Sincere Heart

Sincere Heart
Chapter 24 pernikahan


__ADS_3

" Saya terima nikah dan kawinnya (Charissa biru Cahari) binti (almarhum Cahari putra permana) dengan maskawin tersebut tunai.” ucap Narendra dengan penuh sakral.


...Kedua keluarga begitu bahagia akhirnya mereka mau menikah juga, pak Tama yang semula berambisi untuk menjodohkan dengan Susan dia sudah mengalah dia harus menyimpan egonya daripada melihat anak kebanggaannya menikah dengan Livia pak Tama lebih mendukung dengan Charissa....


...Apalagi pak tama juga tau jika Charissa adalah anak almarhum Cahari dimana papanya Rissa juga salah satu teman bisnisnya yang pernah menolongnya dan pak Roni juga masih menjadi daftar kerjasama antar perusahaannya, pernikahan mereka berdua begitu mewah banyak para wartawan yang meliput mereka karena anak dari PT.PRATAMA SANJAYA menikah dengan anak dari PT.ARORA GROUP ditambah lagi yang notabenenya narendra juga pemegang perusahaan kelas dunia yang dia beri nama NARENDRA GROUP....


...Semua wanita yang menyaksikan akan sangat merasa iri, tapi sisi buruknya berita tentang kehamilan Charissa juga sudah meluas, tapi semua itu tidak dipikirkan yang terpenting mereka berdua mau berkomitmen dengan baik kedepannya akan menjadi lebih bahagia....


"Gak nyangka gue bro ternyata Lo yang lebih dulu menikah dari kita bertiga." Ucap Zayn


" Apaan sih Lo."


" Masih bisa malam pertama gak nih?" Canda Dion.


" Brengsek Lo!"


" Jangan lupa ngincip dikit juga boleh kok, daripada ngempet." ucap Farel .


" ****** Lo." Kesal Narendra.


" Ayo semuanya siap senyum dong pengantinnya, jangan lupa tanganya digandeng ?" Narendra yang masih gengsi dan Charissa yang masih malu, sepanjang acara mereka berdua masih saling menjaga jarak masing-masing.


"Gini Lo bang." ucap Dion yang ikut foto bersama sahabat-sahabatnya dia menggandengkan tangan Rissa sama Rendra.


Rissa begitu sangat cantik dengan balutan gaun warna putih dan rambut yang disanggul bak ratu dongeng.


"Aura ibu hamil memang lebih cantik ya maaa." Ujar Laras sama mamanya yang melihat dari jauh.


" Iya sayang mama bahagia sekali, akhirnya kakakmu mau bertanggung jawab, sekarang mama lebih lega daripada melihat kakakmu berhubungan dengan wanita itu."


" Iya ma Laras juga seneng. Laras juga melihat jika mbk Rissa memang orang baik suatu saat kak Rendra pasti menyadari semua itu dia pasti akan jatuh cinta sama mbk Rissa ma."


" Hehehe iya sayang." Jawab Bu Dewi sambil dipeluk Laras disampingnya.


Shella yang datang, dan tidak kelihatan mendekat bersama keluarganya begitu kesal dia merasa iri melihat pesta Kakak tirinya yang begitu mewah, padahal baginya Charissa itu membuat malu keluarganya, mengapa dia masih diistimewakan bahkan banyak para wartawan yang meliputnya dengan berlebihan.


" Sayang kamu dari mana aja sana foto sama mbak Rissa.?" Tanya pak Roni.


" Lagi nunggu Bryan pa!" Jawab Shella.


" Bryan kamu kok lama banget sih sayanggg?"


" Maaf sayang habisnya toiletnya juga rame."


" Mari kita foto?" Ajak Bryan.

__ADS_1


" Selamat ya kak semoga aja bisa langgeng, ah masih beruntung banget ya kak, masih ada sosok laki-laki yang mau mengakui anak dalam perut kakak." Ucap ketus Shella, Narendra cuman melirik melihatnya.


Charissa hanya diam dan memejamkan mata sambil memedam marahnya sebenarnya dia malu pada mulut Shella yang asal bicara tanpa melihat tamu yang ada disekelilingnya memang itu tujuan Shella.


" Terimakasih Shell semoga kamu cepat menyusul juga ya?" Jawab Charissa dengan tenang.


" Kita masih pengen berkarir kak, belum mikirin sampai sejauh itu apalagi jika hamil gak kepikiran sama sekali kalau nikah langsung hamil." Sindir Shella.


" Ya kan sayang?"


" Hmmmm.!" jawab Bryan dengan senyum kecutnya. Narendra masih mendengar dengan jelas dalam hatinya penuh kekesalan bahkan Narendra juga sudah tahu rumor yang tak sedap dia tahu jika hubungan istri dan adik tirinya itu tidak baik.


" Selamat ya kakkkk semoga bisa jadi imam yang baik, yang penyayang untuk anak istri, jangan sakiti dia lagi." Bisik Laras dengan menggendong Michelle.


" Hmmmm sotoy lo sini digendong om ayoo." mereka berfoto bersama Laras dengan Dio Narendra mengambil Micel dari gendongan papanya dia menggendong Michelle sambil tersenyum lebar dikamera.


