Seventh Blood Vampire

Seventh Blood Vampire
Tidak Ada Kemustahilan


__ADS_3

Dua minggu berikutnya, Ariana banyak kehilangan berat badan, ia dalam masa adaptasi dengan perubahan pola hidup yang semakin ekstrim. Dua gigi taringnya terlihat lebih panjang dari bulan lalu, sehingga ia harus banyak menahan tawa agar rekan kerjanya tidak curiga.


Kulitnya yang semakin jarang terkena cahaya matahari tampak lebih pucat dari biasanya. Namun, Ariana kini jauh lebih cantik. Bisa dibilang ia luar biasa cantik dengan sorot mata tajam penuh misteri. Pesona vampir menguar dari tubuhnya tanpa bisa dicegah.


“Steven, aku sedang mencari literatur mengenai fungsi alat reproduksi vampir wanita!” kata Ariana. Kebetulan ia dan Steven tugas malam bersama dan sedang istirahat di kafetaria.


“Maksudmu? Aku juga belum pernah membaca mengenai hal itu. Kemarin aku membaca kalau vampir tidak hamil, mereka tidak melahirkan, tapi mengangkat anak dengan cara … mengubah manusia menjadi vampir.”


“Hm, apa itu yang membuat aku tidak mendapatkan masa periode?”


Dokter Steven tercengang, “Kau hamil?”


Ariana mengedikkan bahu, “Maukah kau memeriksaku? Sejujurnya aku tidak percaya karena … bisa dibilang tidak ada peluang untuk manusia bisa hamil oleh vampir. Perkawinan beda ras tidak bisa menghasilkan keturunan, Steven.”


“Vampir juga sejatinya manusia, seluruh struktur dan organ tubuhnya sama dengan kita, Ariana! Aku rasa itu bukan hal yang yang tidak mungkin meski sulit dipercaya. Aku menganggap hal itu seperti penjelajahan waktu yang dilakukan Evander, tidak bisa dipercaya tapi ada di depan mata. Kehamilanmu bukanlah hal yang mustahil. Bukankah hal tak terjelaskan kadang terjadi dalam kehidupan?!”

__ADS_1


“Tapi bagaimana mungkin aku bisa hamil, Steven? Jangan bercanda!”


“Kau bercinta dengan suamimu, Ariana! Itu penyebab kehamilanmu, soal beda ras aku tidak bisa menjelaskannya. Anggap saja ini suatu keajaiban … atau mungkin kebetulan. Aku akan memeriksamu setelah ini, mungkin butuh beberapa kali tes untuk memastikan!” ujar dr. Steven


“Hm baiklah, Steven!” timpal Ariana dengan ekspresi lebih sumringah. “Aku tidak bisa membayangkan wajah Jonathan ketika tahu aku bukan lagi manusia normal, terlebih sedang hamil. Baru kali ini aku merasa senang bisa membuat kejutan menyakitkan untuknya.”


Ketika mereka kembali ke ruang dokter, Ariana menyiapkan sendiri perlengkapan tes kehamilannya. Alat yang baru diambilnya dari apotik rumah sakit itu dikeluarkan dan dibawanya ke kamar mandi.


“Kau perlu tes darah?” tanya dr Steven dari luar. “Aku akan menyiapkannya untukmu, jika diperlukan! Aku juga butuh meneliti perubahan komposisi darahmu minggu ini.”


Ariana keluar kamar mandi dengan dahi mengerut. “Sepertinya aku memang hamil, Steven! Ini tidak bisa dipercaya. Lihat ini!”


Ariana mengangguk samar, “Aku berniat menolaknya di depan pendeta, di depan semua tamu aku akan mengaku sedang hamil dan masih istri Evander. Aku tidak bohong soal hamil, kan?”


“Kau akan mempermalukan ayahmu, Ariana? Sungguh tidak bijak bersikap seperti anak kecil di depan relasi Doug. Kejujuranmu bisa menghancurkan reputasinya!”

__ADS_1


“Tidak ada jalan lain, Steven! Kemungkinan kedua, aku tidak akan datang ke pernikahan yang sudah diatur matang oleh ayahku. Aku tidak mau terlalu pusing dengan ambisi Jonathan, aku tidak peduli apa yang akan didapatkan Jonathan setelah menikahiku. Aku hanya ingin melihat ayahku menyesal telah memaksakan kehendaknya padaku! Untung saja tidak ada yang mengenal Evander di acara pernikahan nanti. Mungkin hanya ayahku dan Jonathan yang tahu!”


“Jonathan bisa memberitahu semua orang kalau kau hamil dengan seorang vampir, aku yakin mereka dengan senang hati membunuh bayimu sebelum dia lahir. Kau akan diburu, Ariana. Ini buruk. Menurutku lebih baik kau menghilang sebelum semua orang sadar dengan apa yang akan dikatakan Jonathan. Jika tidak ada bukti, tidak akan ada yang percaya kalau kau hamil anak vampir,” jelas dr. Steven berapi-api. Ia merasa Jonathan terlalu berbahaya untuk disepelekan.


Ariana diam, merenung, menempelkan tangan di perutnya berulang kali untuk mengelus. “Aku akan punya bayi, Steven! Bukankah ini sangat membahagiakan? Jonathan, ayahku atau siapapun tidak berhak mengambil kebahagiaan ini dariku!”


“Evander tidak benar-benar pergi, ia meninggalkan seorang teman kecil untukmu! Tapi kau tau resikonya sangat besar, Ariana! Aku khawatir dengan kesehatanmu … juga keselamatanmu. Aku ingin kau segera meninggalkan Maine! Kau butuh tiket?” tanya dr. Steven khawatir.


“Aku punya cukup uang untuk pergi dari sini, Steven! Kau tidak perlu khawatir padaku soal tiket, aku bisa membeli sendiri. Tapi aku akan menghilang dua jam sebelum menikah dengan Jonathan, bukan sekarang. Aku perlu membuat persiapan,” terang Ariana.


“Kemana kau akan pergi?”


“Aku tidak bisa memberitahukan rencanaku, aku tidak ingin kau tertekan oleh ayahku. Aku yakin orang pertama yang akan diinterogasi ketika aku pergi adalah kau, Steven.”


“Transylvania? Aku memiliki rekan dokter yang bekerja di salah satu rumah sakit besar di Rumania, kau butuh alamat rumahnya?”

__ADS_1


Ariana tersenyum lembut, “Terima kasih! Tapi aku tidak ingin ke Transylvania, Evander tidak suka hidup di sana. Aku akan pergi ke tempat impian Evander.”


***


__ADS_2