Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Sidang


__ADS_3

"Mas, kok jam segini udah siap?" tanya Anjani dengan suara parau khas bangun tidur.


"Sayang, mas hari ini ada urusan keluar kota. Mas di jemput sama sopir, nanti kamu berangkat sendiri pake mobil mas ya." kata Alfa membenahi dasinya.


"Mas belum sarapan, aku bawain bekal ya." kata Anjani beranjak menuju dapur.


"Sayang, gak usah. Mas udah telat. Mas pamit ya, hati-hati dan jaga diri." kata Alfa mengecup kening Anjani dan beranjak pergi.


Setelah Alfa berangkat, Anjani bersiap diri karena hari ini adalah hari sidang skripsinya. Setelah ia mampu menyelesaikan skripsinya dengan tanpa hambatan yang berarti, hari ini saatnya Anjani harus mempertahankan hasil skripsinya di depan para penguji.


Di tempat lain, Alfa sedang serius memimpin rapat bulanan dengan para direksi di kantornya. Alfa sengaja berbohong pada Anjani dengan mengatakan bahwa hari ini dia ada tugas di luar kota. Kenyataannya, Alfa berangkat ke kantor seperti biasa bahkan jadwalnya hari ini terlampau longgar karena memang rencananya dia ingin memberikan kejutan pada Anjani untuk keberhasilan sidang istrinya nanti.


"Jaka, jadwal saya hari ini sudah kamu kosongkan kan?" tanya Alfa pada sekretaris barunya.


"Sudah, sesuai dengan permintaan bapak kemarin." jawab Jaka.


"Baiklah kalau begitu. Terima kasih, ya. Saya mau pulang sekarang, tolong kalau ada apa-apa kamu handle dulu." kata Alfa.


"Siap, pak." kata Jaka.


Alfa menjalankan mobilnya menuju toko bunga, rencanyanya ia ingin memberikan satu bouquet bunga dan satu hadiah spesial lagi untuk Anjani.

__ADS_1


"Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu pegawai toko bunga.


"Buatkan saya satu bouquet bunga mawar putih dan baby breath ya." kata Alfa.


"Bagus sekali pilihan bapak, pasti untuk pacarnya ya?" tanya pegawai toko kepo.


"Untuk istri saya." jawab Alfa dengan senyuman.


"Wah, beruntung sekali yang jadi istri bapak." kata pegawai toko yang hanya balas senyum oleh Alfa.


Sebouquet bunga mawar putih dan baby breath telah Alfa siapkan, dia bergegas mengemudikan mobilnya menuju kampus Anjani yang juga adalah almamaternya.


Anjani memaparkan hasik skripsinya dengan lancar dan menjawab semua pertanyaan penguji dengan penuh percaya diri. Sehingga akhirnya skripsinya dapat diterima dan hanya membutuhkan sedikit revisi.


Ceklek,


Keluarlah para dosen penguji. Di depan pintu para sahabat Anjani sudah memburu dan memeluknya satu persatu saat wanita itu keluar dengan girang karena lancarnya proses sidang skripsinya.


"Ehhem," Alfa berdehem mengalihkan perhatian Anjani dan para sahabatnya.


Alfa berdiri menghadap Anjani yang yang masih dalam kerumunan para sahabatnya dengan memegang sebouquet bunga.

__ADS_1


"Mas?" kata Anjani dengan mata berbinar.


"Suami loe, jan? Gila, ganteng banget." tanya salah satu sahabat Anjani yang dibalas anggukan.


Anjani segera menghampiri Alfa dan memeluknya. Alfa tertawa yang mendapat perlakuan yang tiba-tiba dari Anjani.


"Hahaha, sayang malu loh dilihatin temen-temen kamu." kata Alfa, Anjani pun melepaskan pelukannya.


"Mas kok disini? Tadi pagi katanya ada urusan keluar kota." tanya Anjani cemberut.


"Mas bohong, kan niatnya ngasih surprise buat istri. Gak dosa kan?" tanya Alfa bercanda.


"Ih, nyebelin." kata Anjani sambil mencubit gemas perut Alfa.


"Ah, sakit yang." kata Alfa meringis kesakitan lalu tersenyum.


"Selamat atas sidangnya, sayang." kata Alfa menyerahkan bouquet bunga di tangannya.


"Makasih, mas. Bunganya cantik." kata Anjani sembari menerima dan mencium bunga pemberian Alfa.


"Iya, cantik sekali." kata Alfa tanpa mengalihkan pandangannya pada Anjani.

__ADS_1



__ADS_2