
...Malam yang begitu hancur bagi Charissa...
" Ren Lo tu udah minum banyak Ren udah deh bisa mati lo. " Ujar Doni sambil menyaut gelas narendra.
" Dia mabuk terlalu banyak, Zain lebih baik kamu antar pulang dia." Ujar farel.
"Aku itu gak mabuk kalian aja yang sok tau dengan kehidupanku." Cerocos Narendra.
" Lama -lama jadi gila dia, iya Zain udah bawa pulang aja dia."Ujar Doni.
" Iya iya." jawab Zain.
" Ayo Ren kita pulang, merepotkan saja kamu." Ujar Zain sambil menuntun Narendra keluar dari bar.
" Rendra Rendra baru tau kan sekarang kebusukannya si Livia, dibilangin gak percaya sih sama kita - kita." Ujar farel.
" Gak nyangka gue Narendra orang yang paling dingin, yang sok arogan, bisa sebucin ini hanya gara-gara cewek, segitunya dia kayak orang gila." Ujar Doni.
...* * *...
...Mereka bertiga adalah sahabat Narendra sedari SMA mereka semua dari dulu sudah terkenal tampan dan playboy, akan tetapi hanya farel dan Doni saja yang sebenarnya playboy kalau Narendra dia dari dulu selalu setia bersama Livia sedangkan Zayn dia cuek kalau soal cewek mereka memang anak orang kaya tapi mereka tidak pernah sombong,ya itulah kenapa mereka dari dulu banyak penggemar hingga sekarang yang notabenenya terkenal kaya dan tampan, sehingga banyak wanita-wanita yang ingin dipersunting salah satu dari mereka....
...* * *...
Tok tok tok
" Iya sebentar." Ucap Charissa dari dalam kamar kosan. Ceklek.
"Dengan mbk Charissa?"
" Oh iya bapak, sopir dari tante Dewi?"
" Iya mbk silahkan mbak ikut saya."
" Iya sebentar pak saya ambil tas saya dulu."
" Baik mbak saya tunggu di mobil."
" Iya pak "
Hanya butuh waktu 3 menit Charissa mengambil tasnya.
Tok tok tok
Charissa mengetuk kaca mobil.
" Udah siap mbk." Sambil membukakan pintu mobil.
" Iya pak Ayuk berangkat."
" Baik mbk." Jawab pak Karyo sopir keluarga pak tama.
(Charissa akhirnya sampai didepan apartemennya Narendra)
" Pak nanti gak usah nungguin saya ya."
" Biar nanti dijemput teman saya saja." Ucap Charissa pada pak Karyo.
__ADS_1
" Gapapa mbk saya tunggu sampai selesai, mbk ingin kemana saya antar, karena saya sudah diperintahkan oleh Bu Dewi untuk mengantar mbk." Jawab pak Karyo.
" Terimakasih pak, tapi maaf sebelumnya tadi saya udah janjian sama teman jadi bapak pulang duluan saja gapapa kok pak.'"
" Oh begitu ya mbk."
" Baik kalau gitu, saya juga tidak bisa memaksa mbk, kalau gitu saya pulang duluan ya mbk?"
" Iya pak terimakasih, hati-hati ya pak." Senyum Charissa dengan sangat ramah.
"Oh ya lebih baik aku WhatsApp Miko dulu biar dia tidak nungguin aku lama-lama nanti." batin Rissa sambil jalan menuju apartemen Narendra dilantai 3, Charissa masuk lift dan menuju kamar No. 309.
📞:" Miko jangan berangkat dulu ya sebelum aku telepon nanti."
📞:"Ok cil. kira-kira pulang jam berapa entar?" Tanya Miko yang langsung dibalasnya WhatsApp tersebut.
📞:"Belum tau ko, masih nungguin anaknya Tante Dewi, ini juga masih belum pulang-pulang."
📞:" Ok kalau gitu nanti kamu telepon aja ya cil?"
📞:"siap Miko."
"apartemen No. 309.
ini kan ya?" Ujar Rissa berbicara sendiri.
...Charissa mengetuk kamar apartermen tersebut tapi tidak ada jawaban dari dalam.Charissa masih tetap setia menunggu seseorang datang atau paling tidak ada orang lewat tapi dilihatnya sudah jam set 11, tidak ada tetangga satupun yang lewat....
...* * *...
Zayn menuntun Narendra kedalam mobilnya diperjalanan Narendra tetap nerocos tak karuan.
" Baru tau kan lo sekarang, dari dulu kemana aja Lo Ren?"
" Breng*** dia emang, dasar wanita gak tau diri baj*****n, Livia dasar ja***g kamu." Teriak Narendra.
" Heh berisik tau." Kesal Zayn sambil nyetir.
" Awas aja dia Zayn akan kubalas perbuatannya."
" Gak usah ngomong aneh-aneh Lo pikir aja sendiri perbuatan Lo udah bner apa belom, mungkin ini karma Lo yang gak pernah nurut Ama Orangtua." Ujar Zayn.
" Ah percuma gue nasehatin Sidia, dia kan setengah sadar, meski sadar aja belum tentu dia menggubris omongan gue apalagi kagak sadar gini." Batin Zayn.
" Gak usah bawa-bawa Orangtua, lo tau apa tentang keluarga gue, Zayn mungkin dibalik Ivi yang seperti itu dia terpaksa Zayn, bisa saja dia dijodohin dengan orangtuanya Zayn!" Rengek Narendra yang masih membela kekasihnya yang sudah jelas -jelas mengkhianatinya.
" Liviaaaaa?" Racau Narendra sambil bersedih.
" Rendraaaaaa. Rendraaaaaa. Sampai kapan sih lo begini terus Ama orang tua Lo, bukannya menyadari kesalahan masih aja ngebelain tu cewek, jelas- jelas itu cewek dah gak bener." Batin Zayn.
