
Alfa menuntun Anjani mendekati tempat tidur, ia rebahkan tubuh istrinya di atas kasur dengan pelan dan mulai menindihnya. Alfa menciumi seluruh wajah Anjani dengan lembut kemudian dilanjutkan dengan saling melumat dan menghisap bibir.
"Hmmmm." Anjani melenguh saat ciuman Alfa sudah berpindah di leher jenjangnya. Alfa menghisap leher putih istrinya menciptakan kissmark sebagai tanda kepemilikannya. Tangannya pun tak hanya diam, dia mulai melucuti piyama Anjani dengan pelan dan lembut. Karena bagaimanapun ini adalah pengalaman pertama bagi mereka berdua dan Alfa tidak ingin terlalu terburu-buru dan membuat Anjani tidak nyaman. Kini piyama Anjani tak lagi menempel di badannya dan hanya bra merah muda dan penutup daerah keintimannya dengan warna senada.
Alfa dengan susah meneguk air liurnya menatap dua gundukan besar di balik bra merah muda di depannya. Alfa kembali menyambar bibir Anjani dengan lebih bernafsu, tangannya kini tak lagi di samping tubuh Anjani. Ia selipkan tangan kanannya ke punggung Anjani berusaha membuka pengait bra untuk membebaskan dua gundukan besar di depannya lalu melemparkan bra merah muda itu sembarangan.
Alfa menciumi dan menghisap leher janjang Anjani memberi beberapa tanda kepemilikan. Tangannya sendiri sudah beralih ke salah satu pay*dara Anjani dan meremasnya pelan.
"Hmmmm, mas." Anjani mendesah.
Alfa menurunkan ciumannya ke pay*dara Anjani menghisapnya dan memberi tanda kissmark yang sama seperti di leher Anjani. Alfa ****, menjilat dan menggigit kecil pting paydara merah muda Anjani yang mulai menegang.
"Hhmmm," desahan Anjani tertahan.
"Keluarkan desahanmu sayang, kamu sungguh indah." kata Alfa melepaskan kulumannya sebentar dan beralih ke pay*dara lainnya.
Entah sejak kapan Alfa half naked, dada bidangnya sudah dipenuhi keringat Anjani mengelusnya pelan dada Alfa membuat Alfa mendesah kecil.
"Aaahh...." desah Alfa pelan
Anjani memegang tengkuk Alfa agar mendekat kepadanya. Ia mulai menciumi dagu dan leher Alfa membuat Alfa gelisah menahan hasratnya yang mulai memburu.
Alfa menciumi tubuh indah Anjani intens, ia kecup dan ia jilat pelan kulit mulus istrinya. Hingga kini wajahnya tepat di depan celana dalam merah muda yang masih membungkus daerah paling intim Anjani. Alfa menariknya membiarkan daerah intim itu terbuka.
Anjani memalingkan wajahnya kesamping, menutupi matanya dengan tangan. Wajahnya memerah menahan malu karena suaminya telah melihat sesuatu yang paling Anjani jaga selama ini.
__ADS_1
Alfa menganggat kedua kaki Anjani agar miss V itu bisa ia lihat dengan jelas. Alfa mengelusnya pelan dan mendapatinya sudah basah. Alfa memainkan klit*ris Anjani dengan jarinya membiarkan Anjani merasakan kenikmatan yang lebih.
"Aaaah, mas. Mas Alfa." racau Anjani merasakan kenikmatan dan kenyamanan yang di berikan Alfa.
Alfa memainkan tangannya lebih intens di Miss V Anjani. Ia masukkan satu jarinya ke dalam lubang kenikmatan milik Anjani yang sudah basah. Ia maju mundurkan pelan dan perlahan menjadi lebih cepat.
"Aaah, ah, hmmm, mas.." desah Anjani.
"Iya sayang." kata Alfa sambil menciumi leher Anjani.
Alfa masukkan lagi satu jarinya ke dalam Miss V anjani, kini dua jari yang sudah berada di dalamnya. Benar-benar sempit, pikir Alfa. Alfa maju mundurkan jarinya dengan cepat membuat Anjani menggelinjang merasakan *** untuk pertama kalinya. Alfa menghentikan perlakuannya dan kini wajahnya tepat di depan wajah Anjani.
"Enak gak sayang?" tanya Alfa.
"He'em." jawab Anjani malu.
Alfa memposisikan Mr P nya di depan Miss V Anjani yang sudah basah, menggesek-geseknya pelan tepat di daerah sensitif itu.
"Sayang, nanti pasti akan terasa sakit. Kalau kamu gak tahan, kamu bisa memukul dada mas. Atau kalau kamu membutuhkan pelampiasan rasa sakit, kamu boleh menggigit pundak mas atau mencengkramnya. Oke?" kata Alfa sambil membelai wajah Anjani yang memerah.
Anjani tersenyum mengangguk.
"Ah, sa sakit mas." kata Anjani memegang erat lengan Alfa.
"Tahan ya sayang, sebentar lagi masuk." kata Alfa menciumi wajah Anjani.
__ADS_1
Dengan sekali hentakan masuklah Mr P Alfa ke dalam Miss V Anjani. Sempit sekali. gumam Alfa. Alfa menatap mata istrinya yang sudah mengeluarkan air mata. Ia usah pelan air mata Anjani dan mengecup kening Anjani. Ia membiarkan Anjani untuk terbiasa dengan miliknya yang ada di dalam.
"Masih sakit?" tanya Alfa pelan di balas senyuman dan gelengan oleh Anjani.
Alfa mulai memaju mundurkan miliknya dengan pelan agar tidak menyakiti Anjani.
"Aaahh, mas..." desah Anjani.
"Sebut nama mas, sayang." pinta Alfa.
"Mas Alfa... Aah, ah."
"Iya sayang, mas suka sekali desahanmu. Punya kamu sempit sekali sayang, mas suka." kata Alfa mulai memompa miliknya lebih cepat.
"Aaah, mas. Faster please." racau Anjani kenikmatan.
Alfa mulai memompa lebih cepat miliknya di dalam Miss V Anjani.
"Mas, a aku mau ke keluar." kata Anjani menahan hasratnya.
"Tahan sebentar, sayang. Mas juga mau keluar. Ki kita keluar bareng." kata Alfa dengan nafas tersengal sengal.
"Aaahhhh, mas."
"Aaah, Anjani..." desah mereka bersamaan merasakan kenikmatan yang baru pertama kali mereka rasakan.
__ADS_1
Alfa menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Anjani dengan nafas yang masih tersengal. Ia kecup kening istrinya dengan penuh cinta.
"Terima kasih, sayang. I love you." kata Alfa membelai wajah Anjani dan dibalas anggukan dan senyuman oleh Anjani.