Sincere Heart

Sincere Heart
Chapter 30 Rencana jahat Susan dan Shella


__ADS_3

JAKARTA YANG BEGITU PADAT


" Pak untuk proyek perkembangan dimanado sudah hampir selesai tinggal menunggu ada beberapa hal yang menjadi kendala."


"Sudah biasa yan kendala-kendala yang memperlambat itu."


" Gapapa yang penting semua beres kan."


" Iya pak."


"Ok baiklah." Jawab Narendra sambil tersenyum.


Narendra melamun memikirkan Charissa dirinya masih merasa bersalah waktu kejadian dikantor kemarin yang membuat istrinya sekarang menjadi pendiam, ditambah lagi dia mengetahui saudara tirinya yang selalu merendahkan istrinya ingin saja Narendra membalasnya.


" Mengapa aku jadi peduli padanya bukankah ini yang kamu sukai membuatnya tidak betah menjadi istriku dan segera pergi dari kehidupanku, terserah dia mau menderita apa tidak." Batin Narendra.


Narendra tiba-tiba terngiang-ngiang oleh wajah sendunya dia senyum-senyum sendiri sembari melihat foto profil WhatsApp istrinya yang sedang memakai dress sambil berfoto Selfi memegang i perutnya didepan cermin nampak begitu anggun cantik serta menggemaskan, tanpa sadar Narendra mengzoom foto tersebut melihatnya penuh bahagia.


" Ah sialan kenapa aku jadi begini " Narendra yang sadar akan perasaannya langsung membanting hpnya.


" Hufffftt." Narendra mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.


...***...


📞" Halo Ko ada apa?" Tanya putri.


📞" Put meet up yuk.?" Ajak Miko.


📞" Dimana ko? Sama Charissa ngga?"


📞"Di kafeku saja put! Charissa nanti ajalah put kita telpon,Gue tunggu disini ya?"


📞" Ok Tunggu 10 menit nyampe."


10 Minutes leter


" Hai ko? Charissa udah kamu telpon nih?"


"Belum, ya udah telpon gih."


"Iya iya kamu mau pesen apa?"


" Terserah kamu aja."


Tutttt Tuttt Tuttt


" Charissa GK diangkat nih ko."


" Charissa sekarang emang agak susah dihubungi, Kamu merasa begitu ngga?"


"Iya juga sih ko, kapan hari aku ajak ketemu bilangnya lagi keluar."


" Jangan -jangan nih dia emang sengaja nggak dibolehin keluar Sama kita."


"Emang siapa yang ngelarang, hus jangan suudzon, Bu Dewi orangnya baik kok Ko gak gitu juga kali."


" kalu Bu Dewi sih baik la anaknya?"


"Musuh bebuyutan nih?" Hahaha Goda putri.


" Apaan sih Put."


"Put aku ngajakin kamu kesini, sebenarnya mau ngajak kerja sama."


" Kerja sama apa ko."


" Sebenarnya yang lebih cocok ngasih solusi kita itu si Charissa."


"Tapi yasudahlah."


"Kerja sama gimana sih ko?"


"Inilo put rencananya aku itu mau buka cabang kafeteria lagi di Jln.xxx.no.xxxx."


"Oh Terus?" Tanya putri sambi meminum jysnya dengan menaikkan satu alisnya.


" La rencana tempat yang mau aku buat iku kan ada lantai 2 yang satu buat kafeteria yang atasnya buat butik kamu? Gimana cocokkan? Soalnya nih katanya itu tempat terkenal sangat ramai pengunjung."


" La kalo Ramai kenapa dijual sama pemiliknya?"


"Bangkrut yang punya."

__ADS_1


"Kenapa gak dibeli sama yang ngontrak sih ko?"


" Gak kuat beli sih katanya kemahalan soalnya lantai 2 untuk apa gitu katanya."


" Tapi itu bangunan sudah benar-benar jelas kan Ko?"


" Iya put sudah jelas, dan aku sudah survey."


"Wow gerak cepat banget kamu."


...***...


Brukkk


"Aduh kalau jalan pakai mata dong."


" Maaf-maaf aku gak sengaja."


" Loh bukannya kamu saudaranya Charissa kan? Istrinya Narendra."


"Hanya saudara tiri. Emangnya kamu siapa? jangan sok kenal deh."


"Kenalin aku Susan, sahabatnya Narendra."


"Shella." Jawab Shella sambil bersalaman dengan sinis.


" Bisakah kita ngobrol sebentar?"


" Boleh disana saja."


"Oke." Jawab Susan sambil mengangguk. Mereka berjalan menuju restoran yang ada di mall tersebut.


"Mbak pesan jus jeruk satu ya.?kamu mau pesan apa?"Tanya Susan pada Shella


" Saya pesan ini aja ya mbk?" Ucap Shella.


" Baik mbk siap " Jawab pelayan tersebut.


"Sebenarnya ada perlu apa sama saya.?"Tanya Shella ketus.


"Santai saja Shel aku disini gak ada niatan buruk kok sama kamu, hanya saja aku ingin tahu, latar belakang kakak kamu!"


"Ya sebenarnya Charissa itu wanita baik-baik atau bukan?Jujur dari awal dia nikah sama Narendra feelingku ada sesuatu yang diinginkan Charissa pada keluarga Narendra."


"Ada niat buruk gitu?" Tanya Shella.


" Lebih tepatnya seperti itu. Bisa jadi hanya mengincar hartanya atau apa, ya aku cuman pengen tahu aja, kalau memang kamu juga sekongkol sama kakak kamu kan berarti sama kalian ini perempuan?"


