Sincere Heart

Sincere Heart
Chapter 20 kehamilan yang diketahui orang tua Charissa


__ADS_3

"Sa habis ini aku mau kekosanmu, kamu mau apa aku belikan?" Tanya putri.


"Gak usah bawa apa-apa , lagi lemes nih dari kemarin put."


" Sabar ya habis ini aku kesana."


" Ok hati-hati put."


Putri belanja di supermarket dia memilih buah-buahan yang segar cocok untuk ibu hamil tak lupa mengambil susu Prenagen dan semua makanan untuk ibu hamil.


Putri yang ingin mengambil sayuran tak sengaja bertemu dengan Bu Dewi.


" Putriii?"


" Tante dewiii?"


" Silahkan ambil aja tan, permisi ." Putri buru-buru menghindar dari Bu Dewi.


" Putri. puttttri. puttttt." panggil Bu Dewi sambil menahan pundak putri yang buru-buru.


" Put bisakah tante bicara sebentar?" Tanya bu Dewi.


"Maaf Tan putri lagi ada urusan."


" Put tolong sebentar saja tidak lama." Mohon bu Dewi dengan wajah memelas.


" Baik Tante silahkan."


" Kita bicara diluar saja ya Put." Mohon Tante .


" Tapi putri sibuk Tan tidak ada waktu maaf ya lain waktu lagi saja." Ujar Putri.


" Sebentar saja Put." Mohon Bu Dewi ganti menahan pergelangan tangan putri.


" Baiklah." Jawab putri yang tak tega.


" Put makasih banyak akhirnya kamu mau bicara dengan Tante"


" Tante gak tau harus cari Charissa kemana lagi, kira-kira Putri tau dimana Charissa."


" Putri tidak tau Tan."


"Put Tante mohon jangan ditutup tutupi."


" Tante ingin tau apa salah Tante. Semenjak Tante menyuruh Charissa untuk mengantarkan bucket ke anak tante paginya nomornya sudah tidak bisa dihubungi, padahal Tante inginnnn sekali berterima kasih banyak karena Charissa anak Tante akhirnya mau pulang juga." Ujar Bu Dewi.


" Tante sudah menanyakan pada anak Tante setelah Charissa mengantarkan bunga dari anak Tante?." Tanya Putri dengan intens.


" Tante tidak menanyakan, hanya saja, anak Tante bertanya siapakah wanita itu? Ya tante jawab Charissa itu yang pernah nyelamatin Tante, dia orang baikkkk banget, cuman itu sih Put."


" Coba besok Tante tanya pada anak tante, kenapa Charissa menghindar dari Tante, Apakah ada sangkut pautnya dari anak Tante."


" Benarkah seperti itu Put?."


" Apa jangan-jangan." Bu Dewi menutup mulutnya dia berfikir dengan terkejut dia langsung kepikiran jangan-jangan Charissa.


" Tapi gak mungkin senakal-nakalnya Narendra dia tidak akan pernah berani sampai melakukan hal seperti itu." Batin Bu Dewi.


Jika memang semua itu benar, bu Dewi tidak akan segan-segan memarahi habis-habisan Narendra.


" Put itu kan minuman ibu hamil. jangan bilang kalau itu untuk Charissa."


" Put jawab put ."


Putri bingung menjawabnya karena sisi lain Charissa melarang untuk ngomong keorang lain tentang hal ini, apalagi sama tante Dewi. Tapi semua ini udah takdir dia tidak sengaja ketemu Bu Dewi mungkin saja Bu Dewi bisa menyelesaikan masalah ini, terlalu kasihan Charissa jika dia akan terus-menerus nasibnya seperti itu.


" Iya Tan ." Putri mengangguk sambil berkaca-kaca.


" Ya Allah Charissa, maafin Tante Dewi nak." Ujar Tante Dewi yang seketika menangis.


" Put terus kenapa Charissa menghindari Tante, kenapa tidak bilang sama Tante.?"Tanya Bu Dewi.


" Charissa takut Tan, dia malu." jawab putri.


" Sudah berapa bulan Put?" Tanya Bu dewi


" Baru berjalan 2 bulan Tan" Jawab Putri lagi.

