Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
?


__ADS_3

 *"Untuk meraih cita-cita besar, kita tak hanya perlu bertindak, namun juga bermimpi; tak hanya perlu merencanakan, namun harus meyakini." - Anatole France


-----------------------------*


"Pa, biarkan Al memulainya dari bawah. Al ingin belajar memahami perusahaan dari hal terkecil sebelum benar-benar harus memimpinnya. Al tidak cukup percaya diri jika harus langsung berdiri di belakang papan CEO sementara Al sendiri tidak melakukan apa-apa untuk mendapat jabatan itu. Al ingin seperti papa, memulainya dari nol. Dulu papa susah payah membangun Wijaya Group dan membawanya sampai ke titik ini. Jadi ijinkan Al untuk memulainya dari titik yang rendah." kata Alfa kepada Andre.


Sekarang ini Andre sedang mengajak Alfa berdiskusi mengenai perusahaan. Andre merasa sudah saatnya Alfa mengambil alih perusahaan setelah menyelesaikan kuliahnya. Tapi di luar dugaan Andre, Alfa menolak jabatan CEO yang sudah disiapkan Andre sejak lama dan malah meminta untuk memulai karirnya dengan menjadi karyawan biasa di perusahaan.


"Apa kamu benar-benar sudah yakin dengan keputusan kamu, al?" tanya Andre untuk kesekian kalinya.


"Al yakin, pa." jawab Alfa yakin.


"Hah, ya sudahlah. Terserah kamu, lagian kamu ini aneh. Sudah enak tinggal nerima jabatan CEO malah minta jadi karyawan biasa. Besok kamu bisa mulai bekerja. Temui Pak Firman bagian HRD, biar nanti dia yang menjelaskan tugas kamu di kantor." kata Andre sambil memijat pelipisnya.


"Baik, pa. Terima kasih. Al balik kamar dulu, papa istirahatlah segera." pamit Alfa lalu keluar dari ruang kerja Andre.

__ADS_1


Di kamar, Alfa masih memikirkan keputusannya. Benar atau tidak keputusan yang dia ambil, ia berusaha mati-matian untuk yakin dengan keputusannya dan dia berharap tidak menyesal esok hari.


Alfa mengambil handphonenya, dia buka aplikasi kontak kemudian mengetik salah satu nama yang kini menjadi favoritnya.


Anjani 💕


conected.....


Anjani : Hallo, Assalamualaikum.


Anjani : Belum, al. Aku baru selesai bikin tugas. Ada apa? kok tumben telepon malem-malem gini?


Alfa : Gak papa, kangen aja. Oh iya, mulai besok aku udah mulai kerja jadi mungkin aku bakal jarang bisa anter jemput kamu.


Anjani : Ciee yang kangen. hehehe. Wah, pak CEO besok mulai dinas nih. Iya, gak papa kok Al. Santai aja.

__ADS_1


Alfa : Btw, aku kerja bukan jadi CEO. Aku minta ijin sama papa untuk memulainya dari bawah. Aku pengen belajar mengenai perusahaan dari hal terkecil. Emm, kamu gak malu kan punya calon suami seorang karyawan biasa?


Anjani : Ya Allah, al. Kenapa malah tanya begitu. Aku justru bangga sama keputusan kamu untuk memulainya dari bawah. Semangat, ya. Jadi, karena besok kamu mulai kerja. Sekarang kamu harus cepet istirahat. Kan gak lucu kalau hari pertama kerja kamu udah kesiangan. hehehe


Alfa : Iya, kamu juga istirahat ya my future wife. Have a nice dream.


Anjani : You too, my future husband. Oh iya al?


Alfa : ya, kenapa?


Anjani : Apapun keputusan yang kamu ambil, aku pasti akan dukung kamu. Semangat!!!


Alfa : Terima kasih, good night. Assalamualaikum.


Anjani : Wa'alaikum salam.

__ADS_1


Anjani menutup teleponnya kemudian tersenyum. Dia sungguh tidak menyangka kalau Alfa bisa berfikir sedewasa ini. Ia benar-benar bangga dengan calon suaminya, yang yakin untuk memulai karirnya sebagai karyawan biasa sementara jabatan CEO saja sudah bisa ia dapatkan.


__ADS_2