"He tutup mulut kamu ya. Asal kamu tahu keluargaku itu juga keluarga mampu jadi kalau hanya mengincar harta dari sisongong itu sama sekali gak level " Jawab Shella dengan nada tinggi.


" Asik sudah masuk umpanku." Batin Susan.


"Oh maaf-maaf aku hanya bercanda kok Shell, Ya baguslah kalo kamu tidak seperti kakak kamu."


"Sudahlah to the pon aja niat kamu apa? Kalau kamu hanya mau menanyakan siCharissa sorry banget gue males ngomongin dia."


"Lah bukannya kalian ini saudara, kenapa seperti itu?" Tanya Susan makin penasaran.


" Ya memang kita ini saudara tapi dari kecil, aku benci banget sama dia."


( Shella menceritakan kisah masa kecilnya bersama Charissa dengan penuh kebencian).


"Wah bagus dong kalau Shella saja juga membenci gue bisa cari tahu keburukan-keburukan siwanita yang sok polos dan sok baik itu." Ucap Susan dalam batinnya.


...****************...


"Sore Ren belum pulang nih?"Tanya Susan.


" Belum masih banyak kerjaan."


" Kelihatannya nglembur nih "


"Ya kemungkinan kalau Riyan bisa selesai hari ini akan selesai lebih cepat ntahlah sampai jam berapa nanti " Jawab Narendra dengan mengetik laporan dilaptopnya.


"Aku buatkan kopi ya.?" Tanya Susan.


"Boleh."


...****************...


KEDIAMAN HUTAMA

__ADS_1


"Sa suami kamu belum pulang?"


"Emmmh gak tahu Ma dari tadi Charissa sibuk didapur buat makan malam nanti."Jawab Charissa sambil menyiapkan piring-piring."


" Bik ini tolong ditata dimeja."


"Siap non." Jawab bik Mirna.


"Mama ada perlu sama MasRendra?"


" Ya gak juga sih Sa, tapi jam segini biasanya udah pulang kok sekarang belom."


"Lagi nglembur mungkin ma."


" Iya mungkin Sa, perasaan mama ini selalu khawatir kalau anak-anak mama belom pulang, padahal tuh Sa dulu sebelum Narendra nikah sama kamu dia juga jarang pulang tapi mama punya semua nomor telepon teman-temannya jadi mudah dihubungi."


" Kalau sekarang susah ma?"


" Ya tidak, tapi mama malu kalau mau telepon kan sudah ada istrinya jadi istrinya saja yang telepon biar mama lega."


" Oh gitu ya ma." Jawab Charissa dengan polos.


"Habis ini aku telepon ma."


" Iya sayang tanyain tuh kenapa kok belom pulang-pulang sudah jam segini."


"ini kan masih jam 5 sore." Batin Charissa. Dia berjalan kekamar mengambil handphonenya.


"Nyonya ini bisa saja akalnya."Saut bik Mirna.


" Biar sudah bik, yang penting mereka bisa cepat-cepat akur dan rukun." Jawab Bu Dewi dengan tertawa kecil sambil menunjukkan jari-jarinya yang membentuk love pada bik Mirna.


"Betul nya cocok." Jawab bik Mirna sambil meringis menutup mulutnya.


...****************...


" Enak gak Ren kopi buatanku."


" Emm lumayanlah kopi buatan Susan wanita yang gak pernah tahu apa itu Dapur." Ledek Narendra sambil mensruput kopinya.


" Enak aja." Ehheheh.


Drttttt Drttttt Drtttt


📞"Halo ada apa Sa."


📞"Gapapa ini aku cuman mau tanya, jam segini kok belum pulang?"


📞" Memangnya ada apa? Nungguin aku?"


📞"Tidak mama tanya jam segini biasanya sudah dirumah tapi sekarang kok belum pulang-pulang." Jawab Charissa dengan nada lembut.


📞"Mama apa kamu yang nyariin aku?" Goda Narendra sambil tersenyum.


📞" Enggak siapa yang nyariin kamu, yasudah kalau gitu aku tutup dulu telponnya."


...Susan yang melihat Narendra telpon dengan istrinya langsung seketika ingin berpamitan pulang dia benar-benar dibuat kesal, dia cemburu jika melihat Narendra bisa akur bersama istrinya, Karena Susan juga tahu niat Narendra menikahi Charissa hanya karena rasa tanggung jawab terhadap bayi itu, dan Susan benar akan feelingnya selama ini yang dia takuti, jika suatu saat Narendra akan jatuh cinta pada Charissa yang selalu menampakkan wajah polosnya tersebut, ya karena Susan tahu Narendra adalah orang yang sangat membutuhkan sosok wanita seperti Charissa akan tetapi dalam hati Susan dia tidak akan pernah menyerah dia tetap akan memperjuangkan cintanya untuk Narendra....


"Mau kemana San?"


" Aku pamit pulang dulu aja Ren, takutnya nanti kalau bareng kamu kemalaman."


" Oh gitu ya Udah gapa kok San, Hati-hati ya."


"Siap Ren, aku balik dulu ya?"


"Sebentar San." Cegah Narendra sambil memegang tangan Susan.


"Apa Ren?"


"Kalau ada info tempat sewa atau tanah dijual bisa buat Kafe tolong kabari ya?"


"Untuk apa?" Tanya Susan dengan menaikkan satu alisnya.


" Rencana buat Charissa biar dia punya kegiatan."


" Oh. ya tapi gak janji."


" Ok kamu hati-hati dijalan."


"Siap." Jawab singkat Susan.

__ADS_1


__ADS_2