Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Rencana perjodohan kadal


__ADS_3

"Mah, tadi pas di kantor papa udah ngobrol-ngobrol sama Edwin soal perjodohan. Dan si Edwin setuju banget, kata dia bagus juga biar tali persahabatan kita semakin erat." kata papa Alfa.


"Alhamdulillah, bagus dong pa. Trus kapan kita ketemuan? Ajak makan malam bareng gitu pa. Sekalian ngomongin lagi soal perjodohan si Alfa sama anak Edwin." kata mama Alfa.


"Iya, rencananya akhir pekan nanti kita dinner bareng sama Edwin dan juga anaknya di restoran X. Tadi papa juga udah reservasi kok, ma."


"Bagus deh pa, kalau begitu. Lebih cepat lebih baik. Mama kan juga pengen ngerasain punya anak cewe, biar bisa mama ajakin ke salon, shopping dan main bareng. hehehe" kata mama Alfa antusias.


"Iya ma" kata papa Alfa dengan senyuman.


Sementara itu di rumah Edwin,


"Jani, sayang. Sini sebentar, nak." panggil Edwin.


"Iya, bi." jawab Anjani sambil menuruni tangga menghampiri abi nya.


"Sini duduk deket abi." kata Edwin sambil menepuk sofa di sampingnya.

__ADS_1


Anjani pun menuruti perintah abinya.


"Ada apa bi?" tanya anjani.


"Kuliahmu bagaimana sayang?" tanya Edwin mengelus sayang rambut putrinya.


"Baik, bi. Jani akhir-akhir ini sibuk karena sebentar lagi ada festival di kampus." jawab Anjani.


"Sayang, akhir pekan nanti kamu jangan kemana-kemana ya. Abi mau ngajak kamu dinner di luar bareng sahabat lama abi." ajak Edwin.



"MAAAAAASSSS" panggil mama Alfa sambil teriak.


"Ya Allah, mama. Gak usah teriak, budeg kuping papa lama-lama." kata papa Alfa sambil mengelus-elus telinganya.


"hehehe, maaf pa." kata mama Alfa cengengesan.

__ADS_1


"Ada apa ma? Alfa capek, habis latihan ngeband. Pengen tidur." kata Alfa menghampiri papa mamanya.


"Mas, akhir pekan jangan kemana-mana ya. Kita dinner di luar bareng sahabat lama papa." kata papa Alfa.


"Yaaach, pa. Alfa udah ada janji mau latihan ngeband. Bandnya Alfa kan mau manggung bentar lagi." kata Alfa.


"Cancel aja dulu, mas. Jarang-jarang juga kita sekeluarga dinner di luar. Kasihani mama lah, mas, biar sekali-kali mama libur masak. Mas gak sayang sama mama, gak ngijinin mama libur masak" bujuk mama Alfa.


"Iya dah iya. Tapi kalau bisa jangan kemaleman ya, pa. Biar Alfa jg bisa ikut latihan walau telat juga." kata Alfa.


"Iya, mas. Bisa diatur itu mah. Dah sana istirahat, papa mau enaena sama mama." kata papa Alfa centil sambil menuju kamar bersama mama Alga


"Sa Allah, udah tua juga." gumam Alfa.



Alfa pun kembali ke kamarnya. Dia pun ingat buku catatan merah muda yang masih ada padanya. Kapan ya bisa ketemu sama si manis lagi (gumam Alfa dalam hati sambil membolak balikkan buku catatan itu). Setelah puas dengan buku catatan merah muda di tangannya, Alfa pun mengambil handphone di atas nakas dan merebahkan tubuhnya ke kasur king sizenya.

__ADS_1


__ADS_2