
" Emmmmhhhh." Rendra menggeliat kesamping tidak sengaja dia memegang rambut seorang wanita dia terkejut dengan wanita yang tidur disampingnya.
" Siapa kamu?"
...Charissa sudah bangun terlebih dahulu, sepanjang malam Charissa menangis hingga ketiduran, dia tidur hanya beberapa jam, dan dia terbangun menangisi keadaannya lagi, terlalu sakit baginya untuk mengingat hal keji yang telah diperbuat oleh pria yang dipunggunginya Bahkan pria yang sama sekali belum dikenalnya, dia berpikir apa yang harus dilakukan setelah apa yang telah menimpa dirinya atas perbuatan yang dibuat oleh pria yang ada dibelakangnya, masa depannya hancur suatu kehor***Tan yang kelak akan diberikan oleh pasangan hidupnya sudah direng*** pak** oleh pria tersebut Charissa menangis terisak dengan pelan, dan masih terdengar jelas oleh Narendra....
" kenapa malah menangis?."
Ujar Narendra, dengan memegang pelipisnya Narendra sedikit mengingat kejadian tadi malam, dia sangat menyesali perbuatannya dengan apa yang telah diperbuatnya.
Charissa tetap diam dengan posisi tidurnya yang membelakangi Narendra.
" Udahlah buang saja airmata palsumu, gue tau kok pasti kamu hanya wanita murahan, suruhan dari orang-orang yang mengusik kehidupanku kan? Cepat beresin baju-baju Lo semua! Cepattttt." Teriak Narendra sambil mengambil dompet yang ada di celananya dia mengambil celana tersebut yang berada dibawah tempat tidurnya entah sejak kapan dia mencopot celana tersebut dia begitu pusing untuk mengingat kejadian tadi malam, dengan nada yang sangat marah Narendra melemparkan semua uang yang ada di dompetnya ke tubuh Caharissa, Narendra memegangi kepalanya yang masih begitu pusing.
" Pantaskah kamu dikatakan seorang pria ?" Charissa menoleh ke Narendra menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Apa kamu tidak mengingat dengan perbuatanmu tadi malam lihat, lihatlah bunga mawar biru itu? Kamu pasti tau siapa yang menyuruhku datang kesini."
...Charissa menangis gemetar dengan menutupi mulutnya, dia memberanikan diri menatap wajah pria yang ada didepannya dengan penuh amarah, Charissa berdiri dengan kes*****n....
" Aaahhhhh." Ringis Charissa penuh kesakitan, punggungnya begitu terasa sakit badannya terasa remuk lebam, dia segera mengambil baju-bajunya yang berserakan, dia beranjak kekamar mandi untuk mengganti pakaian, bajunya yang sobek tetap dipakainya bagian yang terlihat dia tutup dengan handuk yang ada dikamar mandi Narendra, dia tidak peduli dengan barang yang bukan miliknya tetap dia ambil, setelah keluar dari kamar mandi dia mengambil tasnya dan tidak memperdulikan Narendra dia langsung pergi meninggalkan begitu saja.
Narendra yang melihat Charissa keluar kamar membuatnya menjadi kebingungan dia memakai celana tanpa memakai baju atasan sembari melihat kepergian.
Charissameninggalkannya begitu saja tanpa berkata sekatapun.
Narendra berfikir apa lagi yang harus diperbuatnya setelah kejadian tadi malam yang sudah terjadi.
"Haahhh brengsek." teriak Narendra dengan membuang barang yang disekitarnya penuh frustasi. mengingat kenyataan bahwa dia yang baru saja ditinggalkan oleh sang pujaan hati dan melihat secara langsung sosok wanita yang sangat dicintai berani menghianati hubungannya yang telah dijalin selama bertahun-tahun. ditambah lagi dengan kejadian yang belum pernah dia lakukan tadi malam membuatnya semakin pusing memikirkan.
"HAHHHH kenapa semua ini harus terjadi." Teriak Narendra lagi dengan membuang selimut yang diatas kasur, Dilihatnya kasur yang ada bercak darah didekatinya dilihatnya dengan sangat intens dalam hatinya berkata.
"Jadi wanita itu masih Pe******n."
batin Narendra sambil melirik pintu kamar apartermennya dia mengingat wanita yang sudah diti******nya semalam meninggalkannya tanpa mengambil uang yang sudah dilemparkannya.
