Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Olivia


__ADS_3

Empat tahun yang lalu, terlihat siswa SMA dengan tangan mengepal keras, memandangi sepasang siswa siswi sedang bercumbu di salah satu ruangan Club dari celah pintu. Yang sebenarnya adalah siswa SMA yang tengah mengintip itu ialah pacar siswi yang sedang bercumbu dengan pria lain. Terlihat bagaimana hati siswa itu terbakar menyaksikan gadis yang sangat dicintainya berkhianat, mencabik dan menusuk hatinya begitu dalam. Dia diam menyaksikan sampai sejauh apa pengkhianatan itu terjadi. Tak tahan menyaksikan hal itu lebih lama, dia pun berlari menjauh menumpahkan kekecewaannya di bawah tetesan air hujan. Dia berteriak memaki dirinya sendiri yang merasa bodoh karena sudah dengan mudah dibohongi oleh gadis yang ia cintai.


Olivia, nama gadis itu. Dia adalah mantan pacar Alfa sewaktu SMA. Keduanya begitu terkenal sebagai pasangan most wanted di sekolahnya dulu. Bagaimana tidak, Alfa yang terkenal ganteng dan sedikit bandel berpacaran dengan Olivia ketua team cheerleaders yang terkenal dengan kecantikan dan body sexy nya. Tiada hari tanpa ada gosip seputar keduanya di sekolah. Dimana ada Alfa maka disitu ada Olivia. Keduanya selalu terlihat mesra, sampai akhirnya hal itu terjadi. Hal yang membuat mereka berdua akhirnya berpisah dan membuat Alfa menjadi lelaki yang tidak percaya lagi dengan wanita selama hampir 4 tahun.


Alfa POV


Setelah sekian lama gue tutup buku soal Olivia, kenapa hati gue masih aja bergetar tiap kuping gue denger nama itu disebut. Gue harusnya gak boleh kayak gini, dia yang udah khianatin gue. Ngancurin hati dan perasaan gue sampe sehancur - hancurnya kayak dulu. Buat hidup gue serasa mati, mati tapi ternyata gue masih hidup.

__ADS_1


Gue harusnya benci sama dia, tapi selalu aja ada yang mengganjal di hati gue sampe sekarang. Tentang alasan kenapa dia khianatin gue. Kenapa dulu gue diam dan gak minta penjelasan sama dia. Apa mungkin gue kayak gini gara-gara masih penasaran tentang alasan dia sampe tega selingkuh di belakang gue padahal gue merasa saat itu gue udah cukup ngasih semua yang dia minta dan gue selalu ngasih yang terbaik buat dia.


Gue yang dulu mencintainya begitu dalam. Dia yang menurut gue sebaik bidadari yang melengkapi kekosongan hati gue untuk yang pertama kali. Dia cinta pertama gue yang gak pernah gue bayangin bakal khianatin gue dan membunuh hati gue dengan begitu tega.


Aaaaarrrggh,


Sial, ini gara-gara si Abbas yang bahas-bahas soal dia. Dasar gak guna.

__ADS_1


Gak, gue gak boleh kayak gini. Come on, Al. Ada Anjani yang perlu loe cintai. Jangan jadi brengsek dengan nyakitin cewe sebaik Anjani.


Gue pun bangun dari kasur king size gue dan berjalan ke depan cermin sebadan yang ada di kamar gue.


"LOE HARUS LUPAIN DIA. Dan buka lembaran baru bersama Anjani. Loe harus percaya kalau Anjani gak bakal pernah khianatin loe kayak dia. Loe harus percaya kalau Anjani adalah yang terbaik untuk hidup loe kedepannya. Gak boleh ragu lagi." nasehat untuk gue sendiri sambil menunjuk-nunjuk bayangan diri gue di cermin.


Setelah menasehati diri sendiri, gue jadi sedikit tenang. Sekarang saatnya kembali ke kasur dan membayangkan bidadari cantik yang bakal jadi masa depan gue, ibu dari anak-anak gue dan tentunya tempat gue pulang. Anjani...

__ADS_1


Alfa POV end


__ADS_2