Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Ijazah lalu ijab sah


__ADS_3

Hari ini adalah hari penting bagi Alfa, karena hari ini akhirnya dia akan di wisuda setelah 4 tahun mengikuti perkuliahan. Sejak pagi Alfa sudah siap dengan setelan jas hitam yang di padukan dengan kemeja silver dan dasi hitam bercorak. Ia tampak gagah dan tampan.


"Mas, ayo berangkat. Nanti telat." teriak Wina.


"Iya ma, ayo berangkat." kata Alfa menghampiri kedua orangtuanya.


Berbagai prosesi wisuda sudah berakhir. Alfa yang sedari turun dari panggung untuk prosesi pemindahan tali toga begitu fokus dengan handphonenya. Ia menunggu pesan dari Anjani yang sejak semalam tak ada kabar. Di luar gedung ia menyusuri berbagai arah mencari gadisnya, tapi tetap saja tidak ia temukan.


Bhukkk,


"Woy, dal. Sial loe. Dari tadi kita cariin." kata Abbas setelah memukul bahu Alfa.


"Iya, dicariin dari tadi juga. Ayo kita foto bareng." ajak Fafa.


"Yaelah, kayak bocah ae loe pada. Ayo lah, cepet. Bay, sini buruan." kata Alfa.


Bayu yang tadi sedang berbincang dengan orangtua Alfa pun segera menghampiri para sohibnya. Mereka pun meminta tolong salah satu adek tingkat untuk menjadi tukang foto dadakan mereka.


cekrek


cekrek

__ADS_1


cekrek


Mereka begitu asik berfoto dengan berbagai gaya, sampai pada akhirnya seseorang datang.


"Alfa." panggil Anjani yang sudah berdiri dengan sebouquet bunga di samping orangtua Alfa.


Si empunya nama pun menoleh dan berlari menghampiri dengan senyuman dan meninggalkan para sohibnya yang masih asik berfoto.


"Kamu dari mana aja?" tanya Alfa.


"Maaf, dari semalem handphone aku mati. Gak tau kenapa gak bisa dinyalain lagi. Kayaknya rusak deh. hehehe." jawab Anjani dengan cengiran.


"Syukurlah, aku kira kamu kenapa-kenapa. Aku khawatir." kata Alfa membelai pipi Anjani dan Anjani pun tersenyum.


"Makasih sayang." kata Alfa menerima bouquet bunga dari Anjani dengan senyuman.


Orangtua Alfa yang melihat kedekatan Alfa dan Anjani tersenyum senang. Membuat mereka menjadi lebih yakin untuk segera mengesahkan keduanya.


"Ehem, pah gimana kalau setelah Alfa dapat ijazah langsung ijab sah aja. Mama gak sabar pengen gendong cucu nih." kata Wina mangagetkan Alfa dan Anjani.


"Hah?" ucap Alfa dan Anjani bersamaan.

__ADS_1


"Boleh tuh, mah. Nanti biar papa omongin lagi sama Edwin deh." kata Andre dengan senyum menggoda Alfa dan Anjani.


"Pa, ma. Apaan sih, bisa diomongin nanti kalau soal itu. Nih lihat calon mantu papa sama mama pipinya udah semerah tomat." kata Alfa menunjuk pipi Anjani.


"Ih, apaan sih kamu." kata Anjani memukup bahu Alfa.


"Aduh, sakit tau. Orang emang bener merah kok." kata Alfa mentoel toel pipi Anjani.


"Iiiiiiiih, Alfa." teriak Anjani.


"Hahahahaha."


Orangtua Alfa yang melihat kelakuan keduanya pun hanya tertawa.


"Woy, kalian. Gue balik dulu ya. Salam buat Bokap nyokap kalian dari Alfa yang tamvan ini." pamit Alfa pada para sohibnya.


"Narsis banget anjir." kata Abbas.


"Besok kumpul di basecame ya. Kita rayain kelulusan kita." ajak Bayu.


"Besok gue bawain makanan yang banyak deh." kata Fafa.

__ADS_1


"Siplah, gue duluan ya." kata Alfa meninggalkan para sohibnya.


__ADS_2