📞:"Put tolong aku. aku butuh bantuamu
put tolong jemput aku diapartemen Penthouse di jl.anggrek Sekarang juga." WhatsApp Charissa, putri tidak langsung membuka pesan WhatsApp Charissa dan Charissa mencoba menelponnya tapi tetap tidak diangkat dan beberapa menit kemudian.
📞:" Ada apa sih Sa ini aku baru bangun, Oke iya iya aku segera kesana."
Jawab putri.
📞:" Terimakasih cepetan put." Ujar Charissa yang udah didepan apartemen.
📞:" Sa kamu dimana aku udah didepan apartemen Penthouse ini?"
📞:" Kamu langsung masuk aja put."
25 menit putri sampai diapartermen Penthous.
" Charissa mana ya?" Ujar putri sambil nyetir mencari-cari.
"Itu kan mobil putri." Rissa berdiri sambil melambaikan tangan.
" la itu dia."
" Sa ayo masuk." Ucap Putri
" Sa kenapa bajumu berantakan semua, kamu dari mana kok bisa sampai sini? ini kan masih pagi sa?'" Tanya putri, Rissa hanya bisa menangis dengan melihat jalanan dan tak menggubris pertanyaan dari putri.
__ADS_1
" Charissa?"
"Kamu gak kenapa- napa kan sa? Wajahmu begitu pucat Lo sa?"
Rissa hanya bisa menjawab dengan tangisannya.
" Miko harus tau ini." Ujar putri yang hendak menelpon miko.
" Jangan put aku mohon jangan."
" Kalau gitu kamu cerita dong sa kamu kenapa jangan bikin aku sedih gini Sa?" Ujar putri yang ikut menangisi Charissa, dalam hati putri sudah punya firasat yang tidak enak.
" Maaf put aku tidak bisa cerita." tangis Charissa.
...Charissa berjanji pada dirinya sendiri bahwasanya dia tidak akan menceritakan kejadian ini kepada siapa-siapa, dia akan menyimpan rapat-rapat semua ini, sudah cukup sahabat-sahabat yang begitu menyayanginya terlalu sering direpotkan, sahabat - sahabat Charissa tidak perlu tahu akan masalah yang dialami olehnya , dia tidak ingin melihat sahabat-sahabatnya ikut bersedih apa yang dirasakan Charissa dirinya harus kuat dia harus bisa bertahan, tangis dalam batin Charissa....
...Disisi lain Narendra yang sedang duduk menyender ditempat tidurnya berusaha mengingat kejadian-kejadian semalam, dia begitu pusing memikirkannya, tentang apa yang sudah terjadi semalam apa yang sudah diperbuatnya kepada wanita yang belum sama sekali dia kenal, Narendra mengingat bahwasanya dia memaksa wanita itu berhu***** denganya, Narendra mengira wanita tersebut adalah Livia, dengan samar-samar dia mengingatnya lagi, ya dia masih mengingat tubuhnya yang mungil, yang begitu hangat, dan wangi serta kulit yang lembut membuatnya tadi malam benar-benar hilang akal....
Dalam hati kecil Narendra merasa bersalah tapi dia tidak mempedulikan wanita itu.
" Paling- paling dia suruhan orang." Batin Narendra dia bersikokoh memvonis bahwa wanita tersebut adalah suruhan dari orang- orang yang ingin menghancurkan perusahaannya ia mengacak-acak rambutnya dengan penuh frustasi.
Narendra melihat bucket bunga yang ada dilantai diambilnya bucket mawar biru tersebut. " Masih begitu wangi tapi sudah layu berantakan," Ujar Narendra sambil mencium aromanya.
" Ini kan mawar kesukaan mama. Apa mama yang ngirim?"
Narendra berpikir.
" Apa benar mama yang menyuruhnya kesini." penasaran Narendra.
...* * *...
" Selamat pagi pak?" Ucap Rian sang sekretaris.
" Maaf tadi malam banyak klien-klien yang mencari bapak dan saya bilang bapak lagi kurang enak badan maaf pak saya lancang, karena saya tidak berhasil menelpon bapak."
" Iya sudah tidak apa-apa. I'am fine." Jawab Narendra.
"Riyan.?"
" Iya pak."
" Jadwal saya hari ini apa saja, coba saya lihat?"
" Oh ini pak." Dilihatnya jadwal Narendra tersebut.
"Rapat diundur jam2 saja ya? sepertinya saya kurang enak badan." ujar Narendra.
