
Jonathan adalah pria tampan yang pandai menjual nilai dirinya untuk mendekati wanita. Terbukti ia dengan cerdik dan mudah bisa mengambil hati ayah Ariana untuk menjodohkan dirinya dengan putrinya.
Ariana semula tidak tertarik dengan Jonathan. Hanya saja, pria itu sangat gigih untuk mendapatkan perhatian dan juga cintanya. Jonathan mempesona Ariana dengan kecerdasannya di dunia medis dan kedokteran.
Waktu berlalu hingga Ariana akhirnya sadar kalau Jonathan hanya memanfaatkan posisinya sebagai calon dokter kepala di bagian bedah. Jonathan ingin Ariana memberikan posisi tersebut padanya. Ariana sama sekali tidak keberatan dengan ambisi Jonathan, ia berpikir akan lebih bangga jika kekasihnya yang mendapatkan posisi penting yang diberikan ayahnya itu.
Sayang sekali, Ariana terlalu cepat mencium pengkhianatan Jonathan. Di ruang dokter yang ditempati Jonathan, Ariana melihat kekasihnya sedang berciuman panas dengan asistennya, layaknya sepasang kekasih yang sudah terbakar hasrat dan siap untuk bercinta.
Ariana menertawakan ketololannya, juga kepolosan dan prinsipnya yang tidak bisa dipahami Jonathan waktu itu. Alasan Jonathan hanya mencari kehangatan pada asistennya tidak bisa diterima Ariana dengan mudah. Ia marah dan secara sepihak memutuskan hubungan.
Tidak ada urusan lagi dengan Jonathan sejak saat itu. Ariana menghindar total, ia bahkan pergi dari rumah ayahnya untuk mengasingkan diri ke tempat yang tidak diketahui Jonathan, yaitu pondok yang ditinggalinya sekarang.
Namun, Ariana mendapatkan kejutan besar. Ia dengan wajah bodohnya menatap Jonathan yang entah bagaimana ceritanya sudah berdiri di depan pondoknya. Dengan pakaian rapi dan juga wangi.
“Boleh aku masuk? Kau dari tadi hanya menatapku takjub! Kau merindukanku, Ariana sayang?” tanya Jonathan seraya mengulas senyum memikat. Sedikit mencondongkan tubuh agar wajah mereka berhadapan lebih dekat.
“Apa yang kau lakukan di pondokku? Aku tidak pernah mengundangmu untuk datang kemari!” Ariana menjawab datar, terkesan tidak ramah. Ia jelas tidak menyukai kunjungan dadakan dari Jonathan, apapun alasannya.
“Bukankah ini belum terlalu larut untuk bertamu?”
Ariana bukan ingin bersikap tidak sopan pada tamunya, tapi … membawa Jonathan masuk ke dalam pondoknya adalah masalah. “Silahkan masuk!”
“Kau terlihat cantik dan juga seksi, aku tidak pernah melihatmu berpakaian seperti ini sebelumnya!” puji Jonathan dengan kerlingan nakal.
__ADS_1
Ariana merasa panas di pipi. Ia berpakaian seperti itu bukan untuk tamu, penampilannya yang cantik khusus untuk menyambut Evander sebentar lagi. Sang Count sedang keluar bersama Steven untuk membeli sesuatu, dan Ariana sedang dalam situasi menunggu.
“Kau mungkin perlu kacamata, tidak ada yang menarik dariku dibanding asistenmu!” ujar Ariana tenang. Ia berjanji tidak akan membiarkan Jonathan merayunya seperti dulu. Kalimat manis mantan kekasihnya itu selalu berujung sesuatu, yaitu sebuah kebutuhan dan kepentingan.
Jonathan terkekeh-kekeh, “Kau masih cemburu dengan Lucy? Artinya kau masih mencintaiku!”
Ariana berdehem, “Apa aku terlihat seperti wanita yang sedang tergila-gila padamu, Jonathan? Aku bahkan tidak mengharapkan kedatanganmu di pondok ini.”
