
Anjani POV
Olivia? dia kah mantan Alfa yang pernah di bahas oleh Abbas tempo hari? Kenapa dia disini?
Ya Allah, sesak rasanya saat mendengar Olivia berkata pada Alfa bila ia masih sayang dan ingin kembali. Mataku sudah mulai panas dan perih menahan agar air di mataku tidak jatuh. Aku tak berani menatap Alfa, aku takut jawabannya akan melukai hatiku.
"Gue emang udah maafin loe. Tapi bukan berarti gue nerima loe lagi. Gue sayang sama cewe yang ada di depan gue sekarang, calon istri gue. Jadi gue mohon, loe jangan ganggu gue lagi." kata Alfa.
Kata-kata Alfa sontak membuatku menatapnya. Aku sungguh masih tidak percaya dengan apa yang di katakan laki-laki di depanku ini. Oh, kenapa dia tersenyum seperti itu padaku? Senyumnya seolah mengatakan bahwa ia sungguh-sungguh dengan kalimat yang baru saja dia ucapkan.
"Sayang, kamu udah selesai makannya?" tanya Alfa.
deg
deg
deg
"U uudah, al." jawabku gugub karena di panggil sayang.
Tunggu dulu, dia panggil aku sayang? Benarkah? Apa aku salah dengar ya.
Alfa tersenyum dan meraih tanganku. Ya Allah, jantung ini benar-benar seperti drumband saja. Bagaimana kalau sampai Alfa mendengarnya?
Anjani POV end
__ADS_1
Alfa menggenggam tangan Anjani begitu erat seolah takut gadis itu pergi. Barulah ketika sampai di depan mobil ia melepaskan genggamannya.
"Anjani, kamu gak mau nanya sesuatu gitu sama aku?" kata Alfa tetap fokus mengemudikan mobil.
"Eh, iya Al. Kenapa?" tanya Anjani kelabakan karena melamun sedari tadi.
"Kamu gak mau nanya sesuatu gitu sama aku?" tanya Alfa sambil melirik Anjani
"Kamu aku? hehehe" kata Anjani dengan tawa.
"Kenapa ketawa? emang gak boleh manggil kamu aku? Kamu sendiri dari awal kan manggilnya kamu aku. Masa sekarang aku gak boleh?" tanya Alfa serius.
"Bukan gitu, Al. Ini pertama kalinya kamu mau panggil dengan kata kamu aku. Biasanya kan loe gue. hehehe" jawab Anjani dengan menunjukkan senyumnya.
blush
Pipi Anjani seketika memerah mendengar kata nikah yang Alfa ucapkan.
Karena merasa tidak mendapatkan tanggapan Alfa pun melirik Anjani, ia tersenyum melihat pipi gadisnya yang sudah memerah.
"jadi, kamu gak mau nanya apa-apa gitu ke aku?" tanya Alfa lagi.
"Emm, gak kok. Gak ada yang perlu aku tanyain." jawab Anjani masih menunduk malu.
"Olivia itu mantanku pas SMA. Dulu aku sama dia pacaran 2 tahun, terus putus karena dia selingkuh. Sejak saat itulah aku gak ada komunikasi lagi sama dia. Aku ngomong ini sama kamu, karena aku ngerasa kamu berhak tau. Biar nanti gak ada salah paham di antara kita." kata Alfa menjelaskan.
__ADS_1
"Iya, al. Makasih ya, udah mau jujur sama aku." kata Anjani tersenyum menatap Alfa. Alfa pun menoleh dan membalas senyum Anjani.
Alfa mengantar Anjani terlebih dahulu. Perjalanan pulang kali ini dirasakan begitu singkat bagi mereka. Mereka merasa waktu berlalu begitu cepat dan membuat mereka enggan untuk berpisah walau hanya satu malam. Karena di pastikan esok mereka pasti akan bertemu lagi entah itu di kampus atau dimana saja.
"Al, kamu gak pengen mampir dulu?" tanya Anjani sambil membuka seatbelt.
"Lain kali aja, ya. Mama nyuruh cepet pulang soalnya. Salam buat Abi." kata Alfa.
"Oke deh, salam juga ya buat mama sama papa." kata Anjani tersenyum lalu segera membuka pintu mobil.
Belum sampai pintu mobil terbuka, Anjani merasa lengannya di tahan oleh Alfa dan sontak ia pun menoleh.
"Anjani, Will you marry me?" tanya Alfa membuat Anjani merubah posisi duduknya menghadap Alfa.
deg
deg
deg
"Kita kan udah tunangan, Al. Ngapain kamu tanya lagi?" tanya Anjani berusaha menormalkan detak jantungnya.
"Kita tunangan karena perjodohan orangtua kita. Sedangkan sekarang aku melamarmu untuk jadi istriku, karena keinginanku sendiri. Aku ingin kita menikah karena kita memang menginginkannya, bukan karena ingin menuruti perjodohan orangtua. Aku sayang kamu, jani. Aku pengen hari-hari ku di masa depan selalu dengan kamu. Bangun tidur lihat kamu, sarapan lihat kamu, berangkat kerja di antar kamu sampai depan pintu, pulang kerja di sambut kamu dan mau tidur juga ada kamu. Jadi, Anjani Putri Natagerara will you marry me?" kata Alfa dengan mata teduh penuh cinta. Ya, laki-laki ini sudah jatuh ke dalam pesona Anjani yang lembut dan menenangkan. Ia melamarnya kembali, memulai lagi hubungan yang dulu hanya sebuah rencana dari orangtua mereka. Ia benar-benar ingin menikahi gadis itu atas keinginannya sendiri, dan ia pun berharap gadisnya pun demikian. Menerima pinangannya, karena keinginannya sendiri.
"yes, I will." jawab Anjani dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1