Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
.


__ADS_3

Hari-hari sebagai pengantin baru sudah usai, Alfa harus kembali ke kantor untuk pekerjaannya begitupun dengan Anjani yang mulai di sibukkan dengan penyusunan skripsi.


Pagi-pagi sekali Anjani sudah sibuk di dapur, tugas barunya sebagai istri tidak begitu menyulitkannya. Anjani dengan senang hati melakukan semua pekerjaan rumah sendiri, meski beberapa kali Alfa sudah menganjurkannya untuk memakai jasa asisten rumah tangga.


Setelah siap dengan menu sarapannya, Anjani bergegas menyiapkan baju kerja untuk Alfa yang sudah berada di kamar mandi. Anjani menyiapkan setelan jas bewarna hitam dengan kemeja bercorak garis dan dasi hitam untuk Alfa.


"Mas, ini bajunya udah aku siapin." kata Anjani saat Alfa keluar dari kamar mandi.


"Makasih sayang." kata Alfa mengecup pipi Anjani.


"Ceoet, ya ganti bajunya. Nanti kita sarapan bareng." ajak Anjani.


"Oke sayang." jawab Alfa.


Anjani sudah berpakaian rapi, hari ini dia harus pergi ke kampus untuk menemui dosen. Bila tidak ada halang melintang, Anjani akan menyelesaikan kuliahnya dalam waktu 3,5 tahun. Alfa mengatakan akan mengajaknya ke luar negeri untuk bulan madu bila Anjani bisa segera menyelesaikan skripsinya. Tentu saja hal itu menjadi salah satu penyemangat Anjani untuk menyegerakan wisudanya.


"Nanti di kampus sampe jam berapa?" tanya Alfa kemudian memasukkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.


"Jam empat sore mungkin aku udah sampe rumah, mas." kata Anjani.


"Maaf, ya. Kayaknya nanti mas gak bisa jemput. Tapi mas bisa nganter." kata Alfa.


"Iya, mas. Gak papa. Aku kan bisa pulang pake ojol." kata Anjani.


"Jangan, yang. Nanti aku minta tolong supir kantor aja buat jemput kamu." kata Alfa melarang.


"Gak usah, mas. Jangan menyusahkan orang kalau bisa kita kerjakan sendiri. Cuma pulang mah bukan masalah besar. Aku pulang sendiri, oke?" kata Anjani meminta persetujuan Alfa.


"Okelah kalau begitu, tapi kamu harus hati-hati ya." kata Alfa.


"Siap bos." kata Anjani dengan memberikan hormat membuat Alfa tersenyum.

__ADS_1


Seperti yang sudah disampaikan Alfa sebelumnya, ia menyempatkan diri untuk mengantar istrinya ke kampus sebelum berangkat ke kantor.


"Aku masuk dulu ya, mas. Kamu hati-hati bawa mobilnya dan semangat kerjanya." pamiy Anjani mencium punggung tangan Alfa.


"Iya, sayang. Kamu juga hati-hati. Kalau ada apa-apa langsung telepon mas. I love you." kata Alfa kemudian mengecup kening Anjani.


"I love you too." balas Anjani kemudian bergegas turun dari mobil.


Alfa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar tidak melewatkan meeting pagi dengan para direksi.


"Selamat pagi, pak." Sapa beberapa karyawan yang berpapasan dengan Alfa.


"Pagi." jawab Alfa dengan senyuman.


Alfa memasuki ruangannya, mengecek beberapa dokumen yang sudah tertumpuk rapi di mejanya.


tok


tok


"Masuk," kata Alfa tanpa mengalihkan perhatiannya dari dokumen yang ia baca.


"Selamat pagi, pak. Saya Inez sekretaris baru, bapak." kata Inez memperkenalkan diri.


Alfa menghentikan kesibukannya, dan menatap wanita yang ada di depannya. Kesan pertama yang Alfa tangkap dari sekretaris barunya sangat tidak baik. Inez memakai baju yang terlampau ketat yang di padukan dengan rok span mini dengan rambut tergerai bergelombang. Sangat tidak sopan bagi Alfa.


"Kamu sekretaris baru saya? Kenapa tidak ada yang melaporkan kepada saya sebelumnya kalau sekretaris saya ganti." kata Alfa datar.


"Ah, maafkan saya pak. Saya tidak tahu." kata Inez dengan suara manja.


"Kamu bisa keluar sekarang." kata Alfa.

__ADS_1


tut


tut


tut


"Halo, minta manager personalia untuk menemui saya sekarang. Terima kasih." kata Alfa langsung saat telepon tersambung.


tok


tok


tok


"Ya, masuk." kata Alfa.


"Maaf, pak. Ada manager personalia ingin menemui bapak." kata Inez.


"Suruh masuk sekarang, kamu bisa tunggu di luar." kata Alfa.


"Baik, pak. Permisi." kata Inez segera melangkahkan kaki keluar ruangan.


"Permisi, pak Alfa." kata Manager personalia.


"Langsung saja saya bicara, kemana sekretaris saya sebelumnya?" tanya Alfa.


"Bimo, sekretaris bapak sebelumnya mengundurkan diri karena masalah keluarga pak." kata Manager personalia.


"Oh, begitu. Saya mau kamu menyiapkan sekretaris laki-laki untuk saya. Dan pindahkan Inez ke bagian yang lain." kata Alfa.


"Eh, kenapa pak? Apakah Inez tidak kompeten?" tanya Manager personalia.

__ADS_1


"Saya tidak tahu dia kompeten atau tidak. Tapi saya tidak mau di dampingi sekretaris yang berpakaian tidak sopan. Jadi, beri saya sekretaris laki-laki saja. Secepatnya." kata Alfa.


__ADS_2