Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Hari pertunangan


__ADS_3

Malam ini adalah waktu yang di tunggu-tunggu oleh dua keluarga. Keluarga Wijaya dan keluarga Natanegara karena malam ini kedua keluarga akan mengikat tali pertunangan untuk putra putri mereka.


Alfarino Zefan Wijaya putra dari Andre Wijaya dan Wina Wijaya dengan Anjani Putri Natanegara putri dari Edwin Putra Natanegara dan Andita Lestari Natanegara (alm).


Acara pertunangan di selenggarakan di salah satu ballroom hotel bintang 5 di Jakarta karena bagaimana pun Wijaya Group dan NN group (perusahaan milik edwin) bukan perusahaan yang boleh di bilang kecil. Banyak sekali tamu undangan, dari relasi perusahaan bahkan para pejabat pun beberapa terlihat hadir di acara pertunangan ini.


Di sisi lain, terlihat Alfa yang tampan dengan setelan jas bewarna abu tua yang di padukan dengan kemeja bewarna biru dongker dan dasi bewarna senada dengan setelan jasnya. Sedangkan Anjani sudah sangat cantik dengan gaun sederhana bewarna Abu muda dengan manik-manik di bagian lengan dan pinggang. Di balut dengan jilbab sederhana, Anjani terlihat sangat menawan.


"Nah, hadirin semuanya. Sekarang kita sampai pada inti acara pada malam hari ini yaitu tukar cincin antara Alfarino dan Anjani." kata MC


Tanpa banyak kata, Alfa menyematkan cincin cantik yang telah mereka pilih tempo hari ke jari manis Anjani. Anjanipun tersenyum kemudian memakaikan juga cincin ke jari manis Alfa.


Setelah acara tukar cincin, tamu undangan oun disuguhkan dengan acara hiburan dan menikmati sajian yang telah di siapkan si empunya acara.


"Weh, dal. Selamat yee, gila lu yang gak pernah kelihatan jalan sama cewe malah dah dapet jodoh duluan." seru Abbas sembari menyalami sohibnya.


"Makasih, sob." jawab Alfa dengan senyum.

__ADS_1


"Selamat ya, sob. Semoga lancar lah nanti sampe hari H." kata Bayu.


"Aamin, makasih ya." jawab Alfa sembari memeluk bayu.


"Dal, makanannya enak. Sampe nambah gue." kata Fafa polos yang membuat Anjani tertawa pelan sembari menutup mulutnya dengan tangan. Fafa pun di hadiahi jitakan dari Abbas dan lirikan tajam dari Alfa dan Bayu. Sungguh mereka tak habis pikir dengan kepolosan satu sohibnya itu.


"Oh iya, dal. Lu gak mau gitu ngenalin cewe manis di samping lu ini?" tanya Abbas genit.


"Rese lu, biasa aja tingkah lu. Calon bini gue ini." jawab Alfa.


"Anjani, mereka ini sohib-sohib gue. Yang ini Abbas, yang ini Bayu dan yang polos itu namanya Fafa." Jelas Alfa memperkenalkan para sohibnya.


Mereka pun saling berkenalan, Anjani tidak menyangka jika Alfa memiliki sahabat yang unik, lain dari pada yang lain. Abbas yang genit, Fafa yang polosnya super dan yah, ada satu yang agak normal yaitu Bayu.


Rangkaian acara pun selesai, banyak dari tamu undangan sudah meninggalkan tempat. Yang tersisa hanya beberapa relasi orang tua yang masih membahas soal bisnis.


Alfa memperhatikan Anjani yang duduk sambil memijit kakinya.

__ADS_1


"Capek?" tanya Alfa.


"Iya, sedikit." jawab Anjani dengan senyum.


"Loe dah makan belum?" tanya Alfa lagi yang hanya di balas gelengan oleh Anjani.


"Bentar, gue ambilin." kata Alfa bergegas meninggalkan Anjani.


Sesaat kemudian, Alfa kembali membawa sepiring makanan dan segelas minuman.


"Nih, makan." kata Alfa menyodorkan makanan dan minuman di tangannya. Anjani pun menerimanya dengan senyum.


"Terima kasih. Kamu gak makan?" tanya Anjani.


"Udah, tadi. Cepet makannya, nanti gue anter pulang. Kayaknya orangtua kita masih sibuk." kata Alfa.


"Iya," jawab Anjani singkat.

__ADS_1


Setelah selesai dengan makanannya, Anjani dan Alfa pun pamit dengan orangtua mereka. Alfa meminta ijin kepada Edwin untuk mengantar Anjani pulang terlebih dahulu karena di lihatnya Edwin masih sibuk dengan beberapa relasi bisnisnya. Dan Edwin pun mengiyakan.


__ADS_2