Sincere Heart

Sincere Heart
Chapter 19 Narendra dibayangi rasa bersalah


__ADS_3

"Charissa kamu udah bangun?" Tanya Putri yang ada disampingnya, Charissa hanya bisa menangis dia bangun, dia mengingat kejadian itu, dia memikirkan masa depannya.


"Apa yang harus dilakukannya untuk masa depanya? Batin Charissa.


" Sa makan yukkk. ini aku suapin,"Ujar Miko.


" Charissa hanya menggeleng. " Dia hanya menangis dalam diam.


" Charissa tidak apa-apa jika kamu tidak mau menceritakan kepada kami, tapi asal kamu tau jangan pernah kamu bunuh diri, dosa apa lagi yang akan kamu perbuat, terus bagaimana dengan bayi itu jika kamu bunuh diri?" Tangis Putri sambil memeluk Charissa yang menangis terisak. Miko mengelus punggung Charissa.


"Siapa sa, siapa yang melakukan ini semua sama kamu."


" Aku akan datang membunuhnya Sa." Ucap Miko dengan kemarahannya.


" Kamu jangan sedih lagi ya. Kasihan sibayi dia butuh kehidupan, dia butuh asupan dia ingin hidup dengan layak Sa." Charissa tersentak dengan kata-kata putri.


" Kalian tidak malu bersahabat denganku?"


" Aku terlalu kotor buat kalian."


" Ngomong apa sih bocilll, kamu tetap bocilku jadi gak ada kata malu seburuk apapun kamu, kamu tetap sahabat kita." Peluk Miko menenangkan.


" Bolehkah kita mendengar ceritamu Sa? agar kita tahu apa yang kamu rasakan, kamu jangan sakit sendirian udah cukup Sa kamu terlalu baik untuk disakiti,"


Charissa mengangguk bercerita dengan singkat, Miko yang mendengar cerita Charissa dia sangat marah dan ingin sekarang juga menghajar pria yang telah menghamili sahabatnya, dan Putri hanya bisa menangis mendengar cerita dari Charissa, terlalu sakit terlalu sakit semua yang dialami Charissa selama ini.


" Sini Sa peluk aku." Mereka berdua menangis lagi dalam pelukan.


" Aaaa Charissa kamu begitu kuat, kamu begitu hebat."Ujar Miko.


" Aku akan melaporkannya ke polisi biar tau rasa dia."


"Tidak, gak usah Ko, percuma Toh aku juga tidak punya bukti apa- apa."


" Bayi ini Sa dia yang akan menjadi bukti."


" Tidak Ko kasihan Tante Dewi, pasti dia akan bersedih jika melihat anaknya masuk penjara."


" Charissa terbuat dari apa sih hatimu, kamu itu sudah disakiti masih aja memikirkan orang lain." Ujar Putri.


" Makanya aku gak mau terlalu baik sama orang." Ujar Miko.


" Miko gak boleh gitu." Ucap Putri.


" Ya udah mulai sekarang bayi ini juga bagian dari keluarga kami, milik kita bertiga, jika kamu merasa butuh apa-apa gak usah sungkan, langsung telpon mama Putri ya nak." Ujar Putri sembari mengelus -elus perut Charissa yang masih rata.


" Aku juga kalau kamu pengen kontrol kedokter, langsung telpon Pa. Mami micikey ya nak." Jeda Miko yang hampir mengucapkan kata papi.


"Papiiiii." Dan disaut bareng oleh Charissa dan putri sambil tertawa.


" Mami maksudnya."


" Heleh mami garonggggg." Saut Putri

__ADS_1


" Putri ya bukanlah mami tersyantik."


" Sabar ya sayang kamu harus kuat, jangan nakal sama mama Rissa, mami tunggu didunia." Ujar Miko. Dan Charissa membalasnya dengan senyuman.


...Hari-hari Narendra merasa berbeda 2 bulan sudah berlalu, tapi dia masih tidak bisa melupakan kejadian itu dia merasa dihantui dengan kajadian malam itu, dalam hatinya masih terbesit rasa benci apa ya sudah dilakukannya dia masih bersi kokoh jika wanita itu adalah Ja***ng...


📞" (Ren gue tunggu Lo dicafe semuanya udah pada ngumpul nih.)" WhatsApp farel.


📞" ( Ok gue meluncur.)"


" Ren. Wooooooiiii." panggil Dion dari kejauhan.


" Udah pesan?" Tanya zayn kepada Narendra yang akan duduk.


"Udahhhh. Lama gak ketemu. Gimana proyek Lo sukses?" Tanya Rendra pada farel.


" Yah begitulah masih belum kelar- kelar masih aja kisruh."


" Sabar bro, emang udah resikonya begitu." Jawab Rendra menghisap rokoknya.


" Lo sendiri gimana sehat kannn."Tanya zayn.


" Apa masih berharap sama itu cewek. " Tanya Dion bercanda.


" Ah udahlah jangan bahas dia lagi." Jawab Narendra.


" Ya baguslah kalau begitu, berati dia udah ngelupain Zayn." Jawab Farel.


" Eh Lo tau gak si adiknya David yang dulu terkenal cantik banget, primadona sekolah bro?" Tanya Dion.


"Bukanya mantan loe Rel?"Tanya Zayn.


" Kenapa emang?" Tanya Farel dengan ketus.


" Hamil duluan!" Ucap Dion.


