Sincere Heart

Sincere Heart
chapter 15 Charissa yang berniat menolong Tante Dewi


__ADS_3

...* * *...


...Malam yang begitu dingin aktivitas Charissa masih tetap sama seperti biasanya siang hari kerja ditoko dan malamnya kerja dicafe Miko....


...Charissa semakin hari semakin terasa dalam hatinya bahwasanya dia memang begitu merindukan sosok mama dilihatnya hpnya sambil mengelap meja dicafe akan tetapi sudah beberapa Minggu mamanya juga tak kunjung menelfonnya untuk kasih kabar atau menanyakan kabar dirinya,. Charissa melanjutkan bersih-bersih dicafe Miko sudah jam 9 malam waktu dia untuk pulang dan beristirahat akan tetapi dia tidak diperbolehkan pulang selagi pekerjaan dicafe belum terselesaikan salah satunya membersihkan meja dan tempat-tempat yang kotor....


" Drttt drrttt drrtt" bunyi handphone Charissa


" Siapa ini nomor baru?"


Drrrtttt drttt drttt. telpon lagi nomor baru hingga sampai 5x, Charissa tidak mempedulikan, Charissa paling tidak suka jika ada nomor baru tanpa memberi tahu dirinya.


"Tinggggg." Bunyi pesan WhatsApp Charissa


" Nak Rissa ini nomor Tante Dewi."ketik Bu Dewi


" Beneran gak sih ini nomor Tante Dewi coba aku telfon balik?" Ujar Rissa penasaran.


"Halo assalamualaikum?" Langsung diangkat.


"Halo waalaikumsalam, ini nak Charissa?"


" Iya ini bneran Tante Dewi?"


" Iya nak ini Tante."


"Oh ada perlu apa Tan, telfon jam segini?"


" Charissa Tante mau minta tolong boleh gak ya?Charissa gak sibuk kan hari ini?"


" Charissa gak sibuk kok Tante,


ini baru saja mau pulang kerja?"


" Tante mau minta tolong apa?" Jawab Charissa


" Gini Lo sa Tante mau minta tolong, maaf ya sebelumnya kalau ngrepotin kamu sa, tante harap juga tidak menggangu kamu?"


"Tidak kok tan? Asal gak dimintai tolong masuk kesungai aja soalnya Charissa gak bisa renang. " Heheheh canda Charissa.


" Charissa kamu itu bisa aja jawabnya."

__ADS_1


" Bercanda kok Tante, Tante mau minta tolong apa insyaallah Charissa siap bantu kok."


" Beneran nih sa."


" Iya Tante Dewi."


" Gini Lo sa Tante Dewi itu punya anak cowok."


" Terus mau dijodohkan sama Charissa gitu Tan?." Canda Charissa.


" Kamu mau nih sa?" balas Bu Dewi.


" Mmmm mau dong Tan asal baik hati dan tidak sombong, hehehhe."Cengir Charissa.


"Beneran sa kamu mau ok kalau gitu kapan-kapan Tante ajak kenalan ya ."


" Tante Dewi ini kok serius sekali sih, Charissa bercanda kok Tante gak usah jangan dikenalin anak jaman sekarang itu pasti udah punya pasangan masing-masing Tan mereka udah pinter memilih pasangan masing-masing jadi Tante gak usah repot-repot ngenalin ke Charissa."


" Salah satunya kayak kamu nih sa?"


" Hehehehe bukan kok Tan Charissa belum pernah pacaran, belum mikirin hal-hal yang begituan Tan."


" Masak sih sa, seharusnya kamu juga udah waktunya mikirin Lo sa."


" Oh begitu Tante doakan lancar terus ya sa, sukses kedepannya."


" Terimakasih Tante, Oh iya lanjut Tan, Apa yang bisa saya bantu nih Tan, maaf dari tadi saya Potong terus pembicaraan Tante."


" Gak apa-apa kok sa lagipula kita juga udah lama kan gak ngobrol kayak gini."


" Iya Tante habisnya saya juga sibuk akhir-akhir ini, Oh iya Tante tadi mau minta tolong apa?"


