
...Sore menjelang malam sepulang dari Cafetaria kemarin Charissa disibukkan dengan kegiatan dihandphonenya dia memilih produk yang tepat untuk mengisi Cafe dan butiknya dia juga tidak lupa untuk menghubungi keluarga dan sahabatnya rasanya dia bahagia sekali baginya hari-harinya akan disibukkan kembali oleh pekerjaan ingin sekali dia berbagi kebahagiaan dengan kedua sahabatnya sudah lama Charissa tidak berkomunikasi dengan Kedua sahabatnya setelah sahabatnya meminta bertemu tapi Charissa pada waktu itu tidak bisa....
Kini dia mencoba menghubungi sahabatnya kembali siapa tahu besok kedua sahabatnya bisa datang ke acara pembukaan Cafetaria dan siapa tahu pertemuan itu bisa mengobati rasa rindu Charissa kepada kedua sahabatnya.
Tuuttttt Tuttttt Tuuuut Putri tak kunjung menjawab.
" Kemana sih siPutri susah sekali dihubungi."Ucap Charissa pelan.
Tutttt Tuttttt Tuuuut
📞:" Halo Miko?"
📞: " Halo bocil tumben sekali kamu telepon, ada apa nih kangen kan?" Celetuk Miko.
📞: " Iya Ko kamu apa kabar baik kan?"
📞: " Pastinya baik dong Cil, aku kan selalu bahagia, kamu sendiri gimana sehat? si baby juga sehat kan Cil?"
📞: " Alhamdulillah aku dan sibayi sehat kok Miko, Ko Putri kemana ya aku telepon kok gak bisa.?"
📞: "Sibuk mungkin Sa. Kamu lagi ngapain sekarang?" Tanya Miko.
📞: "Oh ini aku lagi nyantai saja dikamar habis mandi Ko. Kamu sendiri lagi ngapain Ko ?"
📞: "Biasa Sa ini aku lagi dicafe."
📞: " Aku gangguin kamu dong?"
📞: " Halah kamu kayak gak hapal aku aja sih Cil.?"
📞: " Iya sih ya siapa tahu kamu udah berubah lebih giat lagi kalau bekerja." Ehehhehe bercanda Charissa.
📞: " Dari dulu aku udah giatlah Cil, kamu aja yang gak tau." Balasnya.
📞: " Iya iya deh Ko percaya aku, Ko besok kamu ada waktu luang gak?"
📞: " Ya kamu kayak gak tau aku aja sih Cil, aku ini selalu bisa dan selalu ada kalau untuk kamu dan Putri."
📞: " Benarkah Ko."
📞: " Iya Bocil."
📞: "Ya udah kalau kamu gak sibuk, besok datang ya jam 7 malam keJl.xxxxxx no.xxxx nanti aku krim wa lagi alamat lengkapnya."
📞: " Oke Cil siap, Emangnya Acara apa Cil.?"
📞: "Udah pokoknya yang penting kamu dan Putri harus datang ya.? habis ini nanti aku telepon putri."
📞: " Oke Bocil Ashiap."
📞: " Makasih Miko, ya udah kalau gitu kamu lanjut lagi tuh kerjanya, maaf ya aku gangguin."
📞: " Kamu kan emang gitu Cil suka gangguin aku."
📞: "He enak aja nggaklah Ko."
📞: "Iyadeh Iya. Aku tutup dulu ya Cil besok lanjut lagi."
📞: " Oke siap Miko."
__ADS_1
Lebih baik aku krim WhatsApp saja pada Putri.
✉️: " Put kamu dimana, aku telepon dari tadi kok gak diangkat?" Dan langsung dibalas oleh Putri.
✉️: " Iya Sa maaf ya, Ini aku lagi sibuk banget, ada apa Sa.?"
✉️: " Gapapa Put. Aku cuman mau bilang kalau kamu besok gak sibuk Dateng ya keacaraku di Jl.xxxx no.xxx Jam 7 malam tadi Miko sudah aku telepon Dateng ya kesini bareng Miko."
✉️: " Siap Charissa aku pasti datang kok, sesibuk-sibuknya aku pasti aku datang buat kamu."
✉️: " Makasih banyak put. aku tunggu dilokasi ya besok."
✉️: " Oke siap Rissa."
" Alhamdulillah persiapan udah beres 90% udah hubungi mama tinggal menghubungi kru dilokasi." Ujar Charissa sambil memainkan handphonenya.
Narendra berjalan keluar dari kantornya tidak sengaja bertemu Susan yang juga berjalan didepannya Susan memang berniat untuk bertemu Narendra tapi tidak sengaja mereka bertemu dilobby kantornya.
" Ren?" Panggil Susan.
" Hei San dari tadi.?" Tanya Narendra Sambil memasuk satu tangannya kedalam sakunya dan tangan satunya lagi memegang handphone.
" Baru kok Ren, niatnya mau keruangan kamu."
" Ya udah kita ke kantin saja ya."
" Oke mari." Jawab Susan sambil mengganggukkan kepala mempersilahkan dengan tangannya.
" Gimana San udah siap semua."
" Siap dong Ren."
" Oh begitu, terserah kamu saja sekiranya itu tidak menimbulkan problematika ya gapapa."
