Sincere Heart

Sincere Heart
chapter 11 susan yang begitu berharap


__ADS_3

...Kedatangan oma...


" San Susan kenapa San?" Tanya Dio Susan berlari menangis pergi ketaman belakang kantor, tak lama Dio menemuinya.


"Dio, hiks hiks hiks!" Tangis Susan


"San kamu kenapa? Tanya Dio.


" Yo aku aja emang yang dari dulu terlalu berharap pada Rendra Yo." Jawab Susan.


"Dari dulu Rendra emang begitu susah dibilangin, padahal aku juga tidak setuju kalau Rendra beneran sama Livia."


"Aku tau siapa Livia, Rendranya aj yang terlalu bucin sama Livia."


Dio dan Susan dulu semasa SMAnya memang satu kelas dengan Livia dan Rendra, makanya mereka tahu bagaimana hubungan Rendra dan Livia seperti.


" Yo mungkin emang Rendra bukan jodohku Yo lebih baik aku mundur aja Yo."


" Kamu jangan ngomong gitu dong, semangat siapa tau suatu saat Rendra bisa sadar."


" Tapi kapan yo?" Tangis Susan.


" Om Tama aj ditentang demi hubungannya dengan Livia."


" Apalagi aku Yoo."


" Udah san jangan nangis, yang sabar ya kamu?".


" Sayang kamu dimana?" Telpon Laras


" Aku diluar kantor nih sayang, kamu dimana?"


" Aku udah didepan kantor nih .."


" Baik aku segere kesana 2menit nyampek.."


" Cepetan."


" Aiya iya." Jawab Dio.


"Mam?" Teriak Laras.


" Jangan teriak-teriak anak kamu tidur tuh." "Oma." Ujar Laras dengan penuh kegembiraan.


" Oma kapan kesini?"


"Tadi sore"


"Oma nginep?"


" Ya iya nginep 3 hari aja."


"Emmm Oma. Laras kangen banget sama Oma?" peluk Laras sambil duduk di sofa ruang tengah.


" Oma." Sapa Dio sambil Salim


" Opa gak ikut ma?"


"Nggak Dio, Opa dirumah gak tega ninggalin hewan-hewan kesayangannya."


" Oh ya namanya hobi ma ya biarin sajalah ma. Oma sendiri sehat?" Tanya Dio..


" Ya seperti yang kamu lihat ini Dio."


" Oma udah sering capek .maklum udah tua."


" Yang penting sehat-sehat aja kan oma gak pernah sakit." Tanya laras


" Ya sakitnya orang tua ya kayak gini aj ras."


" Mama mana oma?" Tanya Laras.


" Tuh didapur gak tau masak apa.?"


" Masak?" Heran Laras.


" Mama kok masak, mana mungkin?" Batin Laras sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

__ADS_1


...Bu Dewi memang sangat malas untuk masalah perdapuran lebih baik dia disuruh belanja ketimbang memasak, dikarenakan mertuanya sedang berkunjung kerumahnya makanya dia mau memasak itupun sambil dibantuin bik Marni biar seakan akan terlihat menantu yang gak malas....


" Selamat malam." Sapa pak Tama.


" Loh mama." Cium pipi mamanya.


" Udah lama ma?" Tanya pak Tama.


" Baru saja tadi sore nyampek."


" Papa gak ikut?"


" Biasa papamu gak tega ninggalin hewan peliharaannya."


" Emang gak kangen apa sama anak cucunya?"


" ya bukan begitu tam kesehatan Papa itu sudah berkurang jadi dia gampang capek."


" Ya kapan- kapan kalau ada waktu luang kalian dong yang berkunjung kesana."


" Diusahakan ma." Jawab pak Tama.


" Cucu gantengku mana kok belum kelihatan,?"Tanya sang ibu.


"Biasa ma tuh anak lembur trus jadi pulangnya larut malam." Jawab mama Dewi sambil menyuguhkan minuman.


" Kamu bilangin dong Tam jangan terlalu kerja keras, nikah saja belum kok udah lembur-lembur terus."


" Kesehatannya itu dijaga." Titah Oma.


" Mama kayak gak hafal Narendra saja, itu anak susah dibilangin ma keras kepala." Jawab pak tama.


" Ya sama seperti kamu." Jawab lagi sang ibu.


" Laras telponin gih bilangin oma kangen."


" Ok Oma." Jawab Laras.


Tut. tuttt.Tut.


" Halo kak ?"


" Bisa pulang cepat gak."


" Enggak bisa." Jawab Rendra dengan ketus.


" Ada Oma dirumah."


" Iya iya, habis ini aku pulang." Jawab Rendra dengan kesal dia tidak bisa mengelak kalau permintaan Omanya karena Narendra juga begitu menyayangi Omanya dia juga rindu sudah lama tidak berjumpa dengan sang Nenek.


