
Alfa berkali-kali membolak balikkan laporan proyek yang sedang dijalankannya sembari menghirup oksigen dalam-dalam dan menghembuskannya dengan keras. Bagaimanapun ia ingin presentasi proyek yang telah dirancangnya dapat memuaskan para pimpinan agar dia bisa segera meminang gadis pujaannya.
10 menit
30 menit
dan kini hampir 1 jam dia dan peserta rapat lain menunggu orang penting yang tidak diketahui siapa.
"Baik semuanya, Bos akan segera datang maka silakan untuk mempersiapkan presentasinya." kata Ruly yang merupakan manager Alfa.
tap
tap
__ADS_1
tap
Suara langkah kaki yang beriringan terdengar begitu keras, pintu ruang rapat pun terbuka.
"Selamat siang, semua. Maaf karena menunggu lama. Silakan, langsung saja presentasinya." ucap Andre Wijaya CEO Wijaya Group yang juga adalah papa Alfa.
"Kok tumben, ya. Presentasi pengajuan proyek aja nyampe si Bos sendiri yang dateng." bisik-bisik para peserta rapat.
"Kok papa kesini sih, sengaja nih pasti?" gumam Alfa keheranan.
Alfa pun melakukan presentasinya dengan sangat lancar. Semua pertanyaan yang di ajukan para pimpinan dan juga CEO yang merupakan papanya dia jawab dengan percaya diri dan penuh keyakinan.
"Baiklah, setelah mendengarkan presentasi dan jawaban kamu atas semua pertanyaan tadi maka hasil musyawarah bersama maka proyek ini saya ACC. Silakan proyek ini dikerjakan. Sekalian saja, selagi saya disini saya akan memperkenalkan putra saya yang akan menjadi direktur di perusahaan ini." kata Andre yang mengagetkan para peserta rapat.
__ADS_1
"Alfarino Zefan Wijaya, putra tunggal saya yang beberapa bulan ini bekerja di Departemen Bisnis dan juga yang mengajukan proyek yang baru saja di presentasikan. Sejak awal seharusnya dia menempati jabatan yang sudah saya siapkan sejak lama untuknya, tapi dengan keras kepalanya yang kini justru membuat saya sangat bangga dia malah memilih untuk memulai karirnya untuk menjadi karyawan biasa. Walau baru beberapa bulan memulai, pencapaian ini benar-benar luar biasa, benar bukan bapak ibu direksi yang saya hormati? " tanya Andre yang di balas anggukan para direksi.
Alfa kaget tak percaya, dia kira orang-orang tua di depannya adalah para calon investor dan atasan di departemennya. Tapi ternyata sebagian besar dari mereka adalah para direksi. Pantas saja banyak sekali yang hadir, padahal hanya untuk presentasi proyek, pikir Alfa.
Alfa menghampiri sang papa dan memberi isyarat meminta ijin untuk bicara.
"Sebelumnya terima kasih atas kehadiran dan kesediaan para direksi untuk menerima presentasi proyek yang sedang saya jalankan. Awalnya saya sendiri bingung kenapa saya yang seorang karyawan biasa dan masih junior di minta untuk bertanggung jawab dengan proyek ini namun dari proyek ini saya benar-benar belajar hal-hal yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan. Untuk kedepannya saya mohon dukungan dan bimbingannya kepada semuanya. Sekali lagi, terima kasih." kata Alfa.
Para peserta rapat pun berdiri dan memberikan selamat kepada Alfa atas pencapaian dan jabatan barunya.
Alfa berjalan beriringan dengan sang papa, dan sang papa dengan bangga merangkul pundak Alfa dengan erat.
"Papa bangga sama kamu, mas." kata Andre.
__ADS_1
"Makasih, pa atas kesempatan yang sudah papa berikan. Al akan berusaha sebaik mungkin untuk mengemban tanggung jawab sebagai direktur." kata Alfa tersenyum.
"Tentu, kamu harus berusaha. Tapi kamu tenang saja, nanti para direksi akan mengajarimu asal kamunya tidak malu untuk bertanya." kata Andre mengelus rambut Alfa dan di balas senyuman oleh Alfa.