
Dering telepon,
Waktu pertama kali
ku lihat dirimu hadir
Rasa hati ini
inginkan dirimu
..........................
Anjani : Hallo, Assalamu'alaikum.
Alfa : Wa'alaikumussalam. Loe hari ini ada acara gak? Mama ngajakin jalan ke Mall.
Anjani : Aku gak ada acara kog.
Alfa : Ya udah, kalau gitu siap-siap gih. Nanti gue jemput bareng mama sekalian. Kira-kira sejam lagi nyampe.
Anjani : Oke, al. Sampe nanti.
Alfa : hemmm
Anjani meletakkan handphone di atas meja belajarnya. Dia melirik ke jam dinding kemudian bergegas mengambil handuk untuk mandi.
__ADS_1
Selesai mandi, Anjani pun bersiap. Dia memakai jeans biru dengan blouse polos bewarna pink dan memadukannya dengan jilbab bewarna senada. Sederhana, dengan polesan tipis saja Anjani sudah terlihat sangat cantik.
Ting tong
Ting tong
(suara bel rumah)
"Pasti itu Alfa dan Mama Wina." ucap Anjani pada diri sendiri.
Anjani pun mengambil tas kecil miliknya kemudian bergegas turun menemui mereka.
"Assalamu'alaikum, ma." salam Anjani mencium tangan Wina.
"Udah, ayo berangkat. Keburu macet jalannya." kata Alfa kemudian berjalan menuju mobil.
"Sayang kamu duduk di depan ya. Mama pengen istirahat." kata Wina saat Anjani bersiap membuka pintu belakang mobil.
"I iya ma." jawab Anjani terbata-bata.
Tidak banyak obrolan terjadi di sepanjang jalan. Hanya basa basi antar wanita yang tidak dipedulikan oleh Alfa.
Sampailah mereka bertiga di salah satu Mall. Wina dengan sangat posesif menggandeng tangan Anjani kemanapun ia berjalan. Alfa hanya bisa menonton dan menggelengkan kepala melihat perlakuan mamanya terhadap Anjani. Namun ia lega, melihat ekspresi Anjani yang dengan senang hati di perlakukan demikian oleh mamanya.
Mereka pun memasuki salah satu toko branded, Wina sangat sibuk memilih-milih barang dan mencobakannya pada Anjani.
__ADS_1
"Mama, Anjani lagi gak pengen belanja. Mama saja ya yang belanja biar Anjani yang temani mama milih-milih." kata Anjani menolak dengan lembut.
"Sayang, kamu tahu kan mama tuh gak punya anak perempuan. Mama tuh sangat mengimpikan hal seperti ini. Sekarang mama sudah bisa melakukannya dengan kamu, tapi kamu malah nolak. Mama jadi sedih." ucap Wina sedih.
"Udah, jan. Loe terima aja, itung-itung nyenengin calon mama mertua loe. Jangan sungkan." kata Alfa pada Anjani.
"Iya deh, ma. Tapi mama jangan sedih ya." kata Anjani meraih tangan Wina dan Wina pun tersenyum menang.
Disaat dua wanita berharganya sibuk dengan acara shopingnya, Alfa lebih memilih untuk duduk di kursi pengunjung sambil memainkan game di handphonenya. Ia begitu fokus sampai saat seorang gadis hampir jatuh tersandung kakinya.
"Sorry sorry, loe gak papa?" kata Alfa reflek menahan tangan gadis yang belum ia sadari adalah Olivia, mantan kekasihnya.
"Gak papa kog." jawab Olivia.
"Oliv?" kata Alfa.
"Al, udah lama ya kita gak ketemu. Loe apa kabar?" tanya Olivia tersenyum.
"Baik." jawab Alfa singkat
"Loe kesini sama siapa?" tanya Olivia sembari menelusuri toko dengan matanya.
"Al, mama sama Anjani udah selesai belanjanya." teriak wina membuat Alfa tak perlu lagi menjawab pertanyaan Olivia. Alfa pun pergi menghampiri mamanya dan Anjani meninggalkan Olivia begitu saja tanpa pamit.
"Rese banget tuh mantan. Ketemu bukannya basa basi malah sok cuek. Itu siapa juga yang jalan bareng nyokapnya Alfa. Apa pacar barunya ya? sial, Alfa sekarang makin ganteng lagi, bagus banget nih kalau gue bisa balik sama si Alfa. Al, tunggu aja loe bakal balik sama gue lagi." ucap Olivia dalam hati kemudian menunjukkan senyum jahatnya.
__ADS_1