
Seperti yang sudah direncanakan oleh Alfa semalam. Pagi ini setelah sarapan Alfa mengajak Anjani untuk mengunjungi Edwin.
ting tong
ting tong
ting tong
"Assalamualaikum." salam Anjani sembari memencet bel.
"Wa'alaikumsalam, eh non sama aden." sapa bibi.
"Pagi, bi. Abi ada?" tanya Anjani.
"Ada non, sebentar bibi panggilin ya." jawab bibi bergegas.
tok
tok
tok
"Masuk..." kata Edwin dari dalam ruang kerja.
"Maaf, tuan. Di bawah ada nona sama den Alfa, tuan." kata bibim
__ADS_1
"Alhamdulillah, baru juga saya rasani anak-anak bi. Sekarang sudah disini aja. Bibi buatkan anak-anak minum dulu, ya. Saya beresin kerjaan saya sebentar." kata Edwin.
Bibi pun segera menuju dapur dan menyiapkan mimuman dan makanan kecil.
"Kalian datang kok tidak ngabarin." kata Edwin basa basi.
"Abiiiii." kata Anjani berlari memeluk Edwin.
"Sayang, kamu kok masih manja banget sih. Malu dong, tuh di lihatin suamimu." ledek Edwin.
"Hehehe, gak papa bi. Anjani mungkin lagi kangen. Abi apa kabar?" kata Alfa mencium tangan Edwin.
"Kabar abi baik, nak. Kalian ada apa kesini pagi-pagi? Abi kira kalian lagi bulan madu." goda Edwin.
"Ih, abi. Kita juga belum ada rencana bulan madu kok." kata Anjani.
"Emm, abi si boleh aja Al. Lagi pula tempat kalian nanti juga gak begitu jauh dari sini kan? Jadi bisa sering-sering main kesini." kata Edwin.
"Abi, nanti kalau kangen sama Jani telepon aja. Nanti Jani langsung meluncur. hehehe." kata Anjani.
Alfa tersenyum menunduk baru tahu kalau istrinya begitu manja.
"Jadi kapan rencananya kalian pindah?" tanya Edwin.
"Hari ini juga bi, Insyaa Allah." jawab Alfa.
__ADS_1
Sepulangnya dari rumah Edwin, Alfa dan Anjani berangkat menuju apartemen yang akan mereka tinggali.
Semua barang-barang keduanya sudah sejak pagi dikirim ke apartemen dengan jasa pengiriman.
Alfa membuka pintu apartemennya dan mempersilakan Anjani masuk.
"Silakan masuk, istriku." kata Alfa.
Anjani pun tersenyum dan memasuki apartemen yang mulai malam ini akan di tinggali olehnya bersama dengan suaminya tercinta.
Anjani berdiri di depan jendela menikmati pemandangan malam kota Jakarta yang berhias gemerlap lampu. Tiba-tiba Alfa datang menghampiri dan memeluk Anjani dari belakang.
"Gimana sayang, suka gak disini?" tanya Alfa menopangkan dagunya pada ceruk leher Anjani.
"Suka, mas. Makasih ya." kata Anjani membalikkan tubuhnya berhadapan dengan Alfa.
Alfa mengecup bibir Anjani yang kemudian berubah menjadi lumatan bergairah. Anjani menekan tengkuk leher Alfa agar ciumannya semakin dalam.
"Ayo kita lanjutin di kamar." Ajak Alfa yang langsung menggendong Anjani ala bridal.
Dengan pelan Alfa merebahkan tubuh Anjani ke ranjang dan mulai menindihnya.
"I love you, my wife. And I want you tonight." kata Alfa.
"I love you too, hubby." kata Anjani memeluk tubuh Alfa.
__ADS_1
Alfa pun mulai menciumi seluruh wajah Anjani. Mulai dari dahi, pipi, hidung, dagu dan bibir. Ia melumat pelan bibir manis istrinya, ia tak ingin buru-buru seperti malam sebelumnya. Namun usaha Alfa sia-sia karena Anjani membalas ciumannya dengan begitu bergairah. Jadilah ciuman yang pelan dan lembut berubah menjadi sangat intens dan bergairah.