“Aku yakin kau masih menyimpan kenangan manis kita beberapa waktu lalu … kau tidak bisa membohongiku karena aku bisa melihatnya dari pancaran matamu, Ariana! Kau masih mencintaiku!”
Tanpa ingin membahas masa lalu mereka, Ariana langsung bertanya pada tujuan kedatangan Jonathan. “Apa keperluanmu?”
“Kau terlalu tergesa-gesa, Ariana! Tidakkah kau ingin menikmati kebersamaan romantis ini lebih lama?”
“Tidak di waktu malam, aku tau kau hanya menghabiskan waktu untuk meratapi kesepian! Aku bisa membantu semua kesulitanmu, Ariana! Meringankan bebanmu di rumah sakit, juga tekanan orang tuamu yang ingin segera memiliki menantu … kau tinggal kembali padaku!”
Ariana geli, tergelak sebentar, lalu mencibir, “Kau sedang merayuku? Percaya diri sekali!”
“Ayahmu menghubungiku,” jawab Jonathan tenang.
Ariana menyembunyikan rasa terkejutnya. “Kau tidak perlu membual untuk mendapatkan keuntungan dariku!”
“Untuk apa aku berbohong, Sayang? Ayahmu mengatakan kau berhubungan dengan pria yang sama sekali tidak pantas untuk menjadi seorang suami. Kau pikir aku tau tempat ini dari siapa kalau bukan dari ayahmu?”
__ADS_1
“Aku rasa semua ini bukan urusanmu!” Ariana bersumpah, jika yang dikatakan Jonathan adalah benar, bahwa ayahnya kembali menjodohkan mereka … ia akan sangat marah dan akan menjadi anak paling mengecewakan!
“Oke … aku tidak akan berbelit-belit, aku datang kemari karena diminta oleh ayahmu. Aku melakukannya karena aku masih menghormatinya, aku harap kau mengerti dan mari kita bersama lagi. Aku janji kali ini tidak akan ada Lucy, aku sudah menyingkirkannya!”
Ariana menggeleng keras, “Tidak mungkin!”
“Aku akan segera mengatur pernikahan kita agar ayahmu percaya!” sambung Jonathan tak peduli. Kesempatan untuk mendapatkan Ariana datang lagi ketika ia terlibat obrolan serius dengan Doug beberapa hari lalu.
Siapa sangka Doug masih percaya padanya, dan berharap ia mau kembali pada Ariana?
Doug menilai bahwa berakhirnya cinta Jonathan dengan putrinya dulu hanya karena sebuah salah paham, bukan masalah besar. Terlebih Jonathan mengatakan sudah tidak berhubungan lagi dengan sang asisten yang pindah kerja ke tempat lain.
“Aku tidak akan menikah denganmu, tidak akan pernah!” tolak Ariana pedas. Ia jelas harus bicara dengan ayahnya. “Aku tidak mencintaimu!”
Jonathan menatap teduh wajah Ariana, “Biarkan aku mencari jawabannya sendiri. Kemarilah!”
“Kau pikir aku pe-la-cur?” Ariana menepis tangan Jonathan yang hendak menyentuh pipinya.
“Aku tidak pernah menganggapmu seperti itu, Ariana! Aku hanya ingin melihat sejauh mana kau tidak lagi mencintaiku. Aku masih ingat dulu kau menyukai sentuhanku … yah walaupun kau tetap melarangku untuk menjelajah lebih jauh. Bukankah kau mengharapkan pernikahan agar kita bebas melakukannya? Aku akan memberikannya padamu minggu depan!” janji Jonathan seraya menurunkan tangannya yang menggantung tanpa sambutan.
“Aku tekankan sekali lagi … aku tidak akan menikah denganmu, Jonathan! Silahkan pulang dan sampaikan pada ayahmu kalau aku menolakmu!” ucap Ariana kesal, gusar dan hampir menangis.
Ia tidak menyukai Jonathan lagi, sudah berhenti mencintai pria itu sejak ada Evander. Jonathan adalah masa lalu yang tidak perlu dikenang, karena … beberapa mantan memang sepatutnya tetap jadi mantan, bukan?
__ADS_1
***