Si Kadal dan Kisah Asmaranya

Si Kadal dan Kisah Asmaranya
Festival Kampus


__ADS_3

Keadaan kampus hari ini sangatlah berbeda, terasa ramai dan lebih ceria. Terdengar suara gelak tawa yang beriringan dengan suara musik yang menggema. Yah, hari ini adalah Festival Kampus X dimana Alfa dan Anjani berkuliah. Sudah seminggu ini Alfa berusaha lebih mendekatkan dirinya dengan Anjani. Mengantar jemput Anjani bagai tukang ojol pun di lakoninya. Walau tak jarang mendapat penolakan ringan dari gadis cantik itu. Tapi bukan si Kadal namanya kalau dia menyerah begitu saja.


Alfa dan para sohibnya berada di belakang panggung utama, mereka baru saja melakukan breving dengan panitia dan pengisi acara yang lain. Sejak pagi tadi Alfa belum menemukan sosok cantik yang hampir setiap hari diganggunya. Dia pun akhirnya menyerah untuk mencari dan lebih memilih mengirim pesan WA pada Anjani.


Alfa : Nanti jangan lupa nonton band gue manggung ya. 😎


Tidak ada balasan. Mungkin Anjani sangat sibuk, karena dia juga merupakan panitia di acara Festival Kampus kali ini. Alfa pun memaklumi dan berharap setidaknya nanti Anjani akan membaca pesannya.


Di sisi lain, Anjani tengah repot dengan urusan stand karena ada miskomunikasi dengan pihak persewaan tenda. Di detik-detik persiapan terakhir malah terdapat masalah, tentu saja membuat Anjani sedikit kalang kabut.

__ADS_1


Beberapa band sudah menampilkan kebolehannya dan sekarang saatnya The Lucky Band, band Alfa bersama para sohibnya untuk tampil. Mereka pun naik ke atas panggung bersiap untuk ujuk kebolehannya. Belum apa-apa para mahasiswi sudah berteriak histeris mengagumi ketampanan personel The Lucky Band.


Alfa berdiri di belakang keyboardnya, matanya tak berhenti menelusuri penonton satu persatu berharap seseorang yang dia cari ada dalam kerumunan mahasiswa itu. Namun sial, dia sama sekali tak melihat wanita yang notabenenya sekarang adalah tunangannya.


The Lucky Band membawakan lagu DEWI - milik ALEXA band. Suara merdu Bayu benar-benar menghipnotis para penonton yang kebanyakan adalah para mahasiswi, mereka kompak melambai-lambaikan tangan mengikuti lagu, yah inilah pesona dari suara Bayu si calon dokter. Tak sedikit juga mahasiswa yang berteriak-teriak memanggil nama Alfa yang sok cool, Abbas yang tebar pesona dan juga Fafa yang imut. Meski jari-jarinya sibuk menekan tuts keyboad, mata Alfa sesekali mencari sosok itu, Anjani. Dan yah, akhirnya dia menemukannya. Tapi apa yang di lihatnya sungguh di luar dugaan, dia bersama pria lain terlihat akrab bahkan yang di lihat Alfa sekanjutnya benar-benar membuat ia geram. Pria itu memegang tangan Anjani, tunangannya. Di elus-elus pula tangan Anjani itu. Tanpa aba-aba, setelah selesai membawakan satu lagu Alfa bergegas turun dari panggung menghampiri rindu. Dia tidak peduli harus terjun ke dalam kerumunan para mahasiswi yang jahit mencolek-coleh tubuhnya dan meriakkan namanya. Dia bergegas menghampiri Anjani, ditariknya tangan angan Anjani menjauhi kerumunan penonton.


"Al, apaan sih? sakit." kata Anjani yang masjh di seret oleh Alfa. Anjani meringis kesakitan, Alfa benar-benar mencengkram tangannya dengan kuat.


Alfa pun menghentikan langkahnya di belakang fakultas ekonomi yang terlihat sepi.

__ADS_1


"Loe apa-apaan sih?" bentak Alfa.


"Apa-apaan gimana maksud kamu?" kata Anjani sambil memegang tangannya yang sakit.


"Loe apa-apaan pegang-pegangan tangan sama cowo lain. Loe itu calon istri gue." kata Alfa masih dengan nada tinggi.


"Kamu salah paham, al." kata Anjani dengan mata berkaca-kaca.


"Asal loe tau, sejak naik ke atas panggung gue gak henti-hentinya nyariin loe. Berharap loe dateng nyaksiin gue maen. Dan setelah mata gue nemuin loe, yang gue lihat malah loe pegang-pegangan sama cowo laen. Mikir gak sih loe?" bentak Alfa lagi. Anjani sudah tidak bisa menahan air matanya. Sungguh, dia tidak pernah di bentak seperti ini selama hidupnya apalagi karena kesalah pahaman. Dia tau akan batasan dirinya, yang sekarang sudah menjadi calon istri Alfa. Ditambah dengan komitmen mereka beberapa hari yang lalu untuk berusaha saling membuka hati satu sama lain.

__ADS_1


"Kamu salah paham, kak Dion cuma ngecek tangan aku yang tadi gak sengaja ketimpuk besi tenda stand." kata Anjani menjelaskan sambil menangis. Dia mengulurkan tangannya dan memperlihatkan pergelangannya yang membiru dan sedikit bengkak di tambah rasa nyeri akibat cengkraman kuat Alfa sesaat yang lalu. Alfa terdiam menyambut tangan Anjani yang terluka. Sungguh, dia menyesal telah berburuk sangka pada calon istrinya tersebut.


"Maaf, gue yang salah karena gak percaya loe. Kita ke klinik ya, biar tangan kamu diobatin." kata Alfa sembari mengusap air mata Anjani yang hanya di balas anggukan okeh Anjani.


__ADS_2