Sincere Heart

Sincere Heart
Chapter 28 Mulai muncul rasa perhatian


__ADS_3

" Habis dari mana udah larut malam kayak gini masih keluyuran?"


" Dari belakang, habis makan rujak bareng-bareng sama mereka."


Narendra sudah paham yang dimaksud mereka adalah asisten rumah tangganya.


" Gak baik untuk ibu hamil, jam segini masih diluar."


"La kamu jam segini masih aja sibuk dengan laptop, gak baik juga untuk kesehatan, kerja itu ya ditempat kerja, bukan dirumah, kalau dirumah itu waktunya istirahat."Balas Charissa sambil membuka selimutnya yang beranjak tidur.


" Kerja untuk anak istri itu juga ibadah, jadi lebih baik, daripada gibah sama mereka." Jawab Narendra yang masih sibuk dengan


laptopnya.


" Aku gak gibah kok." Jawab Charissa dengan ketus sambil memunggunginya."


sudah setengah Jam Charissa masih tetap gak bisa memejamkan matanya badanya balik kearah Narendra, sebenarnya ada yang ingin dibicarakan kepada Narendra tapi dia takut, dia takut jika Narendra merespon tidak baik.


" Kenapa? Dari tadi Bergerak kesana kemari, gak bisa tenang apa?"gertak Narendra.


" Gak bisa tidur." Jawab Charissa dengan mata yang sendu melihat wajah Narendra.


"Mikirin apa.?" Tanya Narendra.


Charissa tetap menggelengkan kepala masih belum berani bicara.


" Ya uda tidur gih."Jawab Narendra sambil membereskan laptopnya dan beranjak menyelimuti Charissa.


"Aku mau bicara." Ujar Charissa dengan malu.


"Apa?" Jawab Narendra dengan menyilangkan kedua tangannya dibelakang kepala.


" Tadi papa Roni telfon.?"


" Terus?"


" Mengundang kita untuk makan malam bersama keluarga."


Belum sampai dijawab Narendra.


"Tapi kalau kamu sibuk gapapa kok, nanti aku akan bilang papa Roni kalau kita gak bisa datang."


"Bisa kok, jam berapa?" Jawab Narendra sambil melihat kearah Charissa yang berbicara dengan menunduk.


" Biasanya jam 8 malam,sebentar aku coba telepon mama." Jawab Charissa sambil mengambil Hp dimeja sampingnya.


"Gak usah, Gak usah ditelepon."


Jawab Narendra sambil mencegah tangannya dan tidak sengaja memeluknya dari belakang, Hati Charissa berdegub dengan kencang dia tidak berani melihat kebelakang hanya saja melirik tangan yang digenggam Narendra.


"Telepon malam - Malam gak baik, nanti mengganggu." Charissa mengangguk mengiyakan.


...Narendra dengan berani memeluk Charissa dari belakang sambil menyelimutinya, bukan karena kesempatan, sebenarnya sudah lama dia ingin memegang perut Charissa yang semakin hari semakin membuncit, setiap hari melihat Charissa yang mual-mual dengan perut buncitnya rasa keingintahuannya semakin ada kepada janin yang dikandung Charissa, Narendra merasakan kenyamanan saat mengelus perut Charissa, Charissapun hanya diam dengan pasrah, memang benar yang dilakukan Narendra saat ini bisa membuat ibu serta bayinya merasakan kenyamanan dan membuat mereka tidur dengan rilex.Sambil mata terpejam sebenarnya dalam hatinya begitu takut akan perasaannya terhadap Narendra, sikap Narendra yang begitu perhatian membuatnya nyaman, hingga membuat jantungnya berdegup dengan kencang, Seolah-olah teringat dengan perjanjian itu, membuat Charissa begitu takut jika nanti dirinya menaruh harapan yang tak pasti kepada Narendra karena dia sadar diri dia masih ingat jelas perjanjian sebelum pernikahnya, Dan Charissa yakin saat ini, mungkin Narendra hanya sedikit kasihan kepadanya, atau bisa jadi itu adalah suatu ikatan batin antara seorang ayah dan anaknya yang akhir-akhir ini memang membuat Narendra lebih perhatian dengan janin yang dikandung oleh Charissa....


Hoek Hoek Hoek.


...Sudah jadi rutinitas Charissa dipagi hari, kandungannya yang sudah menginjak 4bulan dirinya masih sering mual, apalagi jika mencium bau parfum Narendra, Sampek-sampek Narendra Gonta ganti parfum agar istrinya tidak merasakan mual, tapi usaha kecilnya juga tidak membuahkan hasil, Charissa tetap mual jika mencium bau parfumnya dan anehnya Charissa mencium bau parfum Narendra saja yang bisa membuatnya mual, alhasil Narendra tidak berani mendekat....


"Bik?" Teriak Narendra dari luar kamarnya.


"Iya den, tolongin Charissa ya bi, saya tinggal sarapan dulu."

__ADS_1


" Pagi sayang.?"Sapa Bu Dewi.


"Hmmm." Jawab cuek Narendra.


" Charissa masih Mual Ren." Tanya bu Dewi yang sudah hafal sambil beranjak mau nyamperin Charissa.


