
...Hotel Maharani...
...Tamu-tamu undangan sudah memasuki semua ,...
...Narendra sambil berjalan dia menyusuri lorong dikamar dia tidak sengaja melihat sosok wanita yang dikenalnya sedang berjalan bergandeng tangan dengan laki-laki lain, yang kelihatannya bukan orang Indonesia, iya dia begitu yakin jika dia memang wanita yang dikenalnya....
"Sepertinya saya hafal dengan paras tubuhnya?" Ujar Narendra.
...Diikutinya wanita tersebut dilihatnya dari jauh dia semakin beradegan panas dengan kekasihnya, Narendra mencoba mendekat dia ingin memastikan apakah itu benar kekasihnya yang bernama Livia, dalam hatinya tidak mungkin Livia melakukan hal sekotor itu, apalagi kepadanya, Livia bukanlah wanita seperti itu pasti ini hanya halusinasinya yang akhir-akhir ini memang selalu memikirkan sang kekasih yakni Livia dan begitupun kedua orangtuanya....
" Bukankah itu Livia tapi dia bilang masih dibali?" Narendra bertanya-tanya.
...Narendra tetap mengikuti Livia yang semakin berjalan jauh dari hadapannya Livia berjalan sambil...
...menggandeng tangan Michael dengan mesra , Narendra masih tetap tidak percaya jika itu Livia karena Livia bilang jika dirinya masih dibali dan akan pulang 3 hari lagi, Narendra semakin penasaran dia semakin mendekatinya sehingga sangat begitu jelas bahwa wanita tersebut memang benar-benar Livia , Livia dan Michael berhenti tepat didepan kamar hotel yang dipesannya, mereka berciuman dengan romantis entah kenapa mereka tidak menunggu untuk masuk atau melakukannya didalam hotel, dinegaranya Michael mungkin sudah biasa jika melakukan hal seperti itu, Narendra yang melihat dengan kedua matanya tersebut mengepalkan tangan dengan penuh kemarahan, ia ingin memberontak mereka, dan Narendra langsung memukul tepat diwajah Michael....
...Ya memang benar itu adalah Livia, selama ini Livia memang sudah mempunyai kekasih lain yang berasal Australia dan orang tua keduanya yang menjodohkan mereka berdua....
...kekasih Livia yang sekarang adalah orang yang menyelamatkan perusahaan papanya, dan sisi lain Livia yang selama ini berhubungan jarak jauh dengan Narendra sebenarnya juga sudah tidak kuat, Livia sering bertemu dengan Michael kekasih barunya karena seringnya bertemu akhirnya Livia mau menjalin kasih bukan hanya itu ternyata Livia memang sudah dilamar oleh Michael itulah kenapa Livia tidak mau menerima lamaran dari Narendra....
...Apalagi dari awal Livia juga mengetahui jika keluarga Narendra tidak ada yang menyetujui hubungan mereka berdua dia tidak ingin jika Menikah keluarga Narendra tidak menerimanya jadi beda jauh dengan keluarga Michael....
...Orang tua Michael adalah salah satu orang terpandang dinegaranya Michael yang cuman satu-satunya ahli waris dikeluarganya membuat orang tua Livia semakin berambisi untuk menjodohkan Livia dengan Michael, sebenarnya dalam hati Livia, dia sangat mencintai Narendra dibanding Michel, karena Narendra adalah cinta pertamanya dari bangku SMA hingga sekarang, akan tetapi keluarga Narendra yang tidak pernah menyukainya membuat Livia berkecil hati terhadap Narendra, sedangkan mama Livia juga mengetahui jika Livia memang tidak diinginkan oleh keluarga Narendra entah mengapa alasannya,...
