Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Perjodohan ?


__ADS_3

"Ya ampun, calon mantu mama cantik banget pa." kata mama Alfa spontan. Otomatis membuat Alfa dan Anjani kaget keheranan.


"hahaha, mama frontal banget sumpah. Tuh lihat, muka anak-anak jadi kaget begitu." kata papa Alfa.


"Sini sayang, Abi kenalkan. Ini om Andre dan tante Wina istrinya. Mereka sahabat abi dan itu anak mereka namanya Alfa." jelas Edwin pada putrinya.


"Salam kenal, om dan tante. Saya Anjani, putrinya Abi Edwin." kata Anjani sambil menyalami papa dan mama Alfa. Sedangkan Alfa? jangan tanya, keberadaannya hanya di acuhkan oleh Anjani.


"Udah kan perkenalannya, yang penting-penting dk bahas nanti saja. Sekarang makan dulu, keburu dingin nanti." Ajak papa Alfa.


Mereka pun menikmati hidangan yang sudah tersaji di atas meja. Sesekali Alfa melirik Anjani yang masih mengacuhkan keberadaannya. Setelah selesai dengan makan malam, dimulailah perbincangan yang akan mulai serius.


"Mas, papa sebenernya ngajak kamu kesini. Terus makan malam bareng sahabat papa dan putrinya karena ada maksud yang lain. Papa dan om Edwin berencana menjodohkan kamu dan Anjani putrinya om Edwin." Kata papa Alfa memulai obrolan.


"Hah? apa pa? di jodohin? Ya ampun, Edwin bukan Siti Nurbaya pa." kata Edwin menimpali.


"Abi, ini beneran? Masa Jani dijodohin?" tanya Anjani pada Edwin.

__ADS_1


"Iya sayang, kamu gak keberatan kan?" tanya balik Edwin pada putrinya. Tapi Anjani hanya diam.


"Sayang, Anjani gak mau ya jadi menantu tante? Padahal tante udah seneng banget sama Anjani." kata mama Alfa sambil berekspresi sedih.


"Mas, papa gak menerima penolakan. Perjodohan ini juga demi kebaikan kamu kok. Dari pada kamu salah pilih pasangan, yang sangat mungkin hanya suka dengan harta kamu nantinya. Lagian, sekarang kamu jomblo kan" kata papa Alfa


"Sa Allah, pa. Pake acara bawa-bawa status jomblo lagi." dengus Alfa.


"Abi, om dan tante. Jani boleh ngobrol sebentar berdua sama Alfa di luar gak?" tanya Anjani.


"Boleh, sayang."Jawab Edwin.


Di luar,


"Ada apa ngajak gue keluar?" tanya Alfa.


"Kamu gimana? mau di jodohin sama aku?" tanya Anjani sambil menunduk.

__ADS_1


"Loe sendiri gimana?" tanya balik Alfa sambil menatap langit.


"Aku gak bisa nolak permintaan Abi. Karena cuma dia satu-satunya orang yang aku punya." kata Anjani berkaca-kaca.


"Loe yakin?" tanya Alfa yang sudah mengalihkan pandangan pada gadis di sampingnya.


"Iya," jawab Anjani singkat.


"Ya udah, ayo masuk." ajak Alfa.


Sebelum Anjani lebih banyak bertanya lagi, Alfa sudah menarik tangan gadis itu berjalan kembali menuju ruangan.


"Pa, ma, om. Kami setuju dengan perjodohan ini." kata Alfa yang sontak membuat Anjani memandangnya kaget dan justru di sambut bahagia oleh para orangtua.


"Alhamdulillah," syukur Edwin sambil memandangi sepasang muda mudi di depannya.


"Berarti jadi, ya. Tunangannya nanti dua minggu lagi." kata mama Alfa.

__ADS_1


"Lah, kok cepet banget ma?" tanya Alfa yang sudah kembali duduk di kursinya.


"Lebih cepat, lebih baik." Jawab papa Alfa santai. Setelah mendengar persetujuan dari Alfa dan Anjani para orangtua pun saling berdiskusi tentang rencana pertungangan yang akan dilaksanakan 2 minggu lagi.


__ADS_2