
Anjani POV
tiiing, (notif pesan).
Ku dengar notif pesan di handphone ku. Ku buka dah ternyata dia yang mengirim pesan.
Alfa : Anjani, loe dimana? kuliah selesai jam berapa?
"Tumben sekali dia tanya-tanya." kataku pada diri sendiri.
Anjani : Aku di depan fakultas, baru selesai kelas. Kenapa?
Alfa : Mama nyuruh kita nyari cincin tunangan. Gue tunggu di parkiran depan, GPL (GAK PAKE LAMA).
Anjani : Iya.
Aku pun bergegas menghampiri Alfa yang sudah menungguku. Ku lihat dari jauh, dia berdiri memainkan handphonenya sambil menyandarkan punggungnya pada pintu mobil.
"Tampan." gumamku tanpa sadar.
"Aaaah, apa-apaan ini. Anjani, sadarlah." kataku sambil menepuk-nepuk pipiku yang pasti sudah blushing. Malu sekalilah aku.
Aku pun segera menghampirinya.
Anjani POV end
__ADS_1
"Assalamu'alaikum." salam Anjani
"Eh, wa'alaikum salam." jawab Alfa sedikit kaget
"Emm, kita pergi sekarang?" tanya Anjani.
"Iya, ayok. Keburu sore nanti." Ajak Alfa.
Diperjalanan tidak ada satupun suara obrolan yang terdengar. Alfa fokus di belakang kemudi sedangkan Anjani lebih memilih memperhatikan pemandangan dari balik jendela.
Sesampainya di sebuah toko perhiasan.
"Pilih aja yang loe suka. Gue ngikut aja." kata Alfa yang hanya dibalas anggukan oleh Anjani.
"Ini gimana?" tanya anjani sambil menunjukkan sepasang cincin.
"Kalau ini?" tanya Anjani menunjukkan sepasang cincin yang lain.
"Jelek." jawab Alfa.
"Ini?" tanya Anjani kembali menunjukkan sepasang cincin yang lain.
"Jelek." jawab Alfa
Berkali-kali Anjani menanyakan beberapa pasang cincin yang dipilihnya, yang hanya di jawan jelak atau hanya sekedar gelengan kepala oleh Alfa. Anjani pun mendengus kesal. Alfa yang di sampingnya melirik sambil tersenyum jahil. Yah, rupanya Alfa sengaja membuat kesal wanita di sampingnya yang notabenenya adalah cakin tunangannya.
__ADS_1
"Ini aja." kata Alfa sambil menunjuk sepasang cincin emas putih, dimana cincin prianya polos hanya berhias guratan-guratan seperti kayu dan cincin wanitanya yang sederhana bertahtakan batu permata.
Anjani memandang Alfa sebal, karena yang di pilih Alfa adalah sepasang cincin yang dia tunjukkan pertama kali pada Alfa.
"Hemm" jawab Anjani hanya dengan berdehem.
Alfa pun tersenyum menang, karena berhasil membuat Anjani kesal.
"Kita ambil yang ini, mbak." kata Alfa pada pelayan toko dan memberikan kartu kreditnya.
Setelah selesai dengan cincin tunangan, mereka pun bergegas kembali ke mobil.
"Kamu sengaja ya?" tanya Anjani setelah mendudukkan dirinya di kursi penumpang.
"Apanya?" tanya Alfa santai.
"Ah, lupakan." jawab Anjani singkat, malas untuk memulai perdebatan.
"Mau mampir ke rumah gue dulu gak?" tanya Alfa memecah lamunan Anjani.
"Ngapain?" tanya Anjani tanpa mengalihkan pandangannya dari samping jendela.
"Mama ngajak makan bareng, makanya gue gak nawarin loe makan tadi disana." jawab Alfa santai.
"Ya udah, nanti aku kabarin Abi dulu biar gak khawatir." kata Anjani mengambil handphone hendak mengabari Edwin.
__ADS_1
"Gak usah, gue udah ijin sama om Edwin tadi." kata Alfa mencegah Anjani.
"oh, ya udah." jawab Anjani dengan muka sebalnya.