Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Kadal jadi nikah


__ADS_3

Seperti yang Alfa dan Anjani rencanakan sebelumnya, bila proyek Alfa diterima dan lancar mereka akan menikah.


Dan benar saja, tidak butuh waktu lama hanya dalam waktu dua minggu pun segala persiapan pernikahan pun sudah selesai dengan sempurna.


Pagi ini tepat pukul 10.00, Alfa menjalankan ijab qobul untuk menghalalkan gadis pujaannya.


"Saya terima nikahnya Anjani Putri Natanegara binti Edwin Putra Natanegara dengan mas kawin tersebut dibayar TUNAI." ucap Alfa dengan suara lantang.


"Bagaimana para saksi, SAH?" tanya penghulu.


"Sah." jawab para saksi.


"SAAaaaaaHhh." teriak para sohib Alfa yang membuat suasana ijab qobul menjadi ramai penuh suka cita.


Anjani yang menunggu di dalam kamarnya mengucap syukur atas lancarnya Alfa mengucapkan kalimat ijab qobul untuk menghalalkannya. Wina dan Ela bibi Anjani menuntun Anjani menghampiri Alfa yang kini telas SAH menjadi suaminya.


Anjani begitu anggun dengan kebaya putihnya, riasan yang ringan membuat wajah Anjani menjadi lebih cantik dari biasanya, hijab yang dikenakan dihias sederhana memberikan kesan apik di wajah Anjani.


Alfa terkagum menikmati wajah indah gadis yang sekarang telah SAH menjadi istrinya.


"Betapa beruntungnya aku mendapatkanmu." gumam Alfa dalam hati.


"Heh, jangan gitu ngelihatinnya mas. Nakutin, kalau mau nerkam nanti malam aja di kamar." kata Wina membuat seluruh kerabat dan tamu undangan tertawa.


Seketika wajah Alfa memerah dan Anjani hanya tersenyum menunduk.

__ADS_1


"Cium dulu tangan suamimu, nak." kata Wina pada Anjani.


Anjani meraih tangan Alfa dan menciumnya dengan khidmat dan kemudian di lanjutkan Alfa mencium kening Anjani dengan merapalkan do'a.


"Terima kasih telah bersedia menjadi istriku." ucap Alfa menatap mata Anjani.


"Terima kasih, sudah menghalalkanku." balas Anjani dengan tersenyum.


Alfa dan Anjani berdiri di pelaminan menerima ucapan selamat dan do'a dari para kerabat dan tamu undangan yang hadir. Dan setelah selesai keduanya dipersilakan oleh para orangtua untuk beristirahat sejenak sebelum acara resepsi nanti malam dilaksanakan.


Bruk,


Alfa menjatuhkan tubuhnya di atas kasur king size di dalam kamar Anjani dengan masih memakai setelan baju pengantinnya. Sedangkan Anjani bersiap untuk mandi, membersihkan tubuh yang sudah mulai lengket karena keringat.


Tak perlu waktu yang terlalu lama bagi Anjani untuk membersihkan badannya, ia sudah wangi dan mengganti baju pengantinnya dengan piyama lengan pendek miliknya.


"Hemmm," Alfa meregangkan tubuhnya.


"mandi dulu, mas." kata Anjani lagi.


Alfa tersentak mendengar Anjani memanggilnya dengan sebutan MAS.


"Kamu manggil aku apa tadi?" tanya Alfa antusias membuat Anjani malu.


"Mas..." kata Anjani.

__ADS_1


"Hahahaha, gemesin banget sih istri aku." kata Alfa kemudian mengecup singkat bibir ranum istrinya berlari menuju kamar mandi meninggalkan sang istri yang masih diam mematung.


Alfa keluar kamar mandi dengan kaos dan celana training panjang yang sudah di siapkan Anjani sebelumnya. Sekejab ia terkesima dengan gadis di depannya yang sibuk memainkan handphone. Ia baru saja sadar bahwa istrinya itu sudah menanggalkan hijabnya dan terlihat surai hitam panjang sepinggang menghiasi kepalanya membuat istrinya semakin terlihat cantik.


"Mas, udah selesai mandinya?" tanya Anjani membuyarkan lamunan Alfa.


"Eh, u udah." kata Alfa terbata karena masih terpesona dengan kecantikan Anjani. Alfa berjalan menghampiri Anjani yang tengah duduk di atas kasur. Mengamati ciptahan Allah yang menurutnya sangat sempurna. Anjani yang merasa diperhatikan menghentikan kesibukannya membalas berbagai pesan di handphonenya.


"Mas?" panggil Anjani.


"Kamu cantik sekali sayang." kata Alfa membelai pipi Anjani membuat pipinya merona.


Alfa tersenyum melihat pipi merah istrinya, ia dekatkan wajahnya dan mengecup lebut bibir mungil Anjani yang kemudian berubah menjadi lumatan. Anjani yang untuk pertama kalinya mendapatkan ciuman seperti itu tidak tahu harus membalas seperti apa ciuman suaminya dan hanya diam dengan pasrah. Alfa yang merasa Anjani tidak membalas ciumannya menggigit pelan bibir bawah sang istri, membuatnya refleks membuka mulutnya memberikan Alfa akses lebih untuk mengabsen apapun di dalam mulut istrinya dengan lidahnya. Cukup lama mereka berciuman dan sekarang sudah saling melumat sampai akhirnya Anjani menepuk dada Alfa memohon untuk melepaskan ciumannya. Keduanya bernafas memburu karena kehabisan oksigen. Kemudian saling menatap dengan penuh cinta.


"I love you, my wife." kata Alfa.


"I love you, my hubby." kata Anjani.


"Kita lanjutin yang tadi nanti malem ya." kata Alfa membuat Anjani bersemu malu.


------------------------------------


Hayooo siapa yang kemarin gak sabar Alfa dan Anjani nikah. Udah sah nih...


Terima kasih untuk para reader yang baik hati sudah mau membaca dan memberi dukungan. Jujur, jempol dan komen para reader sangat membantu memupuk semangat author untuk terus menulis.

__ADS_1


Sekali lagi terima kasih, tetap jangan lupa tekan jempolnya yaa.


😘


__ADS_2