__ADS_1


" Benar Put waktu Rissa Tante suruh mengantarkan bunga, itu kejadian sudah 2 bulan yang lalu." Ujar Bu Dewi.


" Putri jangan bilang Charissa dulu kalau Tante menemui kamu, Tante akan mempertanggungjawabkan semuanya, kamu gak usah khawatir nak Putri, Tante akan berbicara sama keluarga Tante dulu, yang penting kamu tetap jaga Charissa ya Put?"


" Iya Tan siap."


" Sebenarnya aku benar-benar tidak tega Tan melihat semua penderitaan Charissa, terlalu berat yang dialaminya, dia bukan hanya mengalami seperti ini saja, tapi sebelum-sebelumnya dia juga sudah cukup menderita?"


" Apa puttt, kenapa Charissa?" Tanya bu Dewi yang sangat antusias ingin tahu latar belakang Charissa.


"Sebenarnya Charissa adalah anak orang kaya Tan tapi dia, pergi dari rumahnya karena saudara tirinya yang sangat membencinya, makanya dia pergi dari rumah,dia sering difitnah agar mama kandungnya juga membencinya, Charissa pergi dari rumah untuk menghindari saudara tirinya tersebut tapi hanya untuk beberapa bulan ini katanya, jika mamanya pulang dia berencana baru akan kembali kerumah, tapi dia sedih jika orangtuanya tahu dengan keadaan Charissa yang sekarang, 2 minggu lalu Charissa baru mengetahui bahwa dirinya dinyatakan hamil dia setres, dia ingin bunuh diri, untungnya masih ketahuan Putri dan Miko waktu main kekosanya."


" Ya Allah Charissa betapa menderitanya kamu nak." Bu Dewi menangis sambil memejamkan mata, dia tidak sanggup mendengarkan cerita Charissa, terlalu sakit baginya.


" Tante berjanji akan menjadi pengganti ibumu yang selalu ada buat kamu sa, dan tante berjanji agar Narendra juga bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya,Tante berjanji untuk kebahagiaan kamu cukup sampai disini saja penderitaan kamu Charissa." Batin Bu Dewi.


"Put tante minta tolong untuk sementara ini jaga Charissa dan bayinya ya put."


" Secepatnya tante akan segera menemui Charissa put."


" Baik Tan."


" Terimakasih banyak nak Putri." budewi menyeka air matanya.


...* * *...


" Rissa tok tok tok."


" Ini aku Putri."


" Iya sebentar puttt." jawab teriak dari dalam.


" Put kamu kok bawa belanjaan sebanyak ini?"


" Ini semua untuk bumil biar sehat, nihhh aku belikan buah yang segar, susu biar bayinya sehat, dan sayurrr yang masih freessh."


" Masak lagi nih ceritanya?" Tanya Rissa dengan senyum menyindir.


" Udah tenang aja, aku bisa masak nanti aku masakin, bumil cukup duduk aja disini." Ujar Putri sambil mendudukkan Charissa.


" iya." Jawab Rissa.


" Rissa ini diminum, ini baik untuk pertumbuhan sang bayi."


" Makasih banyak ya put."


" Ok." Jawab putri dengan mengangkat jempolnya.


"Halo.bik Iyem ada apa bik?"


" Ini non nyonya Rani dan tuan Roni sudah dirumah tadi malam."


" Dia sudah perjalanan kekosan nak Rissa."


" Apa bik?"


" Bibik yang kasih tau."


" Bukan non tapi non Shella yang bilang, gak tau non mungkin kemaren non Shella masih bisa menguping pembicaraan kita non."


" Shella Shella kamu gak cukup puas sih masih aja buat ulah."Batin Charissa.


...* * *...


Tok tok tok.


" Bik itu pasti mama bik." Ujar Charissa sambil ketakutan.


" Kalau gitu Rissa matikan dulu bik."


"Baik non." Jawab bibik disebrang telepon.


" Rissa.panggil Mamanya."


CEKLEK.


" Mama." Charissa langsung mencari tangan mamanya untuk bersaliman.

__ADS_1


" Rissa kenapa kamu harus pergi dari rumahhh semua masalah tidak akan selesai jika kita menghindarinya, jangan seperti ini nak."Ujar mama Rani sambil memeluk Rissa dengan penuh kerinduan.