Ujar Narendra.
" Tapi jika nanti ada Tante Dewi dan Om Hutama gimana Ren."
" Gapapa justru jadikan kesempatan itu untuk memperbaiki hubungan Livia dengan Mama Papa."
" Betul juga sih Ren, Ya udah nanti aku bilang keLivia kalau gitu Ren."
" Dia minta nomer telpon kamu boleh gak Ren?"
" Kasih saja."
" Oke Ren." Jawab Susan dengan tersenyum licik.
" Dan semoga saja rencanaku berjalan mulus, tunggu saja kamu Sa ini akan jadi awal kehancuran rumah tangga kamu dengan Narendra, kamu siapa dengan mudahnya mendapatkan Narendra sedangkan aku yang bertahun-tahun menunggunya saja tidak mendapatkan apapun." Ujar Susan dalam batinnya.
" Ya Udah aku kembali keruangan dulu ya San, kamu lanjutin dulu."
" Aku juga lagi nunggu seseorang kok Ren, gapapa kamu duluan saja."
" Oh begitu baiklah." Jawab Narendra dengan segera beranjak pergi.
"LIVIA." Teriak Susan sambil melambaikan tangan pada Livia yang sedang menengok kesana kemari mencari Susan.
" San udah dari tadi.?" Tanya Livia.
__ADS_1
" Ya lumayan sih, duduk dulu gih." Ujar Susan sambil mempersilahkan.
" Makasih." Jawab Livia sambil cipika-cipiki.
" Narendra baru saja kembali keruangan ya.!"
" Terus dia gak ngomong apa-apa tentang aku Dan?" Tanya Livia dengan antusias.
" Tidak sih Vi, Hanya saja tadi aku tanya kamu boleh gak besok ikut hadir."
" Terus responnya gimana San.?"
" Baik kok Vi, malahan dia bilang itu bisa buat jadi kesempatan kamu untuk memperbaiki hubungan kamu dengan Tante Dewi dan Om Hutama.!"
" Serius kamu San, Rendra bilang kyak gitu."
" Serius Vi. nih aku kirim nmor teleponnya."
" Makasih banyak ya San kamu udah mau bantuin aku kembali pada Rendra."
"Sama-sama Vi, gue mikirnya lebih baik sama Lo siRendra, karena gue juga udah kenal Lo sama Rendra dari bangku SMA dulu Vi, daripada si Ja***Ng yang gak tau asal usulnya, seenaknya dia ngejebak Rendra dan keluarga Tante Dewi gue tuh kasian Vi."
" Gue juga akan berusaha ngedapatin Rendra kembali San, gue nyesel banget dulu udah pernah mengkhianatinya ternyata tidak akan ada cinta seindah yang pertama." Ujar Livia sambil membayangkan kenangan-kenangan dimasalalunya bersama Narendra kenangan pertama kali Narendra mengajak kencan dan sering ketoko buku.
" San kalau gitu aku ingin bertemu dengan Narendra dulu, dia sibuk gak ya?"
" Sesibuk-sibuknya Narendra kalau kamu yang nemuin pasti dia mau bertemu Vi."
Tok tok tok
" Masuk." Ucap Narendra.
"Livia.?" Ucapnya lagi.
" Ren, apa kabar? aku gak ganggu kan?"
" Gak kok Vi, Silahkan duduk." Ucap Narendra sambil mempersilahkan duduk.
" Ini Ren aku bawakan kamu bekal makanan, kamu udah makan siang belom."
" Makasih Vi, kebetulan aku baru saja dari restoran sama Susan tapi belum makan juga sih, ini baru mau delivery."
" Seharusnya istri kamu dong Ren yang perhatian bawain kamu makanan kesini."
Sindir Livia.
" Oh dulu pernah nagnterin tapi aku larang karena sekarang perutnya sudah makin besar nanti kasihan." Ucap Narendra dan membuat Livia yang mendengar perhatian Narendra keistrinya membuatnya cemburu.
" Oh begitu, ini Ren aku masakin makanan kesukaan kamu Rendang kan?"
" Sejak kapan kamu bisa masak Vi.?" Tanya Narendra sambil mengincipi makanan yang ada di mejanya, dan memang benar Livia dari dulu tidak suka memasak dia notabenenya wanita yang hanya hobi merawat diri tapi tidak suka bersih-bersih bahkan dulu sewaktu dia mendaki gunung bersama Narendra yang membuatnya makanan juga Narendra.
" Sejak aku merindukanmu." Seketika Narendra menghentikan kunyahanya.
" Emmm boleh juga enak juga Lo Vi rendang buatan kamu." Ucap Narendra sambil mengalihkan pembicaraan.
" Benarkah? Akhirnya Ren aku bisa memasak sesuai selera kamu."
" Ya lain kali aku juga mau kok mencicipi menu masakan kamu yang lain." Ucap Narendra lagi tapi dalam batinnya tetap tidak bisa mengalahkan Rasa dari masakan Charissa batin Narendra.
__ADS_1
" Siap Ren, sesuai request yang kamu minta pokoknya aku turutin semaunya." Jawab Livia dengan tersenyum bahagia.