Side The Away

Side The Away
6


__ADS_3

Laura kesal karena Mario meninggalkannya di sebuah pusat perbelanjaan dan pergi terburu-buru setelah mendapatkan panggilan via telepon. Laura tidak ingin mengasumsikan Mika penyebab Mario pergi tanpa menoleh. Melupakan Laura di tengah keramaian itu. Kekesalan Laura semakin bertambah ketika memasuki sebuah toko buku dan tidak sengaja menjatuhkan beberapa buku. Dia tidak bermaksud melakukannya namun letak buku yang berada di rak paling atas membuatnya kesulitan. Penjaga toko menegurnya dan meminta Laura untuk membereskan buku-buku yang berserakan di lantai. Dia menghentikan kegiatannya ketika melihat sepasang sepatu berada di depannya. Laura mendongak dan menemukan David sedang berdiri sambil membawa kantong belanjaan.


Cartier.


Laura tersenyum samar, laki-laki itu ternyata penggemar barang mewah. Tidak heran jika David tinggal di apartemen elite di sekitar kawasan Manhattan. Sekarang Laura mengerti dengan selera laki-laki itu.


"Laura apa yang kau lakukan?" tanya David membantu memungut buku-buku itu.


"Aku tidak sengaja menjatuhkannya. Dan penjaga itu memintaku meletakkan buku-buku ini di tempatnya semula." ucap Laura.


"Rak itu cukup tinggi, biar aku saja yang meletakkannya. Laura serahkan sisanya padaku."

__ADS_1


Laura menyerahkan buku-buku di tangannya pada David dan laki-laki itu meletakkannya di rak paling atas. Postur tubuh yang tinggi tidak menyulitkan David melakukannya. Laura mundur beberapa langkah ke belakang. Dia merasa malu dengan perbedaan tinggi badan yang mencolok mungkin David tidak menyadarinya. Namun, tingkat kepercayaan diri Laura menurun. Dia seperti kurcaci bila berdiri di samping laki-laki itu.


"Selesai." David menepuk kedua tangannya untuk membersihkan debu yang menempel. "Aku kemari mencari temanku. Dia selalu pergi ke toko buku tidak disangka aku bertemu denganmu. Laura apa kau suka membaca?" tanya David.


"Tidak terlalu."


"Temanku menyukai karya-karya Jane Austin. Terkadang dia membeli buku yang sama dan memajangnya di ruang baca. Laura, orang aneh seperti itu, kau harus bertemu dengannya."


Memiliki selera yang bagus?


Laura tidak pernah membaca buku itu. Entah kenapa dia justru mengatakan omong kosong seperti itu. Dia hanya mengetahui tokoh utama saja. Selebihnya, jangan tanyakan hal itu.

__ADS_1


Ponselnya berbunyi sesaat setelah Laura berada di dalam angkutan umum. Lucy menghubunginya. Perempuan itu masih mengingatnya setelah kembali dari Boston.


"Lala, aku rindu padamu. Aku tidak membawa oleh-oleh karena Jason menculikku. Aku berada di rumah ibuku sekarang."


Lucy masih antusias seperti biasanya. Laura tersenyum kecil. Sepertinya Lucy tidak terbebani dengan masalah pernikahan.


"Mario sedang dalam perjalanan. Dia berada di Queens selama seminggu." ucap Laura.


"Akhirnya kakakku yang bodoh itu merendahkan dirinya. Lala kau pasti tidak percaya jika Mario sangat membenci ibuku. Mereka selalu berdebat, entah apa yang akan terjadi saat Mario pulang ke rumah. Biasanya aku hanya melihatnya sambil makan popcorn."


"Mario tidak pernah membahas tentang ibunya." ucap Laura jujur.

__ADS_1


***


__ADS_2