Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Sedikit Sial


__ADS_3

Kesiangan, yah. Pagi ini Alfa bangun terlalu siang, padahal ia telah ada janji bimbingan skripsi dengan dosennya. Setelah mandi dan bersiap, ia pun buru-buru berangkat menuju kampus meninggalkan sarapan yang telah tersedia untuknya di meja makan.


"Mamaaaa, Al berangkat dulu." pamit Al sambil berteriak.


"Mas, sarapan dulu. Udah mama siapin itu." sambil berjalan menghampiri Alfa.


Namun yang dihampiri ternyata sudah masuk ke dalam mobilnya.


"Sorry, mama sayang. Al kesiangan, dah ada kencan sama dosen buat bimbingan. Bye mah, love you." kata Al dari balik kemudi.


Sesampainya di kampus Alfa segera memarkirkan mobilnya, kemudian berlari menuju ruang dosen pembimbingnya.


Sesampainya di depan ruang dosen,


"Al, lo nyari bu Anna?" tanya salah seorang mahasiswa, teman seangkatan Alfa.


"Iya, ada kan orangnya?" tanya Alfa kembali.


"Lah, telat lo. Baru aja pergi habis gue bimbingan tadi." jawab si mahasiswa.


"Shittt, gimana mau selesai ni skripsi kalau tiap mau bimbingan tuh dosen ilang mulu. Makasih ya, bro." kata Alfa sambil menepuk bahu si mahasiswa.


Alfa : Fa, lu dimana?


Fafa : Di kantin pusat. Lu kesini aja, dal. Ada Abbas sama Bayu juga disini.

__ADS_1


Alfa : Okey


Alfa pun menutup teleponnya.


Sesampainya di kantin,


"Woy, dal. SINI !!!" teriak Abbas sambil melambaikan tangannya.


Alfa pun menghampiri mereka.


"Sial banget gue hari ini." curhat Alfa


"Ngapa dah, dateng - dateng langsung begitu." tanya Bayu.


"Kesiangan gue, padahal dah ada janji bimbingan. Sial banget, mana susah lagi janjian sama tu dosen atu." kata Alfa sambil mengacak rambutnya frustasi.


"Haiiiishh," dengus Alfa sambil menarik minuman Fafa.


"Woooyyy," cegah Fafa


Tanpa menggubris kata-kata Fafa, Alfa beranjak menuju stand penjual makanan di kantin. Ia baru sadar kalau belum sarapan karena kesiangan dan kini perutnya mulai berontak minta diisi.


Setelah menerima pesanannya, Alfa pun dengan lahap memakannya. Tanpa memperdulikan obrolan para sohibnya.


Namun sesaat, sebuah pemandangan membuatnya seketika berhenti mengunyah makanannya.

__ADS_1


Ah, cewe manis itu. Dia kuliah disini ternyata. guman Alfa tanpa mengalihkan perhatiannya.


"Gue duluan, ya. Bentar lagi ada kelas." pamit Bayu.


"Bareng, bay. Gue juga soalnya." kata Abbas


Kini di meja mereka tinggallah Alfa dan Fafa si polos.


"Dal, lu habis ini lanjut kuliah lagi apa langsung ambil alih perusahaan keluarga lu?" tanya Fafa.


Eh buset, tumben amat ni anak polos atu tanya nya serius begini. gumam Alfa


"Belum tau gue, emang napa?" tanya Alfa


"Gue bingung, di suruh mami lanjut kuliah di luar negeri. Katanya biar gue belajar mandiri. Kenapa ya, padahal juga gue udah mandiri. Makan sendiri, tidur sendiri, mandi sendiri, berangkat kuliah juga sendiri. Kog mami gue mikirnya gue belum mandiri ya?" kata Fafa sambil menopang dagu berasa cute.


"Halah, mandiri apaan. Orang dikit-dikit juga masih mami, mami, mami." Kata Alfa penuh kejujuran.


"Ah, lu mah dal. Malah gitu. Dah, gue mau ke kamar mandi kebelet. Kalau nanti lu kangen WA aja ya. Bye" kata Fafa sambil kiss bye ke arah Alfa.


Gila tuh bocah, merinding gue. gumam Alfa


Sesaat kemudian perhatiannya teralihkan mencari sosok cewe manis yang dia lihat tadi. Tapi sayang, Alfa kehilangan jejaknya.


Saat akan meninggalkan kantin, Alfa menghampiri meja yang tadi gunakan oleh si cewe manis. Di lihatnya ada buku catatan kecil bewarna merah muda yang dia yakini milik si cewe manis.

__ADS_1


Buku cewe manis nih kayaknya, aku bawa aja dah. Dari pada ilang, sapa tau kapan-kapan ketemu lagi. Gumam Alfa


__ADS_2