...Orang tua Livia memang kaya tapi lebih kaya dari keluarga Narendra akan tetapi latar belakang dari keluarga Livia, yang mungkin membuat pak Tama tidak menyukainya, apalagi Bu Dewi, dulu ibu Livia memang tersandung kasus perselingkuhan dan semua itu memang terbukti, ya mungkin itu salah satu alasan dari keluarga Narendra tidak menyukai Livia, karena Bu Dewi berfikir, jika Narendra menikah dengan Livia Bu Dewi takut bisa jadi jika Livia menjadi istri Narendra dia akan bosan karena sering ditinggal keluar negri atau bisa saja mencari pelampiasan cowok lain untuk mengisi rasa kesepiannya, dan Budewi takut jika Livia akan berani berselingkuh seperti mamanya, itulah mengapa orang tua Narendra tidak menyetujui, kabar itu juga sudah terdengar ditelinga keluarga Livia dan itulah yang membuat keluarga Livia kecewa, mamanya pernah berdalih kepada Narendra "Jika Narendra bisa mendirikan perusahaan besar tanpa bantuan orang tuanya orang tua Livia akan menyetujuinya, dan sekarang Narendra sudah bisa menuruti kemauan orang tua Livia, akan tetapi semua itu hanya omong kosong dari orang tua Livia karena nyatanya Livia sudah dijodohkan dengan Michael karena Michael yang sudah membantu perusahaan orang tua Livia."...
__ADS_1
" Liviaaaaaa." Teriak Rendra.
Seketika mereka berdua tidak jadi melakukan hal senonoh.
" Haah gak nyangka aku, sekeji ini kamu Vi ?"
" Setidaknya hargai aku, hargaiiii akuuuu Vi."
Livia hanya terdiam membisu didepan kamar hotel yang dipesannya beberapa hari bersama Michael.
"Ren ren jangan keras-keras dong gak enak dilihatin orang." padahal lorong kamar tersebut masih sepi.
" Aku gak peduli."Bentak Narendra.
" Hei what the f**k."Michael bertanya dan membalas pukulan itu tepat dihidung Narendra yang langsung mimisan.
"Ren, Rendra stop Ren, ayo ikut aku !" Ajak Livia kerastoran hotel.
" Please give me some time to talk a
him for a bit?"Mohon Livia kepada Michael.
"Yes alright." Jawab Michael sambil menyeka bibirnya.
Dan Livia langsung menyeret tangan Narendra kerastoran.
__ADS_1
"Apa maksud dari semua ini Vi?" Marah Rendra
" Ok aku akan bicara yang sebenarnya, tapi tolong kamu jangan marah disini."Narendra memejamkan mata mengiyakan.
" Ren aku minta maaf ya sama kamu sebenarnya Michael adalah tunanganku ini cincin lamaran kami Ren."
" Sebenarnya kedatanganku keindonesia untuk mengatakan semua ini kepadamu tapi hati kecilku tidak tega."
"Jadi ini jawaban dari kamu, yang meminta aku untuk memberikan waktu kamu agar berfikir lagi."
" Apa kamu tidak memikirkan perasaanku Vi, kamu tau kan selama ini aku sabar menunggumu, aku mau mendirikan perusahaan besar hingga saat ini juga buat kamu Vi, untuk kamu, untuk membuktikan pada Orangtua kamu, kenapa kamu malah seperti ini?"
" Maaf Ren maaf, aku tau tapi aku tidak mau jika kedua orangtua kamu yang berisi keras tidak mau merestui kita, aku tidak mau hubungan kita tanpa restu orang tua kamu juga Ren."
" Heleh alasan macam apa lagi itu."
"Apa kamu tau Vi aku merjuangin kamu berapa tahun? aku montang manting kesana kemari agar aku bisa sukses tanpa bantuan orang tuaku sedikitpun, apa kamu tau aku sering memberontak terhadap Orangtuaku sendiri demi kamu,hingga mereka sekarang mengusirku apa kamu tauuuuuuu?" Teriak Narendra penuh dengan kekesalan sambil menggebrak meja didepannya.
Rendra kecewa dengan apa yang semuanya telah diberikan untuk Livia, dia meninggalkan Livia yang menangis entah apa yang ditangisinya.
" Ren Rendra tunggu Ren." Pinta Livia sambil mencegah tangan Narendra yang langsung ditampis oleh Narendra.
"Sudah cukup. sudah tidak ada yang perlu disesali." Jawab Narendra.
"Aku harap kamu jangan pernah ngecewain Orangtuamu jika semua ini sudah jadi keputusanmu." Lirih Narendra.
__ADS_1
"Rendra jangan tinggalkan aku Ren." Tangis Livia sambil berteriak entah apa yang disesalinya ini semua juga sudah menjadi keputusannya, memang benar Livia masih mencintai Narendra, kalau saja Orangtuanya tidak berhutang Budi pada Michael mungkin Livia juga masih ingin mempertahankan hubungan mereka hingga sampai saat ini.
...* * *...