...* * *...


" Kamu tidur di kasur saja aku akan tidur disofa !" Ujar Narendra, Charissa tidak menjawab dan hanya diam.


" Pagi sayang."


" Ayo sini nak sarapan." Sapa bu Dewi kepada menantunya.


" Gapapa sa nikmatin saja, mama itu saking bahagianya punya menantu baru lagi."


Narendra tetap sibuk dengan makanannya dia tidak mempedulikan istri dan orangtuanya.


Rissa membalas dengan senyuman.


" Kamu hari ini kekantor Ren?" Tanya pak Tama.


"' Iyalah pa."


" Kamu itu pengantin baru, libur beberapa hari kan bisa, toh itu juga perusahaanmu sendiri."


Ujar pak Tama .


" Pengantin baru, gak pengantin baru sama aja, Gak ada yang spesial." Jawab ketus Narendra yang langsung pergi.


" Kamu yang sabar ya sa memang seperti itu Rendra."


" Gapapa kok pa mungkin kita masih butuh adaptasi." Jawab Rissa dengan tenang.


...* * *...

__ADS_1


" Sayang besok kontrolnya jam berapa nak?" Tanya Bu Dewi yang masih didengar oleh Rendra yang sedang lewat di ruang tengah.


" Jam 10 ma." jawab Charissa sambil memegang toples ditangannya dengan menonton TV diruang tengah.


" Rendra besok antar Rissa cek kandungan ya nakkk?" teriak Bu Dewi.


" Aku sibuk ma, banyak kerjaan yang Rendra harus selesaikan hari itu juga." Jawab Rendra dengan ketus.


" Cuman sebentar kok nak."


" Kalau gak bisa jangan dipaksa maaa, biar besok diantar Miko saja ma aku udah janjian soalnya." Rendra yang mendengar nama Miko langsung marah karena dia masih begitu kesal dengan mengingat kejadian yang dirumah sakit dia tidak mau kalau anaknya diantar olehnya.


" Ya udah besok aku antar, tapi aku kekantor dulu paginya, aku jemput agak siang ," Jawab Rendra dengan ketus.


...* * *...


" Kamu kalau capek tidur sini aja." Ujar Rissa yang menyuruh Rendra tidur disampingnya dia merasa kasihan melihat Rendra yang sudah 2bulan tidur disofa akhir-akhir ini Narendra sering memijit leher dan punggungnya.


" Kamu gak takutttt?"


" Tidak." jawab Rissa dan Rendra langsung beralih kekasur dengan memunggunginya.


Sudah hampir mau subuh sepanjang malam Narendra masih belum bisa memejamkan matanya entah apa yang ada dipikirannya yang membuatnya tidak bisa tidur malam itu.


" Paaaa, papa. jangan tinggalin Rissa pa, pa rissa takut sendirian." Tangis Rissa dalam mimpinya dan langsung dibangunkan Narendra.


" Saaa Rissaaa bangun sa." Narendra mencoba membangunkan.


" Papaaaaaa." teriak Rissa seketika Rissa bangun memeluk.


...Rendra yang dipeluk Rissa sangat kaget jantungnya berdetak lebih kencang, disisi lain dia merasa iba melihat Charissa yang mengigau menangis ketakutan....


"Aku takuttt." Ucap Rissa sambil menangis dipelukkan Narendra dia tidak mempedulikan egonya dia tidak malu lagi dengan Narendra karena untuk saat ini dia butuh ketenangan dia merasa takut akan mimpinya yang seolah-olah papanya datang disaat Rissa melahirkan.


..." Udah Tenang, gapapa jangan takut ada aku disamping kamu " peluk Rendra sambil menenangkan dan mengelus punggung Charissa, Narendra merasakan air mata Rissa jatuh dibajunya. dadanya basah, karena air mata rissa, Rissaa masih gemetaran....


"aku ambilkan minum ya?"


" gak usah!"


...Rendra menidurkan Rissa diatas bantal dia menidurkannya, lengannya yang dibawah leher Rissa membuat Rissa begitu tenang. Narendra masih memeluk erat, dia mengelus rambut Rissa yang begitu lembut dan sangat wangi diciumnya kepala Rissa dengan penuh kasih sayang dia seketika melupakan kekasihnya Livia dia lupa dengan perasaannya, yang sebenarnya sangat tidak menyukai Charissa, malam itu Narendra merasakan kehangatan begitu pula Charissa, dia sangat nyaman akan pelukan Narendra,...


...Ternyata dia begitu cantik, wajahnya yang begitu imut memang membuatnya sangat menggemaskan, bibirnya, rambutnya, pipi chubbynya, dan kulit lembutnya mengingatkan Narendra pada kejadian malam yang kelam itu, siapa pun pria yang berada didekat Charissa pasti akan dibuat terpana olehnya memang tingginya tak seberapa tapi dalam dirinya ada yang begitu sepesial begitu menarik bagi pria....


"Dia memang sangat cantik." batin Narendra.

__ADS_1


__ADS_2