" Sudah ada bik Mirna kok ma, gak usah kesana."


"Oh ya udah kalau gitu."


"Bik Mirna udah nyampek sini lagi ma."


" Udah kok pa tadi malam, waktu papa lembur mungkin, mangkanya gak tau." Jawab Bu Dewi sambil mengambilkan nasi kepiring suaminya.


" Hampir barengan sama Narendra juga waktu pulang, benar kan Ren?


" Yah." Jawab Narendra dengan singkat dan cuek, dia tetap asik makan sarapan paginya dan tidak peduli argumen orangtuanya.


"Oh iya pa Tadi malam belakang rumah begitu rame lo,."


" Rame kenapa Ma?"


" Itulo pa bik Mirna bawain Charissa rujak dan mereka makan bareng" bersama, Ya rame bercanda ria, kayaknya Sampek larut malam juga."


" Wah seru berarti ma, syukurlah ma, papa seneng kalau lihat asisten rumah tangga kita juga pada akur, biar mereka juga krasan disini ."


" Iya pa seru, lihat Charissa yang bercanda sama orang-orang kok jadi teringat sama sahabat mama dulu pa." Ujar ibu Dewi sambil melahap makanannya.


"Hanindito maksud mama?"


" Iya pa."


" Besok papa rencananya mau kesingapore kok ma, mama kalau mau kita berangkat sama-sama, Sekalian berkunjung kerumah sahabatmu itu."


" Iya ma."


"Rendra berangkat ma, pa." Ucap Narendra selesai meminum.


" Ok sayang hati-hati." Jawab Bu Dewi.


" Pagi pak." Sapa Rian sang sekertaris pribadi.


" Pagi yan. Hari ini ada pertemuan dengan siapa saja yan." Tanya Narendra sambil membuka pintu ruangannya.


" Ini pak nanti kita bertemu dengan klien dri PT angkasa raya." Jawab Rian sambil menyodorkan berkasnya.


" Hanya ini saja."


" Iya pak untuk sementara hanya ini saja."


" Jadwalnya jam berapa.?"


" klien minta jam 2 siang pak."


" Oh ." Jawab Narendra sambil mengelus janggutnya.


" Baik saya permisi dulu pak."


"Oke. "


"Oh iya yan, tolong bilangin keklien, kita ajukan pertemunya jam10 nanti."

__ADS_1


" Baik pak."


" Hufffftt mendadak aja pak Rendra ini kalau nyuruh, saya nanti yang kena Omelan sama klien untung aja mereka yang butuh bapak." Dumel Rian.


...***...


" Bik Mirna, kayaknya udah Mateng itu yang dalam oven."


"Ok non." Jawab bik Mirna dengan mengambil roti yang didalam oven tersebut.


"Susanti mau ini nggak.?"


" Ma ma ma U dong non." Jawab Susanti sambil gagap.


"Gimana rasanya san.?"


" Muwantap ep ep ep pooollll non."


" Masak sih san, kamu itu kalu dikasih makanan gak pernah jawab gak enak."


" E e emang i i i iya non man man mantap." Charissa menjawab dengan senyuman.


"Bik tolong ini bawa kebelakang ya untuk mereka."


" Oke non siap pasti mereka suka non."


" Lagi sibuk apa sih menantu mama ini."Tanya Bu Dewi.


" Mama, oh iya ini ma tadinya mau Charissa kasihkan kesana, tapi dicicipin dulu aja ma takut gak enak."


" Emmmm masakan mantu mama pastinya enak dong." Jawab Bu Dewi sambil melahap brownies buatan menantunya.


"Sa ini enak banget Lo sa, nanti sisain buat papa ya sa."


" Masak sih ma? menurut Rissa ini masih kurang lembut ma, beneran nih ma papa mau?"


" Beneran Sa, papa juga seneng Lo sama brownies."


" Jangan ah ma Charissa buatin lagi aja ya ma biar lebih lembut lagi." Jawab Charissa dengan wajah sedihnya karena menurutnya brownies buatanya masih gagal.


" Udah ini aja sa."


" Ya udah deh ma, Charissa hias dulu."


" oke sa." Jawab Bu Dewi sambil tersenyum.


Pukul 12.00


Tok tok tok.


" Masuk." Jawab Narendra.


" Ada apa yan.?"


" Ini Pak maaf sebelumnya, untuk dokumen yang kemarin bapak bawa pulang itu dokumen untuk bertemu klien hari ini, apakah sudah bapak tanda tangani."


"Sebentar yan, kayaknya aku juga lupa."Jawab Narendra sambil menggeledah dokumen-dokumen yang ada di tasnya


" Ya ampun yan, lupa gak saya bawa."


" Pasti masih ada dimeja kerja saya yang dirumah, kalau gak mama yang beresin."

__ADS_1


Jawab Narendra, hanya keluarga terdekat Narendra yang diizinkan masuk keruang kerjanya selain itu Narendra masih tidak percaya jika orang lain yang masuk keruang kerjanya karena didalam ruang kerja Narendra terdapat dokumen-dokumen yang sangat penting.


__ADS_2