Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Percaya


__ADS_3

Setelah insiden kesalah pahaman di festival kampus, Alfa dan Anjani menjadi semakin dekat. Alfa pun dengan senang hati membawa Anjani berkumpul dengan para sohibnya apabila wanita itu sedang tidak ada kelas.


Suara berisik para mahasiswa yang memesan makanan di kantin adalah hal biasa di jam makan siang seperti ini. Alfa dan para sohibnya sudah siap dengan makanan di depan mereka. Alfa yang masih sibuk dengan handphoneny tiba-tiba berdiri membuat heran para sobatnya.


"Mau kemana lu, dal?" tanya Bayu.


"Mau mesenin makan buat Anjani. Nanti dia kesini." jawab Alfa datar kemudian bergegas menuju salah satu stand makanan di dalam kantin. Alfa memesan nasi goreng seafood dan es jeruk untuk Anjani lalu membawanya ke meja dimana para sohibnya tengah menyantap makanan masing-masing.


"Eh, dal. Kemaren gue ketemu sama si oliv." kata Abbas membuat Bayu dan Fafa seketika menoleh. Sedangkan Alfa masih sibuk dengan handphonenya.


"Bukan urusan gue." jawab Alfa cuek.

__ADS_1


"Alah gaya loe, bilang bukan urusan gue. Dulu aja lu cinta mati sama si oliv sampe rela jadi bucin." ledek Abbas.


Olivia adalah mantan pacar Alfa sewaktu SMA, entah alasan apa yang membuat mereka akhirnya berpisah. Yang pasti kini Alfa sangat membenci wanita itu. Wanita itu yang membuat Alfa selama hampir 4 tahun tidak lagi percaya dengan wanita. Sampai akhirnya dia mengenal Anjani, seseorang yang kini menjadi tunangannya.


"Bego lu, buat apa juga bahas-bahas masa lalu? Gak guna banget." kata Alfa dengan nada sedikit meninggi. Bayu dan Fafa hanya diam memperhatikan perdebatan kedua sohibnya. Mereka tidak ingin ikut campur dengan segala masalah yang berkaitan dengan wanita yang bernama Olivia itu. Karena mereka tahu bagaimana kacaunya Alfa saat putus dengan Olivia.


"Berani taruhan gak? Kalau sewaktu-waktu lu ketemu lagi sama Oliv, lu bakalan reunian alias CLBK. Gue tahu lu cinta mati sama si oliv dan gue yakin lu belum sepenuhnya ngelupain dia. Apalagi sekarang beuuuuuh, dia tambah cantik, sexy dan hot." kata Abbas menantang.


Di tengah perdebatan itu, mereka tidak sadar bahwa ada wanita yang menyimak dengan wajah sedihnya, Anjani. Dia diam mematung menyimak semua perdebatan antara Alfa dan Abbas. Manik mata Alfa tanpa sengaja bertemu dengan mata Anjani. Di lihatnya wanita itu seperti menahan kesedihan.


"Anjani, dah lama loe disitu?" tanya Alfa berusaha tenang. Abbas, Bayu dan Fafa kaget setengah mati mendengar nama yang di sebut oleh Alfa. Bahkan saking kagetnya Abbas sampai menyemburkan kuah soto yang tengah di lahapnya.

__ADS_1


"Aku baru dateng kok." kata Anjani tersenyum tipis dan menarik kursi kosong di dekat Alfa.


"Ini dah gue pesenin makan siang buat loe." kata Alfa menyodorkan sepiring nasi goreng seafood.


"Makasih." kata Anjani


"Jan, loe denger yang tadi kita omongin ya?" selidik Abbas.


"Iya." jawab Anjani singkat. Ia mengaduk-aduk nasi goreng seafood di depannya tanpa di makan sedikitpun. Dan Alfa terus memperhatikannya.


"Omongan gue tadi cuma bercanda kok. Jangan loe pikirin ya." kata Abbas

__ADS_1


"Iya, gak papa. Lagian aku juga percaya sama Alfa, dia gak akan dengan sengaja ngecewain aku." jawab Anjani masih dengan senyumnya.


Alfa sedikit miris mendengar jawaban Anjani, bagaimana wanita itu bisa dengan mudah percaya padanya. Sedangkan sebenarnya masih ada desiran di hatinya ketika mendengar nama Olivia, cinta pertamanya. Wanita yang pernah dia cintai dengan sangat dalam.


__ADS_2