan ke arah lain. Menuju tebing. Hatinya gundah, ia tidak pernah menyangka akan jatuh cinta pada Ariana begitu cepat. Evander ingin merenung di tebing, memungkiri hatinya agar bisa berpisah dengan Ariana.
“Evan! Kau mau kemana?” tanya Ariana panik. Ia menyusul langkah Evander yang hampir masuk ke taman bunga. Ariana memeluk dari belakang untuk menghentikan langkah Sang Count yang sedang marah. “Maafkan aku jika menyakiti perasaanmu, Evan! Tapi bisakah kau tetap tinggal di sini, untukku? Aku mencintaimu, Evan!”
“Aku juga mencintaimu, Ana! Sangat mencintaimu. Istirahatlah, kau besok pagi harus bekerja! Aku hanya ingin melihat laut dari atas tebing ….” Evander mengurai tangan Ariana yang melingkari perutnya. Langkahnya pasti menuju tempat yang sudah disebutkannya pada Ariana. Tanpa menoleh lagi pada kekasih yang menatap sendu punggung lebarnya.
***
__ADS_1