
Heh, burung gereja?
Laura tersenyum getir, burung gereja lebih berarti di mata Jean dibandingkan dia yang hanya seonggok sampah.
"Rumah sakit ini milik Jean, lebih tepatnya milik kakek Mario sebelum akhirnya Jean yang mengambil alih. Lala, aku minta maaf atas nama Jean, dia sedikit berlebihan karena memang sudah seperti itu sifatnya." ucap Jason lembut, lebih seperti kalimat penghibur agar Laura tidak tersinggung akibat ucapan Jean.
"Jason kau bicara begitu lembut dengan perempuan murahan ini hati-hati kau juga terperangkap dalam jeratnya. Kedua anakku mengabaikan ibunya hanya karena perempuan seperti ini. Selain kau aku tidak memiliki orang lain untuk berbagi, Jason jangan percaya dengan sikap pendiamnya. Orang baik tidak akan merusak pernikahan orang lain, Mika yang malang harus menanggung beban itu seorang diri. Melihat wajahnya ini aku sudah muak, Mario buta bisa menyukai orang seperti dia."
Hinaan di restoran itu tampaknya belum cukup sehingga Jean kembali mengeluarkan kalimat cacian di tempat umum. Sekalian saja menerbitkan artikel dan menuliskan nama Laura sehingga semua orang tahu dia orang ketiga yang merusak hubungan orang lain.
"Aku yang meminta Mario menyimpan rahasia hubungannya dengan Mika, orang yang paling kau salahkan seharusnya aku. Jean kau tidak berhak berkata kasar pada Laura, dia gadis yang baik. Kami semua yang membohonginya dan Mario tidak salah memilihnya karena Laura pantas untuk dipertahankan!" ucap Jason keras, tidak ada nada lembut dalam suaranya.
"Ternyata perempuan ini bukan orang biasa, Jason yang tidak pernah berkata kasar akhirnya melawanku hanya karena dia. Baiklah, aku tidak akan membuat keributan karena waktuku sangat berharga. Jason, setelah kau keluar dari rumah sakit pernikahanmu dan Lucy tetap dilangsungkan. Aku sudah membeli sebuah pulau untuk pernikahan kalian. Jangan kecewakan aku karena Lucy tidak mencintaimu, dia masih gadis kecil yang kau kenal."
Entah seberapa besar kekayaan yang dimiliki Jean sehingga Jason tidak membalas ucapan itu dan membiarkan perempuan itu melangkah dengan angkuh. Sekumpulan orang berjas hitam mengikuti Jean dari belakang bahkan orang-orang menyingkir memberi jalan. Laura menatap Jason yang pucat, keringat dingin mengalir di kening laki-laki itu. Sepertinya kondisi Jason belum sepenuhnya pulih.
__ADS_1
"Aku panggilkan dokter." ucap Laura.
"Jangan beritahu Lucy tentang penyakitku, Jean yang keras kepala itu tidak akan menyerah sebelum aku mati."
Laura tidak bisa menahan rasa terkejutnya, Jason menyembunyikan tentang penyakitnya agar Lucy tidak merasa bersalah. Cinta yang begitu besar bagaimana mungkin Lucy tidak tersentuh?
"Lucy tidak boleh menikah denganku hanya karena rasa iba."
Jason pingsan setelah mengatakan kalimat itu dan Laura berteriak keras memanggil dokter.
***
Lucy datang setelah Laura mengatakan kondisi Jason yang sebenarnya. Dia tidak bisa menyembunyikan tentang penyakit laki-laki itu dari Lucy. Meskipun tidak tahu penyakit apa yang diderita oleh Jason, Laura tetap mengatakan yang sebenarnya. Dia tidak ingin melihat Lucy menyesal karena mengabaikan laki-laki sebaik Jason hanya karena seseorang yang tidak dikenalnya dengan baik. Bukan menjelekkan David hanya saja Laura lebih memilih Jason yang sudah dikenalnya selama lima tahun. Apalagi Lucy yang mengenal Jason sejak kecil, kebaikan itu terlihat jelas dan bodohnya Lucy buta dengan hal itu.
"Jason hanya memiliki satu ginjal."
__ADS_1
Ternyata Jason memberikan satu ginjalnya untuk Lucy, cinta memang menghilangkan akal sehat.
"Kau tidak akan bertemu seseorang sebaik Jason." ucap Laura.
"Aku tahu karena Jason tidak akan menjadi orang brengsek seperti mereka."
"Lalu mengapa kau tidak mencintainya?" tanya Laura.
"Bukankah kau tidak mencintai Mario?" Lucy balas bertanya.
Pertanyaan sederhana tapi memerlukan waktu lama untuk menemukan jawabannya. Karena sesuatu yang menyangkut tentang cinta tidak memerlukan sebuah alasan, cinta datang dari hati bukan karena teori atau seberapa baik orang itu sehingga pantas untuk dicintai. Jika perasaan itu datang pada orang paling jahat di muka bumi, maka cinta datang tanpa alasan. Tidak seperti teori yang membutuhkan praktik untuk membuktikan kebenarannya, cinta hanya bisa dirasakan oleh pemiliknya.
Meskipun terkadang cinta diberikan untuk orang yang salah, lupa di sampingnya ada makhluk sempurna yang diciptakan Tuhan untuk dicintai.
***
__ADS_1