
Hari ini Alfa bangun lebih pagi bersiap untuk bekerja sebagai karyawan biasa di perusahaan ayahnya. Jam 06.35 menit Alfa sudah siap dengan setelan kemeja biru yang dipadukan dengan celana bahan warna hitam.
"Ma, Alfa berangkat dulu ya." pamit Alfa
"Kamu gak sarapan dulu, mas? Ngapain sih berangkat pagi banget. Papa kamu aja masih mandi." kata mama Alfa sembari menyiapkan sarapam di meja makan.
"Gak, ma. Ini kan hari pertama kerja. Alfa juga harus nemuin pak firman dulu buat konfirmasi soal kerjaannya Alfa. Alfa pamit, ya. Bilangin papa Alfa berangkat naik motor. Assalamualaikum." pamit Alfa mencium tangan dan pipi mamanya.
"Hati-hati mas bawa motornya." pesan mama Alfa yang hanya di balas anggukan dan senyuman oleh Alfa.
-----------------------------------
Seperti perintah sang papa, sesampainya di kantor Alfa segera menuju ruang HRD untuk menemui pak Firman.
tok tok tok
"Ya, silakan masuk." kata pak Firman dari dalam ruangan.
"Selamat pagi, pak." sapa Alfa.
"Oh, mas Alfa. Silakan duduk mas." kata Firman berdiri dan mempersilakan Alfa duduk.
"Pak Firman, jangan sungkan sama saya. Saya di perusahaan ini kan cuma karyawan biasa." kata Alfa tersenyum.
__ADS_1
"Ya kan bagaimanapun mas Alfa ini putra CEO. hahaha." kata Firman bercanda.
"Ah, lupakan. Jadi, saya harus bekerja di bagian apa pak?" tanya Alfa.
"Sementara ini hanya departemen bisnis yang sedang memerlukan karyawan. Apa mas Alfa tidak keberatan?" tanya Firman.
"it's oke, no problem." jawab Alfa tersenyum.
"Kalau begitu, mari biar saya antar dan kenalkan ke karyawan yang lain." kata Firman mempersilakan.
"Eh, pak tunggu dulu. Saya mau bapak merahasiakan pada karyawan yang lain kalau saya adalah anaknya bapak Andre Wijaya." kata Alfa mencegah Firman keluar ruangan.
"Haaah, ya sudahlah mas. Manut saya sama anak bos. hehehe." kata Firman tertawa.
"Mari saya antar ke departemen bisnis." ajak Firman yang hanya dibalas anggukan oleh Alfa.
Suasana di departemen bisnis sangat sibuk. Beberapa karyawan berlalu lalang melakukan sesuatu yang entah apa Alfa tak tahu. Pak Firman mengajak Alfa memasuki sebuah ruangan dimana Manager Departemen Bisnis bekerja.
"Selamat pagi, Pak Ruly." sapa Firman.
Ruly adalah seorang pria dewasa berumur 30'an. Masih sangat muda dan terlihat sangat baik dalam pekerjaannya. Terlihat dari banyaknya dokumen di mejanya di pagi hari seperti ini.
"Oh, Pak Firman. Selamat pagi. Silakan duduk." kata Ruly.
__ADS_1
"Terima kasih, pak. Ini saya bawa karyawan baru yang kemarin bapak butuhkan. Silakan perkenalkan diri kamu." kata Firman mempersilakan Alfa untuk memperkenalkan diri.
"Selamat pagi, pak. Nama saya Alfarino Zefan saya lulusan Fakultas bisnis di universitas X. Saya seorang fresh graduate, saya mohon bimbingan bapak agar saya dapat bekerja dengan baik di perusahaan ini." kata Alfa memperkenalkan diri. Alfa sengaja tidak menyertakan nama Wijaya di belakang namanya, agar semua karyawan tidak curiga dengan dirinya yang seorang putra pendiri Wijaya Group.
"Baiklah, selamat bergabung di perusahaan ini, ya. Saya harap kamu bisa bekerja dengan baik dan bersedia lembur kalau memang di perlukan. Silakan kamu ke depan, bertemu karyawan bernama Silvi. Dia yang akan menjelaskan detail pekerjaan kamu" jelas Ruly.
"Terima kasih, pak. Saya permisi dulu." pamit Alfa.
Alfa pun keluar dan menemui karyawan bernama silvi yang ternyata seorang asisten manager. Silvi menjelaskan dengan detail pekerjaan yang harus di lakukan Alfa.
"Heh, anak baru. Ini dokumen harus di fotocopy rangkap 10. Cepet gak pake lama. Oh iya, kamu fotocopynya di bawah aja di bagian umum. Fotocopy disini rusak" perintah seorang karyawan senior.
"Masa sih, mas. Kayaknya tadi pagi masih bisa kok." kata Alfa.
"Kamu gak percaya mesin fotocopy sini lagi rusak. Kamu pikir saya bohong? Kamu ke bawah aja, fotocopy di bagian umum sekarang." perintahnya lagi.
"Baik, mas. Permisi." kata Alfa.
Alfa POV
Baru hari pertama kerja udah di bully, bilang mesin fotocopy departemen rusak. Padahal tadi pagi juga gue lihat ada yang fotocopy disana tuh.
Sabar, Al. Inikan bagian dari permintaan loe yang pengen jadi karyawan biasa. Haaaah. (gumam Alfa dalam hati)
__ADS_1
Alfa POV end