
...Pertemuan dengan Narendra ...
" Akhirnya Tante sadar juga!"
"Terimakasih ya dek sudah mau bantu Tante"
" Sama-sama Tan."
" Oh iya Tante hafal nomor telepon keluarga Tante?"
" Hafal dek, bolehkah saya meminjam handphonenya?"
" Oh silahkan Tante!"
Tuttt tuttt tuttt.
" Gak diangkat dek?"Ujar ibu tersebut
" Coba dijapri langsung aja, siapa tau dibaca setelah itu telepon terus?"
"Atau Tante hafal nomer telepon saudara Tante atau anak Tante?"
" Coba Tante japri saja dek."
"Iya Tan dicoba."
sSnd to:0852xxxxxxx
" Pa ini mama, tolong angkat teleponnya pa, mama sekarang dirumah sakit mama kecopetan pa"
"Tan udah dibaca Tan." Sambil menyerahkan handphonenya
"Ini Tan langsung telepon." Si Ibu langsung mengangkatnya.
" Halo ma, mama baik-baik saja kan ma.?"
" Mama baik- baik kok pa hanya saja mama masih gemetar takut kejadian tadi."
" Sekarang mama dimana?"
" Mama dirumah sakit permata ruang VVIP no.09."
" Baik ma papa segera kesana."
Tok tok tok
" Masuk?"
" Hai sa kamu gapapa kan? Tanya putri
" Aku gapapa kok put?"
" Ya amsyong Charissa ada-ada saja sih kamu, terus kenapa kamu sampai disini? Tante Ini siapa?" Tanya Miko khawatir.
" Miko jangan banyak tanya ssstttt."Rissa sambil mendiamkan.
" Yang penting aku kan gapapa."
"Kenalin Tan ini sahabat-sahabat aku?"
" Yang ini putri dan yang ini Miko."
" Princess Miko." Saut Miko
" Iya princess maksudnya Tan." Si ibu tadi Senyum bahagia dia masih beruntung bertemu dengan Charissa yang telah menyelamatkannya.
" Terus adik sendiri namanya siapa."
" Saya Charissa Tan panggil aj Rissa!"
" Charissa? Cantik sekali seperti orangnya?"
" Berarti kalian juga baru kenal?"
Tanya Miko.
" Iya emang kenapa?" Tanya rissa
__ADS_1
" Terus gimana ceritanya kamu ninggalin kita dimall begitu saja dan malah menyuruh kita jemput kamu disini?"
" Bocil cil kamu tuh bikin khawatir kita tau gak?"Marah Miko.
" Iya deh maaf aku banyak salah?"
" Bukan nak Charissa yang salah tapi Tante." Saut Tante.
" Nak Rissa tadi menyelamatkan Tante dari preman-preman jahat." Tante menceritakannya dengan Singkat.
" Oh begitu." Jawab kompak putri dan Miko
" kalau boleh kenal, nama Tante siapa?"Tanya Charissa.
" Nama Tante Dewi."
" Panggil aja Tante Dewi atau terserah seenak kalian." Jawab Tante Dewi dengan tersenyum.
" Bagaimana kalau aku panggil Dewi kasmaran" Canda Miko.
" Miko?" Ucap Rissa dan Putri serentak sambil melotot mengingatkan
"Iya iya sa."
" Gak boleh bercandain orang tua gak sopan."Ujar putri dan Rissa serentak lagi. Miko langsung menciut.
" Gapapa kok Tante malah seneng sekali bertemu kalian, kalian semua itu baik."
" Terimakasih Tan." Jawab miko.
Mereka semua bercanda sembari menunggu suami Tante Dewi.
Tok tok tok
" Masuk." Ucap Tante Dewi
" Loh kenapa banyak orang disini." Ujar suami Tante Dewi dan mereka bertiga diam merasa canggung.
" Ini orang-orang baik kok pa."
" Baik Tan kami pamit dulu ya?" Ucap Rissa
mereka bertiga bersalaman pamit.
" Charissa?" Ucap suami bu Dewi.
" Iya pak."
" Ini ada sedikit uang tolong diterima ya."
"Ini rasa bentuk terimakasih om."
"Siapa tahu uang ini bisa membantu Rissa dan teman-teman Rissa." Ujar suami Tante Dewi sambil menyodorkan cek beberapa nominal.
" Terimakasih om sebelumnya."
" Dan saya mohon maaf bukannya kami menolak tapi saya menolong tante Dewi dengan tulus kok om." Jawab Rissa
" Terimakasih kami mohon pamit om tante."
...* * *...
" Mama kenapa bisa begini?"
" Gimana kejadiannya kok bisa sampai seperti ini, pak Karyo mana? bukanya mama tadi diantar pak Karyo?"
" Tadi mama difitnah mencopet pa untung saja ada Charissa, Rissa tadi melihatku dan dia memberitahu orang-orang dimall,kalau mama bukanlah pencopet itu, dan malah mereka semua menuduhku pencopet yang sedang bersekongkol sama para preman-preman tadi."
" Makanya hati - hati dong ma?"
" Besok-besok jangan masuk mall sendirian!"
" Seandainya tadi kalau gak ada yang nolongin terus apa jadinya?"
