Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Rindu


__ADS_3

*“Aku tidak berani untuk terpaku terdiam menghadapi waktu tanpa memikirkan apapun, karena aku akan selalu terpikir akan dirimu yang berada di kejauhan.”


--------------------------------*


Alva POV


Gak kerasa udah sebulan gue kerja. Segala bentuk bully'an dari senior juga udah gue rasain. Besok, proyek yang gue pegang bakal di presentasikan. Gue jadi deg-deg'an, gimana ya kalau di tolak. Sia-sia dong usaha gue selama ini kerja sampe lembur segala. Mana gue udah sok berani ambil proyek ini lagi. haaaah


Di saat kayak gini, kalau bisa lihat wajah Anjani pasti bakalan sangat membantu. Tiba-tiba gue jadi kangen sama tuh calon bini. Telepon gak ya? Udah lama juga gue gak kabar-kabaran sama dia.


Emm, telpon aja deh.


Alva POV end


Anjani : Hallo, Assalamualaikum


Alfa : Wa'alaikumsalam. Kamu apa kabar?


Anjani : Alhamdulillah baik. Kamu gimana, sehat kan?


Alfa : iya, alhamdulillah. Maaf yakalau akhir-akhir ini aku jarang hubungin kamu.


Anjani : Gak pap Al, aku tau kamu sibuk kerja kok. Aku denger dari Abi kamu ambil proyek yang besar. Iya kah?

__ADS_1


Alfa : Kok Abi bisa tau? Hah, aku jadi makin takut kalau proyeknya gak di terima.


Anjani : Kok takut?


Alfa : Takutlah, kalau gagal nanti Bapak Edwin Putra Natanegara bisa pikir-pikir lagi nerima aku jadi menantu. hehehe


Anjani : Kamu apa-apaan sih, al. Jangan mikir macam-macam deh. Abi bukan orang seperti itu.


Alfa : Iya iya, aku cuma bercanda kok. Tapi tetep aja aku bakal malu sama Abi kalau sampe gagal. Kamu do'ain ya, semoga proyek yang aku ambil bisa lancar.


Anjani : Aamiin, tentu aku selalu do'ain calon suami aku. hehehe


Alfa : Anjani, aku kangen banget.


Anjani : emm, aku juga.


Anjani : Nanti ketemu, ya. Di mimpi. hehehe


Alfa : Rasanya pengen cepet halalin kamu, biar tiap hari bisa lihat wajah kamu.


Anjani : Maka, segerakanlah.


Alfa : Kalau proyekku ini berhasil, kamu mau gak nikah sama aku?

__ADS_1


Anjani : ya.


Alfa : Serius?


Anjani : Ya, tentu saja. Niat baik juga harus di segerakan kan?


Alfa : Tunggu aku, ya.


Anjani : Iya. Al, kamu istirahat gih. Ini udah malem banget. Takutnya besok kamu kesiangan.


Alfa : Iya, istriku. Aku istirahat dulu ya. Good night.


Anjani : Heh, masih calon lhoh.


Alfa : eh iya, lupa. hehehe


Anjani : ya udah kalau gitu, met istirahat calon suami. Assalamualaikum


Alfa : Wa'alaikumsalam.


-----------------------------


Mereka pun menutup teleponnya dengan hati yang sama-sama sendu. Menumpuk rindu yang tiap hari semakin menggunung. Merelakan beban rindu mencekat di hati. Yang kini menjadi candu yang memenuhi fikiran. Hanya do'a yang benar-benar mampu mewakili rasa itu, sampai akhirnya nanti bisa berjumpa.

__ADS_1


Anjani berdiri di atas balkon kamarnya, memandangi gemerlap bintang yang hampir setiap malam menemaninya melawan rasa rindu terhadap sosok yang sudah terpaku di dalam hatinya.


"Ya Allah, bila Engkau izinkan hadirkan dia di mimpiku malam ini." pinta Anjani seraya menatap langit.


__ADS_2