Narendra seketika melirik kaget sambil meminum jusnya, dia teringat pada kejadian 2 bulan lalu, dalam hati kecilnya juga berpikir


"bagaimana jika perempuan itu hamil?"Batin Rendra.


" Ah gak mungkin, lagipula jika dia hamil belum tentu itu anak gua." Batin Narendra.


" Udah kagak heran, dari dulu gue udah tau semuanya, emang dia sok polos, sok-sokan baik banget sama semua orang, tapi matrenya minta ampun, dulu aja waktu masih sama gue sering tu cewek minta-minta, ya gue kasih ajalah itung- itung sodaqoh, karena tanpa meminta dia langsung memberi, gak cuman satu ada dua kali apapun yang dia minta harus dia dapatkan kalau udah dapet yang dia inginkan pasti memberi imbalan dengan cara menggodaku untung aja Yon iman gue masih kuat ." Ujar farel, sambil geleng-geleng mengingatnya.


" Soombong sombong sombong." Enek Zayn.


" Siapa sih namanya Emha kan rel." Tanya Dion sambil bercanda.


" Iya." Ketus farel.


" Cewek jaman sekarang itu topengnya saja yang sok polos sok baik tapi aslinya yang ada dibenaknya itu cuman ada uang, uang dan uang, itu sebabnya ." Ujar farel dan didengarkan oleh Narendra dia dari tadi hanya menyimak kalimat farel dan sahabat-sahabatnya yang lain.


...Narendra seketika mengingat sosok wanita itu, wanita yang diceritakan oleh mamanya, yang dibanggakan oleh mamanya, dan Narendra sangat yakin dengan apa yang diceritakan Farel hampir sama dengan sosok wanita tersebut, dia masih beranggapan bahwasanya wanita itu memasang wajah polosnya agar mamanya simpati, agar bisa mendapatkan uang lebih banyak lagi jika dia mendekati keluarga orang kaya. batinya....

__ADS_1


" Halah sekarang aja bilang pengen cewek yang apa adanya, tapi nanti kalau dikasih yang apa adanya tapi gak good looking pasti masih mikir-mikir kan lo." Ujar Dion.


" Bukan begitu Rennnn?" senggol Dion pada bahu Rendra yang sedang melamun.


" Woi Ren kenapa daritadi Lo diam aja sih, jangan jadi patung." Cluit Dion.


" Apaan sih kalian, yahh menurut gue sih benar apa yang dibilang si farel wanita itu hanya mengincar Uang uang dan uang."


" Hahahaha gak asikkkkk banget Lo Ren, dari tadi ngelamun mulu, Lo bisa ngomong kayak gitu karena abis ditinggalin silivia kan? Halah dulu aja bilang gak ada kok cewek matre yang ada itu cowok kere." Ujar Farel sambil mengejek.


" ****** Lo rel siapa yang ngelamun gue cuman capek aja, berberapa hari ini gue lembur terus banyak berkas-berkas yang harus diselesaikan sepulang dari Vietnam. jadwal tambah padat." Jawab Narendra sambil memijat lehernya.


" Belum juga kawin, kerja keras kok kebangetan." Ujar Zayn.


" Emangnya uang lo buat apaan sih Ren?"


"Buat beli tu mulut Lo yang bacot aja bisanya." Jawab Rendra, sambil nglempar batang rokok yang sudah habis dihisapnya kearah Zayn.


" Paan sih." Jawab Zayn.


" Terus gimana persiapan lamaran Lo, udah siap nih ?" Tanya Narendra.


" Udah 70% sih tinggal semuanya kuserahkan sama Lisa,?" jawab Zayn.


" Gak nyangka kalo Lo yang nikah duluan?"


ujar Narendra.


"La emangnya kenapa?"


" Ya bagus sih, berarti udah siap banget kamu, emangnya gak takut nih jika nanti ada suatu konflik sama keluarga Lisa, kamu beneran udah siap menghadapi semua itu? Aku aja yang baru ngerasain konflik terus sama orangtua capek apalagi ditambah 2 keluarga" Tanya farel.


" Namanya pernikahan itu menyatukan dua keluarga, jadi tergantung kita yang harus pinter-pinter menghadapi semua masalah?"


" Beneran?" Tanya Dion.


" Emangnya gue bercanda."


" Yang penting kan gue bisa ngerasain malam pertama duluan dari kaliannn." Ujar Zayn dengan nada mengejek pada teman-temannya.


" Yeee gue kira udah beneran siap, ternyata tujuan Lo cuman itu?"


" Bercanda bro, enggaklah gue beneran niat Ama siLisa, dia itu beda limited edition disaat wanita yang diluaran sana menginginkan mobil sport gue, siLisa gue belanja kemall naik Alphard eh malah minta naik Vespa kemana-mana bro, aduh siLisa mah sederhana apa adanya cantik pula beruntung banget kan gue." Ujar Zayn penuh kepedean.


" Lo beruntung siLisa yang rugi besar, dapetnya Malah anak kebo kayak gini." Ujar Dion.


" ****** enak aja lu." Saut Zayn lagi.


" Ya baguslah kalau begitu, semoga lancar acaranya nanti aku transfer untuk tambahan keperluan yang lain." Ujar Narendra.


" Gak usah repot-repot bos, akan tetap kuterima dong yang banyak ya transfernya?," Ujar Zayn lagi sambil berbisik ke telinga Narendra.


" Ba*** Lo." Ujar Dion sambil mengacak kepala Zayn.

__ADS_1


Mereka bercanda ngobrol- ngobrol hingga larut malam.


__ADS_2