
Hari yang sudah di tunggu pun tiba. Papa dan mama Alfa sudah siap dengan pakaian yang rapi dan wangi menunggu Alfa di ruang keluarga. Sementara Alfa masih sibuk dengan handphone nya di dalam kamar.
"MAS, AYO BERANGKAT. KEBURU MACET NANTI DI JALAN." teriak papa Alfa
"IYA, PA. SEBENTAR!" jawab Alfa sambil berteriak juga.
Kemudian keluar kamar dan menghampiri kedua orangtuanya.
Malam ini Alfa terlihat tampan dengan kemeja biru lengan panjang yang sudah ia lipat sampai kesiku. Rambutnya yang dibiarkan alakadarnya malah memberikan kesan manis yang menggoda. Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, keluarga Wijaya berangkat menuju lokasi dinner.
Anjani POV
Seperti permintaan Abi sebelumnya, malam ini kami berencana untuk dinner di luar. Dan disinilah aku sekarang, duduk manis menunggu sahabat lama Abi dan keluarganya di sebuah ruang VIP restoran X. Ada sesuatu hal yang membuatku bahagia, karrna sejak tadi siang kulihat Abi tak henti-hentinya menyunggingkan senyum bahagia. Yah, kurasa sangat langka bisa melihat Abi sebahagua ini. Aku harus berterima kasih dengan sahabat Abi nanti, karena telah berhasil membuat Abi ku tercinta tersenyum.
Anjani POV end
Tidak butuh waktu lama untuk keluarga Wijaya sampai ke restoran X.
Jikalau kau cinta
benar-benar cinta
Jangan katakan
kamu tidak cinta
__ADS_1
.....
(suara dering telepon Alfa)
"Mas, angkat aja dulu teleponnya. Habis itu nyusul masuk ke dalam ya. Ruang VIP nomer 2." Kata mama Alfa beranjak menuju ke dalam restoran. Alfa hanya mengangguk.
Alfa : Halo,
Bayu : Sob, lu kira-kira bisa kesini jam berapa?
Alfa : Belum tahu gue, nanti gue kabarin lagi ya. Tapi gue usahain sebelum jam 9 gue idah otw kesana. Dah ya, gue dah di tunggu.
tuut tuuut tuuut
"Abi, jani ke toilet dulu ya." pamit jani yang di balas anggukan dari Abinya.
"Selamat malam mas Edwin, gimana kabarnya?" sapa mama Alfa.
"Hai, selamat malam. Alhamdulillah, seperti yang kalian lihat aku sangat baik. hahaha" jawab Edwin dengan tawa.
"Lho win, mana putrimu kok kamu sendirian? Kamu gak lupa ajak dia kesini, kan?" tanya papa Alfa.
"Gak lah, dia lagi ke toilet. Tunggu aja. Terus mana anakmu, kok tidak ada?" tanya balik Edwin.
"Dia tadi masih di luar terima telepon, mas." jawab mama Alfa.
__ADS_1
Semantara itu di tempat yang lain,
bruuk,
"Aduh, sorry gue gak sengaja." kata Alfa.
"Iya, gak papa kok." jawab Anjani sambil mengelus lenganny yang di tabrak Alfa.
"Eh, kamu?" "kok, loe?" kata mereka kaget berjama'ah.
"hahaha, sempit ya dunia." kata Alfa basa basi.
"hemm, gue pergi dulu. Udah di tunggu orang." pamit Anjani meninggalkan Alfa.
Anjani pun bergegas kembali ke mejanya, tapi dia merasa ada langkah yang mengikutinya. Dia pun menoleh, hendak mencari tau siapa pemilik langkah itu.
"Kamu ngapain ngikutin aku?" cecar Anjani.
"Idih, pede banget. Siapa juga yang ngikutin lu." kata Alfa membela diri.
Alfa pun berjalan melewati Anjani begitu saja dia pun memasuki ruangan tempat yang tadi diberi tahukan sang mama.
Anjani yang juga berjalan di belakangnya pun kaget. Kok tuh orang masuk ke ruangan itu? (gumam Anjani). Dan tanpa banyak berfikir dia pun mengikuti Alfa dan masuk ke ruangan dimana Abinya dan sahabat lama abinya menunggu.
"Assalamu'alaikum," Salam Anjani
__ADS_1
"Wa'alaikum salam." jawab penghuni ruangan serempak. Alfa yang melihat gadis di depan pintupun kaget. Sampai tidak sengaja tersedak air yang telah ia minum.