Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Pengantin baru


__ADS_3

Alfa POV


"Barang-barang kamu jangan sampe ada yang ketinggalan, sayang." kataku pada Anjani.


"Iya, mas. Udah semua kok. Ayo pulang." ajak Anjani dengan senyumnya.


Malam ini kami akan chek out dari hotel. Aku akan membawa Anjani pulang ke rumah orangtuaku sebelum nantinya akan ku ajak dia tinggal di apartemen yang sudah aku rencakanan sejak jauh-jauh hari.


Di dalam mobil menuju rumah orangtuaku, kami banyak sekali mengobrol dan bercanda. Senyum manisnya sungguh membuatku gila. Aku benar-benar menggilainya. Anjani, tetaplah bersamaku sampai maut yang akan memisahkan kita. Aku tak berani berjanji untuk selalu membuatmu bahagia, tapi aku berjanji untuk tidak menyerah dengan rumah tangga kita bila hal buruk terjadi. Apapun itu. Aku mencintaimu.


Alfa POV end


"Assalamualaikum, mama papa?" salam Alfa.


Alfa menggandeng tangan Anjani berjalan masuk ke dalam rumah.


"Waaaah, pengantin baru sudah pulang. Papa, ada Al sama Jani nih." teriak Wina.


"Malam, ma." sapa Anjani memeluk dan cipika cipiki dengan Wina.


"Malam, sayang. Gimana, udah di tembus belum gawangnya? Anak mama kuat gak di ranjang?" goda Wina pada menantunya yang membuat Anjani malu.


"Mama kepo banget, deh. Rahasia itu." kata Alfa.

__ADS_1


"Eh, Al sama Jani kok udah pulang? Papa kira bakal betah disana sampe beberapa hari. Hahaha." tawa Andre menggema di ruang tamu.


"Ada yang mau Al sampein sama mama papa. Makanya Al sama Jani pulang cepet." kata Al datar.


"Yaudah, ngomongnya nanti aja. Sekarang kita makan dulu yuk kebetulan udah mama siapin tadi." ajak Wina.


Tidak ada obrolan yang penting di meja makan. Hanya gurauan dan candaan yang terdengar malam itu. Keluarga Wijaya kini benar-benar memiliki satu anggota baru di dalam keluarganya membuat suasana rumah menjadi sedikit berbeda.


"Ma, biar Jani aja yang beresin. Mama istirahat aja." kata Anjani.


"Makasih ya, sayang." kata Wina membelai lembut pipi Anjani.


Andre dan Alfa sudah beranjak dari meja makan dan duduk santai di ruang keluarga.


"Jadi, apa yang mau kamu sampein mas?" tanya Andre.


"Nanti, pa. Tunggu Anjani dulu." kata Alfa.


"Ini di minum tehnya." kata Wina.


"Sayang, duduk sini." kata Alfa menepuk sofa disampingnya. Anjani pun menurut.


"Jadi gini pa, ma. Alfa mau ngajak Anjani tinggal di apartemen Alfa yang di daerah X. Alfa pengen rumah tangga kami mandiri dan gak ngerepotin papa mama." kata Alfa membuat tiga orang yang menyimaknya kaget.

__ADS_1


"Kenapa musti di apartemen, mas? Kenapa gak tinggal disini aja? Biar mama bisa deket terus sama Anjani." ucap Wina dengan sedih.


"Kamu yakin, mas? Lagian kalau kalian disini itu gak ngerepotin kami. Justru kami malah senang. Ya kan, ma?" kata Andre.


"Yakin, pa. Lagi pula apartemennya kan gak jauh dari sini. Malah di tengah-tengah antara rumah papa sama rumah abi Edwin. Jadi kita masih bisa sering-sering main. Ya kan sayang?" tanya Alfa pada Anjani yang sedari tadi terlihat melamun.


"Ah, iya pa. Kita masih bisa sering-sering mengunjungi papa mama dan abi jg karena jaraknya gak terlalu jauh." kata Anjani tersenyum.


"Jadi, kapan mau pindah mas?" tanya Andre.


"Besok mungkin, pa." jawab Alfa singkat.


"Ya udah, kalau gitu malam ini kalian tidur disini kan?" tanya Wina.


"Iya, ma. Dan besok pagi Alfa mau ke rumah abi Edwin berkunjung sekalian ijin ngajak Jani tinggal di apartemen." kata Alfa.


"Okelah kalau begitu. Kami juga gak bisa maksa kalian buat tinggal bareng kami. Kami tau kalian ingin mandiri dan papa mengijinkan." kata Andre


"Makasih, pa." ucap Alfa dengan senyuman.


"Ajak Anjani ke kamar, mas. Kalian segera istirahat." kata Wina.


"Ayo, sayang." kata Alfa berdiri mengulurkan tangannya dan di terima oleh Anjani.

__ADS_1


__ADS_2