" Mama juga jangan asal percaya sama orang ,yang belum kita kenal ma, kalau mereka punya niatan jahat kan kita gak tahu."
" Mereka baik kok jangan suudzon gitu lah pa gak baik."
__ADS_1
" Ya syukur kalau mereka baik."
" Sus pasien bernama ibu Dewi dimana ya."
" Di kamar VVIP no.09 pak ."
" Terimakasih sus."
" Ren pelan - pelan dong jalanya."
" Ya aku khawatir aja sama mama San."
" Mama tu pasti panik kalau ada kejadian-kejadian seperti itu, apalagi ini mama sendiri yang mengalaminya?"
Brukkkk. Narendra tidak sengaja menabrak seseorang dari arah berlawanan.
" Maaf." Satu kata yang sangat singkat sembari mengambil handphone dan memberikannya kepada sang pemilik yang terjatuh, dan langsung ditinggal pergi begitu saja olehnya.
" Hei kalau jalan pakek mata dong." Kesal Miko sambil berteriak Rendra membalikkan badan dan menghamipiri.
" Maaf mas?" Mohon Rendra dengan menyodorkan tangannya Miko menolak uluran tanganya.
Tangan Narendra tidak di tanggapi dan langsung ditinggalkan begitu saja olehnya l.
" Mas mas cantik begini dipanggil mas!" Jawab Miko sambil merapikan bajunya.
" Ya cantik mohon maaf saya tidak sengaja." Rendra memohon lagi dengan kekesalannya dan langsung ditinggalkannya.
" Dasar ganteng- ganteng katarak."Ujar Miko
Rendra berbalik dan seketika langsung menenteng baju dileher Miko dengan marah
" Anda siapa bicara seperti itu kalau laki jangan kayak gini."
"Auwww, auwww, auwww." Teriak Miko ketakutan
" Hei lepasin teman saya jangan sok arogan ya, pergi dari sini dia bukan tandinganmu malu dong?" Ucap Charissa sambil memisahkan Miko dan Rendra
" Ajarin sopan santun tuh temanmu?"Ujar Narendra sambil mengibaskan jasnya dengan mengejek jijik pada Miko.Acuh Rendra kepada mereka, Rendra tidak peduli dan segera pergi dari mereka.
" Udah Ren jangan diladenin." Ujar Susan.
Tok tok tok....
" Masuk." Ucap Tante Dewi.
" Ma, mama gapapa kan." Tanya Rendra dengan penuh kekhawatiran.
" Aku sudah menyuruh anak buahku untuk menemukan para copet -copet sialan itu ma, mama gak usah takut."
" Udahlah Ren gak usah, yang penting mama baik-baik saja kan?" Jawab mama Dewi.
" Biarin ma akan kuberi pelajaran sama mereka." Jawab Rendra dengan kemarahan.
"Sudah - sudah biarkan mama kamu istirahat dulu, biar disini saja dulu, sampai mama tenang." Ujar papa Tama pada Rendra.
...* * *...
...Narendra memang sosok yang tegas dan berani. tidak ada satupun karyawan yang berani kepadanya , bahkan lawan-lawan bisnisnyapun tidak ada yang bisa mengalahkannya. Narendra memang sosok yang pendiam dan arogan, dibalik diamnya dia selalu menang dalam segala hal dalam bidang bisnisnya tidak akan ada yang berani kepadanya karena kekayaan dia bisa menghalalkan segala cara....
...Narendra tergolong pengusaha muda karena diusianya yang ke 28 tahun Narendra sudah bisa mengembangkan sorum mobil kelas dunia bukan hanya itu dia juga punya masih punya banyak pabrik Kelapa sawit dan masih banyak lagi usaha-usaha yang lainya, usaha diusia mudanya memang terbilang sangat cemerlang, karena usahanyapun tidak kalah jauh kesuksesannya dari perusahaan-perusahaan papanya....
...wajah yang tampan membuat banyak wanita yang iri pada sosok pasangannya, sampai-sampai sahabatnya susan yang sedari kecilpun diam-diam juga mengharapkannya, orangtua Narendra dan Susan pernah berjanji untuk menjodohkan mereka akan tetapi Narendra masih belum memikirkan yang namanya pernikahan dan Rendra sendiripun sebenarnya sudah mempunyai kekasih, untuk menghargai perasaan Narendra akhirnya Susan mengalah dan tidak terlalu berharap dengan perjodohan orang tuanya dulu....
...Susan adalah anak dari sahabat pak Hutama papanya Narendra, Susan dari umur 10 tahun ditinggal oleh kedua orang tuanya yang kecelakaan,...
...Susan adalah anak yatim piatu....
...Dan pak Hutamalah yang bertanggung jawab atas semua kehidupan Susan, maka dari itu pak Hutama ingin menjodohkan Susan dengan Narendra agar pak Hutama tidak merasa bersalah pada almarhum sahabatnya tersebut....
" Tante baik - baik saja kan Tan?"
" Tante gapapa kuq Susan."
" Kamu kalau main kemall atau kemana saja, hati - hati karena sekarang banyak sekali penjahat-penjahat yang berkeliaran."
" iya Tan. "
__ADS_1