
18++
"Sayang, mama papa dan abi pulang dulu ya. Kalian pasti capek, kalian bisa langsung istirahat di kamar hotel yang sudah mama pesenin. Baju ganti juga udah mama siapin." kata Wina kepada anak dan menantunya.
"Oke, ma. Makasih ya." kata Alfa.
"Makasih aja nih?" tanya Andre jahil.
"Iya, masa cuma makasih." kata Edwin menimpali.
"Lha terus kalau bukan terima kasih terus apa dong abi, papa?" tanya Anjani mulai serius.
"hahahaha" tawa Andre dan Edwin.
"Kasih kami cucu, ya." bisik Wina kepada anak dan menantunya.
Wajah Anjani memerah dan ia pun menunduk malu dengan permintaan para orangtuanya. Sedangkan Alfa sudah panas saja yang dirasakan.
"Ah, apaan sih. Dah pada pulang sana." kata Alfa sebal.
"Halah, pake ngusir-ngusir. Bilang aja kalau udah gak tahan. Ya kan, win." kata Andre menggoda dan berjalan cepat meninggalkan Alfa dan Anjani yang di ikuti wina dan Edwin.
Setelah para orangtua pulang, Alfa bergegas mengajak Anjani untuk ke kamar hotel yang telah dipesankan orangtuanya.
Di dalam kamar hotel.
"Sayang, kamu mau mandi dulu?" tanya Alfa lembut.
__ADS_1
"I iya, mas. Aku duluan ya yang mandi." kata Anjani bergegas menuju kamar mandi.
Anjani POV
Untung saja gaun ini mudah di lepas, kalau susah bisa-bisa adegan di film-film bakal aku ikutin jadi kenyataan. gumam Anjani.
Anjani POV end
Sembari menunggu Anjani selesai dengan acara mandinya, Alfa meraih kado dari Fafa yang sebelumnya ia letakkan di atas nakas. Dia penasaran kado apa yang di berikan oleh sohib polosnya itu.
"Anjiiiiir, tuh anak tau dari mana barang beginian. Di kiranya anu gue loyo apa ya, pake di kasih ginian." kata Alfa pelan. Ternyata Fafa memberikan beberapa kotak mag*c tissue kepada Alfa. Alfa segera menyembunyikan barang mesum itu sebelum Anjani memergokinya.
Tak lama kemudian Anjani keluar kamar mandi dengan piyama couple yang telah disiapkan sang mama mertua. Dan berjalan menghampiri Alfa.
"Mas mandi dulu ya. Kamu jangan tidur duluan." kata Alfa berbisik yang membuat Anjani blushing.
"Apakah malam ini hal ITU akan terjadi?" gumam Anjani dalam hati sambil meremas ujung baju piyamanya.
Tak butuh waktu lama bagi Anjani untuk sadar dari lamunannya. Ia bergegas menghampiri meja rias menyisir rambut panjangnya dan membiarkannya terurai. Apapun yang akan terjadi malam ini, aku harus siap. pikir Anjani.
Alfa keluar dari kamar mandi, memandangi Anjani yang duduk menunduk di ujung tempat tidur kemudian menghampirinya. Alfa mengangkat lembut dagu Anjani, menuntun wajahnya agar tegak agar bisa dipandangnya dengan mudah.
"Sayang kenapa?" tanya Alfa lembut.
"Eng Enggak papa, mas." kata Anjani terbata.
"Gak kenapa-kenapa kok nunduk terus dari tadi." kata Alfa dan Anjani hanya diam.
__ADS_1
"Kita gak akan melakukannya kalau memang kamu belum siap, sayang. Mas gak akan memaksamu. Walau sebenernya mas udah pengen banget sih. hehehe." kata Alfa diiringi tawa singkat.
"Gak kok mas, itu hak kamu. Dan aku siap kapanpun kamu mau." kata Anjani tersenyum.
"Beneran? Katanya nanti pasti sakit lhoh." kata Alfa menggoda.
"Hehe, emang sesakit apa? Sampe bikin masuk Rumah Sakit kah?" tanya Anjani pura-pura polos.
"Ya gak juga sih. Tapi mas pengennya gak cuma 1 ronde. Emang kamu siap?" tanya Alfa menggoda lagi.
"Hehe, kita coba dulu seronde ya." kata Anjani cengengesan.
"Gak usahlah kalau cuma seronde. Nanti kalau tiba-tiba mas ketagihan terus gak kamu kasih mas bisa-bisa kecewa." kata Alfa sambil memanyunkan mulutnya berniat menggoda.
"Yah, kok ngambek sih mas. Ya udah deh terserah mas aja. Aku ngikut, jadi mas gak boleh ngambek lagi." kata Anjani takut kalau Alfa benar-benar ngambek.
"Serius?" tanya Alfa memastikan.
"Iya sayang." kata Anjani tersenyum.
Dengan sigap Alfa menarik tangan Anjani, mendekatkan badan mereka sehingga tidak ada jarak sama sekali diantara mereka berdua. Alfa mencium bibir Anjani yang kini telah menjadi candunya. Melumatnya dan sesekali mengulumnya dengan nafsu. Anjani pun tidak hanya diam nemerima ciuman Alfa. Ia membalasnya dengan menyeimbangi permainan Alfa, tangannya ia eratkan di bekalang leher Alfa berharap semakin dalam ciuman suaminya itu. Anjani membuka mulutnya, mempersilakan lidah Alfa mengabsen setiap sisi rongga mulutnya. Menautkan lidah dan saling bertukar saliva hingga mereka berhenti karena kekurangan oksigen.
"Kamu beneran udah siap?" tanya Alfa sembari menyelipkan rambut Anjani ke belakang telinga. Anjani hanya membalasnya dengan anggukan.
"Mau pake pengaman? Kamu kan masih kuliah." tanya Alfa lagi.
"Gak usah, mas. Gak papa kalau hamil, lagian itu kan salah satu tujuan kita menikah. Dan juga itu yang di harapkan orangtua kita kan." jawab Anjani dengan senyuman.
__ADS_1
"Terima kasih istriku." kata Alfa kemudian mengecup hangat kening Anjani.