" Iya sa Tante mau minta tolong nih, anak laki-laki Tante kan hari ini ulang tahun biasanya kalau dia dirumah pasti ngreyain bersama sama keluarga, tapi hari ini berbeda sa anak Tante udah pergi selama 2 Minggu ditelpon Tante gak diangkat, Tante temui apartemennya juga gak ada padahal Tante rinduuuuuuu, banget. dan sepertinya anak Tante itu sengaja menghindar dari Tante kayaknya! " Ujar Bu Dewi bercerita dengan sedih.


" Tante Dewi Rissa turut prihatin ya."


"Andai mamanya Charissa bisa seperti dulu lagi, seperti Tante Dewi hingga dewasapun anak-anak tante Dewi masih saja selalu diperhatikan. jadi kangen mama dulu mama kalau aku kemana-mana selalu nanyain, jika Charissa sedang bermain bersama tetangga pun mamanya langsung khawatir, Tante mengingatkanku pada mamaku yang dulu Tan" lirih Charissa memory dimasa kecilnya muncul kembali.


" Maaf nih Tante kalau saya lancang bertanya,


apa anak Tante ada masalah dirumah yang memang tidak bisa diselesaikan, hingga sampai membuatnya tidak mau bertemu dengan Tante Dewi."

__ADS_1


" Iya sa memang benar akhir-akhir ini anak Tante lagi ada permasalahan sama papanya, tapi entah tidak tau kenapa sampai sekarang Tante malah juga diikut campurkan, padahal Tante itu tetap mendukung apa yang dia mau, bahkan apa-apa yang diinginkannya pasti Tante tetap menurutinya, ya memang papanya itu juga begitu keras mereka sama-sama keras makanya bisa jadi seperti ini, Tante sedih Sa." Tangis Tante Dewi sambil terisak ditelepon .


" Oh begitu Tan. Tante Dewi yang sabar ya suatu permasalahan pasti ada titik terangnya kok, asal salah satu dari mereka yang bersangkutan bisa mengalah salah satu, terus disini kira-kira Charissa bisa bantu apa Tan?"


" Gini Lo sa tadi siang Tante kan pergi ketoko bunga tempat kamu kerja, tapi tidak ketemu kamu sa , jadi Tante minta nomor telepon kamu kecici, dan Cici bilang katanya kalau kamu habis kerja ditoko langsung sorenya kerja dicafe beneran sa, kamu gak capek sa, kerja begitu padatnya?"


" Iya Tante benar kok, kalau sore sampai jam 9 Rissa kerja dicafe?"


" Ya Allah sa kamu itu masih muda kok udah kerja keras banget sih, persis anak Tante."


" Hehehehe kerja di cafenya Miko kok Tan, miliknya sahabat sendiri yang biasanya bareng sama Charissa itu Lo tan?"


" Oh nak Miko yang lucu itu kan sa."


" Bukan hanya lucu tapi seperti cowok jadi-jadian Tan. " Kekeh Rissa.


" Terus Tan Rissa kira-kira bisa bantu gimana?"


" Oh iya sa kalau seandainya Rissa nganter buket bunga Rissa mau gak."


" Nganter kemana tan?"


"Ke Apartemennya anak Tante sa, Gapapa kan? Maaf ya Tante selalu ngerepotin kamu, tapi nanti biar kamu dijemput sopir Tante saja kalau kamu bisa."


" Apartemennya dimana ya tan?


" Didaerah Jl.Anggrek itu Lo sa."


" Oh agak dekat berarti ya Tan dari sini?"


" Iya sa, Deket kok makanya Tante minta tolong sama kamu."


" Iya Tan gapapa, oh ya ngomong-ngomong anak Tante kan cowok nih, kok dikasih bucket bunga Tan, apa nanti gak marah malahan tan?"


"Enggak kok sa, Tante kirim buket bunga keanak Tante, niatnya itu biar dia ingat Tante sa, dia sangat hafal kalau Tante ini pecinta mawar biru jadi dia pasti tau, nanti gak usah dikasih tau siapa nama pengirimnya pun pasti tau sa."


" Ok Tan siap."


" Makasih ya sa."


" Sama-sama Tan, kalau gitu Charissa siap-siap dulu Tante."

__ADS_1


" Ok sayang."


__ADS_2