
“Tapi, yang mendapatkan misi untuk pergi ke London justru Benedic, padahal ia baru saja pulang.”
Evander melanjutkan, “Ben dengan murah hati memberikan misi itu padaku, dia yang meminta aku diberikan misi agar terlihat berguna dan tidak terlalu manja sebagai pangeran kegelapan. Bukankah itu ironis? Aku setuju karena aku memang harus membuktikan diri kalau gelar pangeran tak berguna itu hanya omong kosong! Aku yakin bisa menyelesaikan misi Ben!”
“Yeah … kita pasti mencoba untuk saling bunuh di masa lalu karena salah paham. Beruntung kau selamat karena kecelakaan di tengah laut! Mungkin takdir ingin kau tetap hidup dan mendapatkan penjelasan di zaman ini. Andaikan aku bisa minta maaf pada Count Drakula keenam,” sesal Peter. “Seharusnya aku membunuh Benedic!”
“Ehm saling bunuh? Sangat mudah bagimu untuk membunuhku, Peter! Aku tidak memiliki kelebihan seperti Count Drakula yang lain,” ujar Evander dengan seringai kasihan. “Dalam keadaan darurat aku tidak bisa mengubah diriku menjadi kelelawar dan kabur dari mata panah pemburu.”
“Kau bisa melarikan diri dan selamat dariku karena kelebihanmu yang lain, kau daywalker! Aku sudah mengamatimu dari sebelum kau datang kemari.”
Evander terbahak-bahak, “Kau mungkin tidak akan percaya kalau aku mengatakan baru mengetahui kelebihan konyol itu setelah tersesat di zaman ini. Baru satu bulan yang lalu, ketika aku gagal menjelajahi waktu untuk pulang ke masa lalu.”
Peter menimpali sambil terkekeh, “Sebagai salah satu pangeran kegelapan, kau memang sedikit tak berguna. Aku agak sepakat dengan pendapat pangeran kegelapan lain sekarang. Kau juga terlalu jujur dan blak-blakan kepada orang yang baru kau kenal, Evander! Itu berbahaya, bukan? Tapi … aku suka dengan pembawaanmu, kau bicara apa adanya dan langsung pada pokok permasalahan. Sepertinya Sheila juga menyukaimu!”
“Oh gadis itu …,” gumam Evander seraya menggaruk pipinya. “Gadis yang cantik.”
“Sheila masih sendiri. Sejak Darren Constantine pindah ke Jerman, ia belum menerima pria lain lagi untuk dijadikan pasangan! Kabarnya … Darren sudah menikah dengan seorang arkeolog asal Indonesia, aku rasa tidak ada alasan bagi Sheila untuk tetap menunggu mantan kekasihnya itu!” tegas Peter.
__ADS_1
“Aku pria beristri,” sahut Evander dengan tawa tertahan. “Bukan bujangan lagi, Peter!”
“Kau bisa beristri lebih dari satu! Sheila pasti akan menjadi pasangan terbaik di antara semua istrimu nanti!”
“Aku tidak bisa menduakan Ana!” Evander menyeringai, meyakinkan Peter kalau ia tidak tertarik dengan Sheila. Vampir cantik bukan seleranya, kulit Sheila terlalu dingin. Hasratnya tidak akan naik ketika mereka bercumbu. Hanya saja, Evander mengatakan semua itu dalam hati.
Peter mengalihkan pembicaraan, “Sejujurnya aku ingin tahu kabar pangeran ketiga, tapi dia tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di London. Aku sendiri terbelenggu di negara ini, tidak bisa pergi untuk mengejarnya ke Transylvania. Aku sungguh tak habis pikir Benedic bisa sepicik itu, menumbalkan Alexander untuk kejahatannya, dan sengaja mengumpankan kau padaku untuk dibunuh!”
“Bukankah itu adalah kejadian seribu tahun lalu? Untuk apa kau masih ingin memburunya?”
“Ya, termasuk aku. Dari awal aku tidak pernah berniat kembali ke Transylvania, aku ingin menyelesaikan misi dan tinggal di London. Kau tau, seribu tahun lalu aku sudah membeli rumah kuno dengan ruang bawah tanah yang luas. Tapi aku justru tersesat terlalu jauh.”
“Rumah kunomu pasti sudah ambruk sekarang!” ejek Peter.
“Setelah tau fakta, aku jadi tidak punya misi yang harus diselesaikan. Sepertinya aku bisa tinggal di zaman ini tanpa harus kembali ke masa lalu.” Evander lalu menjelaskan rencananya untuk pergi ke Maine.
“Kau tidak ingin tinggal di London? Setidaknya impianmu untuk memiliki rumah di London bisa terealisasi meski di tahun yang berbeda. Kau bisa memiliki rumah modern, bukan rumah kuno dengan ruang bawah tanah yang lembab dan berdebu. Kau bisa hidup normal layaknya manusia karena kau tahan sinar matahari. Kau jelas tidak butuh peti untuk tidur!”
__ADS_1
“Aku harus menjemput istriku lebih dulu. Aku tidak bisa membiarkannya lebih lama lagi tanpa kabar!”
Peter menaikkan kedua alisnya, berbicara dengan suara lebih tegas. “Kau bisa menelponnya sekarang!”
“Itu jelas bukan kejutan. Aku ingin bersikap sedikit romantis dengan mendatanginya!” ujar Evander dengan seringai menyebalkan.
“Kau masih saja memakai cara kuno di zaman yang serba modern ini. Kau harus beradaptasi, Sobat!”
Evander menjelaskan, “Sebenarnya aku cukup bisa beradaptasi, tapi istriku lebih menyukai hal-hal kuno yang menjadi ciri khas suaminya. Ah iya, aku butuh tempat tinggal, bukan di kota … aku suka rumah pedesaan! Sepertinya memiliki kebun anggur cukup bagus. Yang pasti aku butuh lahan luas untuk taman bunga. Ana menyukai mawar!”
“Sheila bisa patah hati jika kau membawa istrimu kemari,” ujar Peter, masih berharap Evander mau mempertimbangkan Sheila, putri angkat kerabatnya.
Evander tergelak, “Aku pangeran kegelapan yang sangat setia, Peter! Aku mencintai Ana … sangat mencintainya.”
“Yeah, intinya kau vampir pria pengecut! Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bisa seorang pangeran kegelapan yang bergelar Count Drakula takut pada istrinya? Tapi baiklah, aku akan membantu mencarikan rumah tinggal sesuai keinginanmu. Aku akan mengabarimu besok!”
***
__ADS_1