...Rendra gak pernah menolak jika Omanya yang menyuruh bahkan Rendra lebih nurut sama oma opanya, ketimbang orangtuanya sendiri, yah. Mungkin karena masa kecil Narendra lebih sering bersama Oma opanya dibanding orangtuanya yang sibuk bolak balek keluar negri dulu....


Tidak butuh waktu yang lama untuk sampai dikediamannya.


" Malam Oma." Cium Rendra dari belakang


" Emmm, cucu Oma!" Ujar Oma yang sedang makan malam bersama keluarga besar Hutama.


"Baru pulang sayang?"


" Iya Oma." Jawab Rendra sambil menyeka lehernya yang merasa lelah.


" Makanya cari istri biar betah dirumah, biar pengen cepet-cepet pulang kerumah, jangan lembur terus nak dijaga kesehatannya."


" Bentar lagi Oma, kalau udah waktunya."


" Waktunya kapan?"


" Hek Hem. ayo ma dimakan nanti dingin makanannya." potong pak Hutama yang masih kesal dengan Rendra.


" Hikz hikz hikz."


" Non Laras.?" Nona Misel bangun non."


" Ohh iya bik." Jawab laras yang segera pergi ke kamar tempat tidurnya dulu.


" Aduhhh, sayang emmm utuk utuk utukkk. " gemas laras.

__ADS_1


"Udah bangun ya nak ya."


" Ayo gendong mama."


" Mas nitip Misel dulu tak buatkan dia susu." ujar Laras kepada Dio


" Sini ikut om Ayuk."


" Oouhhh, pinter anak manis ponakan om yang cantik ndiri ya, mau ini?" gemas Narendra sambil menyodorkan buah.


" Boleh makan ini kan ma?" Tanya Rendra pada laras


" Boleh tapi jangan besar-besar om."


Jawab Dio.


" Bik tolong kupasin sedikit bik."


"Iya den."


" Ini anak cantik." Ujar bik Marni


" Om suapin dong hak?"


" Aem Aem Aem." Goda Narendra Micel tertawa gembira, sambil makan semua keluarga melihat tingkah Narendra


" Ren, kelihatannya kamu udah cocok kalau punya anak, kapan nih Oma dapat cucu dari kamu?"


" Sabar Oma besok Rendra buatkan jangan kawatir, Ok." canda Rendra.


" Kamu itu, bercanda Mulu."


" Emangnya Oma minta cucu yang gimana yang tampan seperti Rendra kan? jangan khawatir ma besok tak buatin yang banyak Oma, biar Oma kewalahan momong."


"Hahahahhahahah." Tawa Oma dengan keras.


" Oma ini serius Ren, kamu itu jangan terlalu kerja keras kasihan nanti kesehatanmu."


" Siap Oma. Rendra cuman beberapa bulan saja kok, lagi menyelesaikan proyek-proyek yang barengan makanya Rendra lembur terus."


" Lihat tuh Sampek brewokan gak pernah dicukur, wajah juga kusut gak dirawat, yang dipikiran cuman kerja Mulu." Ujar sang Oma.


" Iya iya Oma besok Rendra cukur nih brewok. Sultan Arab kan pada brewokan semua Oma, jadi pantas saja kan kalau Rendra brewok biar seperti sultan Arab."


"Terus kamu mau jadi sultan pondok pelita, gak pantas Ren. Udah mendingan kamu kawin saja biar ada yang ngurus, biar bersih gak kusut berantakan kayak gini. "


" Siap Omaku yang cantik." Jawab Narendra sambil memeluk Omanya disampingnya.


"Aaaak. Akkk." Micel menyuapi Rendra


" Aaemmmm. Mantap."


" Enak sayang." Tanya Rendra, Micel mengangguk.


" Laras nginep sini aja ya nak udah malam Lo."


tanya Bu Dewi


" Aku ngikut Dio aja ma."


"Nginep aj lah Yo jarang- jarang Lo kamu nginep sini mumpung ada Oma biar Oma bisa main sama micel untuk beberapa hari ini."


" Ok gapapa kok ma, nanti malam kita nginep sini, aku telfon orang rumah dulu kalau gitu."


" Ok sayang. " Jawab micel dengan senyuman gembira.


" Halo pa?" Telpon Dio ke papanya


"Halo ada apa Yo?" Jawab pak agung


" Ini aku mau ngabarin, insyaallah 3 hari ini Micel dan Laras mau nginep dirumah papa Tama, karena lagi ada Oma sedang berkunjung nih." Ujar Dio.


"Oh begitu terus nginep berapa hari Yo."


"Rencananya cuman 3hari kok pa."


" Iya Yo kata mama gapapa kok terserah Laras, semoga menyenangkan dan Micel gak rewel."

__ADS_1


" ok pa terimakasih."


__ADS_2