" Baik siap pak." Jawab Rian.
"Huft coba kutelfon mama saja, untuk menanyakan apa benar mama yang menyuruhnya datang keapartemennya, tapi untuk apa?"
" Ah tidak usahlah, nanti malah tanya kapan pulang lagi?"
" Brengsek bikin penasaran aja nih orang ?Hah yasudahlah." teriak Narendra dengan penuh kebingungan.
Tuttttt tutttt.
📞:" Halo ma ?" Telepon Narendra
📞:" Halooo Rendra, selamat ulang tahun sayang akhirnya kamu telepon mama juga?"
__ADS_1
📞:" Nak kamu sudah menerima bucket itu kan?tanya Bu Dewi dari seberang telepon.
" Sial berarti ini cewek beneran suruhan mama."Gumam Narendra dalam hati.
📞:"Jadi mama yang krim bucket mawar biru ini ma?"
📞:" Iya nak mama yang ngirim, mama menyuruh Charissa untuk mengantarkannya langsung keApartemen kamu. Ren mama kangen nak, pulanglah?" Tangis Bu Dewi"
" Berarti dia tidak berbohong!" Ujar Rendra dalam hati.
📞:" Iya Narendra Pasti pulang tapi tidak sekarang ma.Siapa Charissa ma?" Tanya Rendra.
📞:" Charissa itu yang udah nyelamatin mama waktu kecopetan nak, dia bekerja ditoko bunga, kemeren mama minta tolong langsung untuk nganterin keapartemen kamu, kalau mama yang datang pasti kamu gak mau nemui mama, makanya mama nyuruh Charissa, kemaren mama juga udah kesana, ternyata kamu gak ada di sana nak."
📞:" Kamu udah ketemu dengan orangnya kan nak?" Tanya Bu Dewi.
📞:" Udah ma Rendra matikan dulu ya ma Rendra masih sibuk ini."
📞:" Sayang sebentar mama mau ngomong dulu nih."
📞:" Rendraaaaaa?" Rendra langsung mematikan teleponnya dia memang begitu tidak sopan banget dengan mamanya.
"Mama mama kenapa pakek acara seperti itu sih ma malah kayak gini kan kejadiannya." Ujar Narendra yang duduk dikursi kebesarannya dengan memegang pelipisnya yang dirasakannya begitu pusing, disandarkannya kepalanya yang begitu berat sambil memejamkan mata, terngiang-ngiang dalam benaknya, mengingat kejadian-kejadian tadi malam, dirinya berpikir bahwasanya dia membangun perusahaan ini dengan susah payah hanya untuk Livia akan tetapi malah dibalas penghianatan yang begitu menyakitkan.
...* * *...
" Kamu gak papa kan Sa." Tanya Putri.
" Tidak apa-apa kok Put, aku tidak apa-apa."
" Aku buatin teh dulu ya, dari tadi aku anggurin"
" Gak usah Sa ini aku mau langsung pulang aja kok."
"Gak pengen istirahat dulu nih?" Tanya Charissa.
" Tidak ah sepertinya kamu butuh istirahat."
" Ya udah hati-hati ya Put, makasih udah mau jemput aku." Ujar Rissa.
" Tapi kamu ceritain dulu dong Sa, kamu itu kenapa dari tadi kamu cuman nangis lo, aku tanyain juga jawabnya nangis, kan bikin aku sedih malahan bikin aku mikir sa. "
" Gak apa-apa kok Putri aku hanya teringat mamaku sudah hampir 3 bulan aku meninggalkan rumah, mamapun juga sudah jarang mengabari aku, tapi yasudahlah, aku gapapa beneran, nih aku gak papa kan." Senyum Charissa yang memaksa, Charissa berbohong agar sahabatnya tidak berfikir aneh-aneh tentangnya.
" Beneran nih kamu gak apa-apa?"
" Iya bawel."
" Ya udah aku pulang dulu nih Sa."
Ok hati-hati ya Put."
" Siap Rissa."
" Kamu jangan lupa makan, jangan sedih lagi, Kalau ada apa-apa langsung telfon, ada aku dan Miko yang selalu siap untuk kamu."
" Iya iya, makasih ya Put." peluk Charissa.
"Sama-sama." Jawab Putri sambil mengelus punggung Charissa.
Putri melajukan mobilnya dia meninggalkan Charissa, dibukanya kaca mobilnya
__ADS_1
sambil membunyikan klakson dengan pamit pulang.