
"Hei, duit loe jatuh tuh." kata Alfa sambil menepuk pundak salah satu mahasiswa.
"Hah, mana?" tanya si mahasiswa celingukan mencari uang yang dimaksud Alfa.
Alfa hanya cengar cengir meninggalkan si mahasiswa yang masih kebingungan.
"Dasar ogeb, mau aja di kadalin. hahahaha" ucap Alfa sambil tertawa kencang.
-------------------
Waktu pertama kali,
kulihat dirimu hadir.
Rasa hati ini
Inginkan dirimu
.................
(suara dering telepon)
Anjani : Halo. Assalamu'alaikum, al.
Alfa : Wa'alaikum salam. Loe habis kuliah ada acara gak?
Anjani : Emm, kenapa emangnya al?
Alfa : Gak kenapa-kenapa sih, cuma mau ngobrol-ngobrol aja sama loe.
Anjani : Sebenernya habis kuliah aku mau ke toko buku, sih.
Alfa : Ya udah, kalau gitu sekalian aja nanti gue temenin. Loe selesai kuliah jam berapa?
Anjani : Jam 2, al.
Alfa : Loe tunggu di depan fakultas ya, nanti gue jemput.
Anjani : Oke, see you. Assalamu'alaikum.
Alfa : Wa'alaikum salam.
----------------------
__ADS_1
Jam menunjukkan sudah jam 2 siang, Alfa segera melajukan mobilnya untuk menjemput Anjani. Ada sesuatu yang berbeda untuknya, entah mengapa sejak pagi tadi ia selalu tersenyum saat teringat tentang gadis itu.
tiiiiiiin,
Alfa membunyikan klakson mobil memberi tanda pada Anjani bila ia sudah sampai.
Anjani pun tersenyum kemudian menghampiri mobil yang memberinya kode. Membuka pintu mobil dan mendudukkan tubuhnya di kursi penumpang.
"Sorry, ya. Loe nunggu lama." kata Alfa sambil menatap Anjani.
"Gak kok, Al. Aku juga baru keluar." kata Anjani tersenyum.
deg
deg
deg
Tiba-tiba saja jantung Alfa berdegub menatap senyum manis Anjani, seketika tubuhnya mematung. Pipi Anjani pun memerah karena sadar tengah di tatap intens oleh Alfa.
"Ayo jalan, keburu sore." ucap Anjani menyadarkan Alfa.
"Oh, i iya. Mau kemana?" tanya Alfa.
Tanpa menanggapi lagi jawaban Anjani, Alfa langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.
Sesampainya di toko buku di dalam Mall, Anjani langsung saja berburu buku yang ia inginkan sampai lupa dengan keberadaan Alfa. Alfa melihat Anjani yang begitu asik mencari-cari buku hanya mengikuti dari belakang sambil ikut melihat-lihat buku yang tertata rapi di rak.
Sejenak matanya tertuju pada sebuah buku yang berada di rak teratas, tanpa sadar tangan Alfa meraihnya.
"Menjadi Imam yang Baik : Rumah Tangga Bahagia." Alfa membaca judul buku yang ia ambil dalam hati.
"Al, yuk pergi. Aku udah dapet buku yang aku cari." kata Anjani yang sontak membuat Alfa kaget dan meletakkan buku yang ia pegang ke rak buku kembali.
"A ayo." kata Alfa berbalik badan dan meninggalkan Anjani.
Anjani yang merasa heran dengan sikap Alfa yang tiba-tiba seperti itu kemudian menghampiri rak yang tadi di dekat Alfa. Anjani tersenyum melihat dan membaca judul buku yang tadi di pegang oleh Alfa lalu menyusul laki-laki itu.
"Al, mau makan dulu gak?" tanya Anjani.
"Boleh, loe pengen makan apa?" tanya Alfa masih menunduk malu mengingat buku yang ia pegang tadi.
"Sushi aja gimana? ada di lantai 2." kata Anjani.
__ADS_1
"Ya udah, ayok."
Mereka pun menikmati sushi yang mereka pesan dengan mengobrol ringan.
"Alfa." sapa Olivia
Alfa yang merasa namanya di panggil pun menoleh.
"Eh, oliv. Sama siapa kesini?" tanya Alfa santai.
"Gue sendiri. Al, ada yang pengen gue omongin." kata Olivia sambil melirik Anjani.
"Mau ngomong apa?" tanya Alfa setelah menelan makanannya dan melirik Anjani yang terlihat tidak nyaman.
"Gue mau ngomong berdua aja sama loe." pinta Olivia.
"Sorry, liv. Gue kesini sama calon istri gue, jadi kalau ada yang perlu loe omongin loe omongin aja disini. Gak mungkin gue ninggalin nih calon bini." kata Alfa menunjuk Anjani seolah memberi tahu bahwa Anjani adalah calin istrinya.
"Al, gue masih sayang sama loe." kata Olivia yang membuat Alfa terbatuk-batuk karena tersedak.
"Gue minta maaf, gue nyesel karena udah khianatin loe. Tapi gue sadar, al. Ternyata selama ini cuma loe yang gue sayang." lanjut Olivia.
"Lupain aja, gue juga udah maafin loe kok." kata Alfa santai.
"Jadi kita bisa balik lagi kan, Al? Loe juga masih sayang sama gue kan?" kata Olivia menggenggam erat tangan Alfa.
Alfa menatap Anjani yang sedari tadi hanya diam, matanya sudah mulai berkaca-kaca. Alfa pun melepas tangannya dari genggaman olivia.
"Gue emang udah maafin loe. Tapi bukan berarti gue nerima loe lagi. Gue sayang sama cewe yang ada di depan gue sekarang, calon istri gue. Jadi gue mohon, loe jangan ganggu gue lagi, oke!" kata Alfa membuat Anjani menatapnya tak percaya dan Alfa tersenyum melihatnya.
"Tapi, al gue...." kata Anjani.
"Sayang, kamu udah selesai makannya?" tanya Alfa pada Anjani memotong kalimat yang akan di ucapkan Olivia.
"U uudah, al." jawab Anjani gugub karena di panghil sayang oleh Alfa.
Alfa pun tersenyum dan meraih tangan Anjani dan menggandengnya.
"Ayo pulang." kata Alfa.
Olivia yang melihat Alfa menggandeng tangan Anjani merasa geram.
"Gue sama Anjani duluan ya, liv." pamit Alfa sebelum berlalu meninggalkan Olivia.
__ADS_1