
Alfa dan Anjani duduk di bangku sebuah taman. Alfa dengan hati-hati mengoleskan salep yang di dapat dari klinik saat mengantar Anjani berobat. Dengan lembut Alfa meratakan salep di pergelangan tangan Anjani yang makin membiru.
"Maafin gue ya." kata Alfa memecah keheningan.
"he'emm." jawab Anjani hanya dengan berdemen.
"Gue gak suka lihat loe deket sama cowo lain. Gue gak tau kenapa, tapi hati gue rasanya bener-bener sakit lihat tangan loe tadi di pegang-pegang cowo lain." kata Alfa masih menggenggam tangan Anjani.
"Kamu cemburu?" tanya Anjani.
"Gue gak tau." jawab Alfa menundukkan wajahnya. Ia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi dengan perasaannya. Kenapa ia jadi begitu posesif pada Anjani, sampai tidak rela dia dekat dengan pria lain.
"Ayo makan, loe harus minum obat. Habis itu gue anter loe pulang." Ajak Alfa.
"Aku harus balik ke kampus. Kerjaan aku di festibal belum selesai." kata Anjani lirih.
__ADS_1
Alfa pun mendengus kesal karena Anjani masih saja memikirkan festival gak guna sementara keadaan dia sendiri sedang tidak baik. Namun siapalah Alfa, hanya tunangan yang tidak bisa terlalu mengatur-ngatur segala kegiatan Anjani.
"Ya udah, nanti gue anter. Yang penting sekarang kita makan dulu." kata Alfa.
Setelah makan, Alfa benar-benar mengantarkan Anjani kembali ke kampus walau sebenarnya tidak ikhlas. Karena ia ingin wanita itu pulang dan istirahat dengan baik. Sesampainya di kampus, Alfa tak henti-hentinya mengikuti kemanapun Anjani pergi seperti anak ayam. Teman-teman Anjani yang melihat Alfa selalu berjalan di belakangnya pun heran, namun tidak berani bertanya.
"Kamu sampe kapan mau ngintilin aku kayak gini?" tanya Anjani.
"Sampe loe mau pulang sama gue." jawab Alfa datar.
Alfa diam, kemudian menghampiri salah satu mahasiswa yang juga menjadi panitia seperti Anjani.
"Sorry, ketua panitianya ada dimana?" tanya Alfa.
"Oh, itu kak. Yang berdiri di depan stand pendidikan." jawab di mahasiswa menunjuk si ketua panitia. Tanpa basa basi Alfa pergi menghampiri si ketua panitia, pria tinggi yang terlihat cool tapi tak setamvan dirinya.
__ADS_1
"Ah, ternyata dia ketua panitia." gumam Alfa setelah meneliti ternyata si ketua panitia adalah pria yang memegang-pegang tangan tunangannya.
"Hai, bro. Gue mau minta ijin bawa Anjani pulang. Tangannya memar dan sedikit bengkak, jadi gue gak mau dia capek kerja-kerja berat. Gue pengen dia istirahat." kata Alfa.
"Oh, iya bro gak papa. Lagian acarnya juga udah mau selesai. Btw, loe yang tadi tiba-tiba narik Anjani kan? Loe siapanya Anjani?" tanya Dion penasaran.
"Loe gak perlu tau gue siapa. Yang penting gue peringatin loe, jangan terlalu deket sama Anjani. Dia udah punya tunangan." kata Alfa memperingatkan. Alfa bukanlah cowo bebal, dia tahu kalau dion menyimpan rasa pada Anjani terlihat dari sorot matanya saat menyebut nama wanita itu. Alfa pun bergegas meninggalkan Dion dan menghampiri Anjani.
"Ayo pulang." Ajak Alfa menggenggam tangan Anjani.
"Aku gak bisa pulang sekarang, al." kata Anjani menolak.
"Gak papa, gue udah ijin sama ketua panitia loe. Dan dia ngijinin. Dah, jangan bantah kita pulang sekarang." kata Alfa.
Anjani pun mengambil tas selempangnya dan membiarkan Alfa menggandeng tangannya menuju tempat mobil Alfa di parkirkan.
__ADS_1