" Papa boleh masuk sa?"


" Ayo pa masuk aja." Pak Roni melihat kos-kosan Rissa yang sempit sekali dia sedih melihat keadaan Rissa yang tidak bisa akur dengan anaknya.


"Pantesan betah ini kan kamar yang cocok untuk kak Rissa." ujar Shella yang mengejek.


" Shelllaaaa." Marah papa Roni.


" Silahkan duduk pa ma." Rissa mempersembahkan duduk kedua orangtuanya akan tetapi dia lupa jika susu yang dibeli Putri masih ada dimeja.


" Sayang ini kan susu hamil, kamuu?"


khawatir mama Rani, Shella kaget dan penasaran.


" Bukan Tan itu milik Putri kok"Jawab putri yang habis dari dapur.


" Putri kamu disini?"


" Iya Tante dari tadi siang." Jawab Putri.


" Mbk rissaaaa aku kebelet nih kamar mandinya Dimana ya?" tanya Shella.


" Itu dibelakang dapur." Jawab Rissa.


" Beneran put itu milik kamuuu." Tanya mama Rani.


" Iya Tan sebenarnya tadi aku disuruh belanja mama tapi sekalian mampir kesini." Ujar putri


" Ih bauk banget tempatnya bikin jijik." batin Shella dengan mengipaskan tanganya dihidungnya. Shella penasaran pasti ada sesuatu yang disembunyikan oleh mbk Rissa dia kekamar mandi hanya untuk mencari kebenaran yang lain. dia keluar dan tidak menemukan apa - apa.


Dia masih penasaran dan mencari dikamar Rissa.


"MbkRissa ada cermin gak dikamar?"


" Ada kok kamu masuk aja."


" Rissa pulang sama mama ya nak."


" Sa kalau kamu gak nyaman dirumah, Rissa ngomong aja nanti kita bisa bicarakan dengan baik."


" Gak kok pa. Rissa gapapa."


" Maaaa." Teriak Shella yang menemukan kebenaran, ya dia menemukan sebuah amplop yang berisi tespek dan surat keterangan dokter terdapat nama Charissa yang dinyatakan positif hamil.


" Ada apa sih Shell?" Tanya papa Roni.


" Ini apa sih maaa." Rissa yang mengetahuinya hanya bisa pasrah dengan memejamkan matanya dia tidak ingin Melihat wajah marah mamanya dia menunduk, dugaannya benar kedatangan Shella hanya akan membuatnya semakin runyam pasti dia akan tahu sesuatu hal yang selalu disembunyikan Rissa.


Setiap kali ada Shella pasti akan ada masalah yang datang menimpa Charissa, mama Rani membukanya dan membaca dengan jelas.


" Ini maksudnya apa Rissaaaa." Teriak mama Rani dengan kemarahan sambil berdiri.


" Rissa mama kecewa sama kamu."


PLAKKKK . Mama Rani mendapat putri nya dia menangis lemas dikursi.


" Maafin Rissa maaaa maaf." Tangis Rissa. Putri mengelus punggung Charissa dengan menenangkannya.


" Rissa kenapa kamu seperti iniiiii." Tangis sang mama dengan tubuh yang lemas. Papa Roni hanya diam membisu dengan memijit batang hidungnya.


" Berarti kepergian mbk Rissa dari rumah biar bisa bebas dari mama papa, biar bisa tinggal sama kekasih mbkRissa, bukan begitu mbk?Shella gak nyangka sama mbk Rissa." Isak Shella yang pura-pura iba kepada mama Rani.


"Mama yang sabarrr ma." peluk Shella.


" Pa kita pulang."


" Maaa mamaa maafin Rissa maaa." Tangis Rissa sambil menahan tangan mamanya langsung ditepis oleh mamarani.


" Rissaa papa kecewa sama kamu sa," Ujar papa Roni dengan menuntun istrinya keluar.


" Gak nyangka aku mbk. Ternyata wajah polosmu itu cuman hanya topeng untuk menutupi semua ini."


"Pergi dari sini gak usah banyak omong kamu." Marah siPutri.


Balas Shella dengan senyuman mengejek menaikan sebelah alisnya.

__ADS_1


__ADS_2