" Hoekkkk. Hoekkkk. " Muntah Narendra.
" Anj*** Lo Renn. Mobil gue Lo muntahin" Marah Zayn.
" Ayo turun." Ujar Zayn sambil menuntun Narendra kedalam apartemennya.
" Udah Lo gak usah ikut masuk, gue bisa jalan sendiri."
__ADS_1
" Udahlah gak usah banyak omong Lo tu mabuk ayo." Jawab Zayn sambil menuntun Narendra yang sempoyongan .
" Gak usah. Dibilangin gak usah ya gak usah." Dorong Rendra yang membuat Zayn terjatuh, ingin sekali rasanya Zayn menonjok mulut Rendra tapi dia sadar, dia tau jika Narendra saat ini sedang mabuk, dibiarkannya saja Narendra masuk kedalam apartemennya sendirian.
" Ya udah sana masuk sendiri males gue ngurusin Lo, jadi orang susah banget diatur." Marah Zayn dan langsung meninggalkan Narendra.
...Narendra berjalan sambil sempoyongan sesampainya di lift dia tetap meracau tak karuan, ada satu laki-laki yang berada di lift dengan santainya sambil bermain handphone dia tetap cuek dan tidak menggubris tingkah Narendra....
...Setelah keluar dari lift dia hampir terjatuh kelantai akan tetapi masih ditahan oleh seseorang yang berada disebelahnya tadi, selesai keluar dari lift orang tersebut sudah tidak memperdulikannya lagi,...
"Hati-hati mas, mau saya antar?" Tanya orang tersebut.
" Tidak Terimakasih, saya masih bisa jalan sendiri." Jawab Narendra sambil menggeleng kepalanya yang sangat pusing dirasakannya.
...Narendra berjalan di lorong kamarnya menuju kamar No.309....
...Sesudah sampai tepat didepan kamarnya, dilihatnya ada seorang wanita yang membawa bucket mawar berwarna biru tepat berada didepan pintu kamarnya, kelihatannya wanita tersebut sudah menunggunya sejak dari tadi....
" Sepertinya saya pernah melihat orang ini" Batin Charissa.
"Permisi pak? Apa benar ini apartemennya pak Rendra?" Tanya Charissa sambil mengingat orang itu.
"Siapa kamu,?" Tanya Narendra yang setengah sadar, dalam penglihatannya cuman ada wajah Livia, yang ada dimatanya cuman ada Livia dan Livia.
"Ini pak saya hanya mau mengantar bucket pesanan dari." belum sampai dijawab Charissa.
"Livia ayo masuk?" Jawab Narendra Yang setengah sadar dengan senyum sumringah Narendra masih berharap jika Livia tidak jadi meninggalkannya.
" Saya bukan Livia, saya Charissa pak, saya hanya ingin mengantarkan bucket ini, untuk bapak." Ya Charissa mengingatnya.
" Dia kan orang yang berantem sama Miko dirumah sakit." Batin Charissa lagi.
" Livia. Kamu Livia. Kamu jangan bercanda lagi aku muak Vi, aku capek." Ujar Narendra dengan kesal. Narendra tetap mengira bahwasanya Charissa itu Livia.
" Saya bukan Livia pak."
" Hoekkkk." Dimuntahinya Charissa hingga mengenai tepat dibajunya.
Seketika Narendra tergeletak didepan pintu kamar apartemennya.
"Hmmm ampun apaan ini." Batin Charissa sambil merem, Charissa merasa jijik dengan apa yang mengenai dibajunya.
...Charissa yang tidak tega dan mengira jika pria tersebut pingsan dia membawanya masuk kedalam kamar apartemennya, Charissa menuntun Narendra masuk kedalam kamarnya, Apalagi saat ini dia sangat frustasi, karena harapannya, cintanya sudah dipatahkan oleh Livia yang membuatnya sangat kecewa, ditambah minuman haram sudah ditenggak begitu banyaknya membuatnya hilang akal pada malam ini,...
...Narendra menyeret Charissa dengan kasar diatas ka***, bucket yang dipegang Charissa terjatuh dilantai, dengan tu**h yang gemetar Charissa berlari menjauh menuju pintu, dirinya berharap segera bisa keluar dari kamar itu, dia sangat menyesal dengan tindakannya sendiri yang sudah mau membantu orang lain dan malah akan membuatnya hancur jika tidak bisa lari dari apartemen ini....
...Pintu kamar apartemen tersebut sudah dikunci oleh Narendra tidak akan ada satupun orang yang bisa membukanya, kecuali Livia karena hanya Narendra dan Livia yang tau kode pintu apartemennya, Narendra mendekati Charissa yang ingin membuka pintu tersebut dengan menangis....
" Pak tolong buka pintunya pak?" Mohon Charissa dengan menangis gemetar ketakutan.Narendra tidak menggubris permintaan Charissa.
"Tolongggggg." Charissa menjerit sekuat tenaga berharap ada seseorang diluar yang bisa menolongnya.
"Pak tolong jangan lakukan ini." Tangis Charissa yang tidak dipedulikan oleh Narendra.
...Charissa hanya bisa menangis histeris ketakutan tenaganya sudah tidak mampu, Charissa hanya bisa berpasr*** airmatanya menetes sembari tubuhnya yang ditindih oleh pria tersebut....
Hiks hiks hiks.
__ADS_1
...Charissa masih menangis dia mengingat masa kecilnya, mengingat orangtuanya, sudah tidak ada lagi yang dia banggakan dari dirinya untuk kedua orangtuanya, harapannya pupus semuanya sudah hancur, dihancurkan oleh seorang pria yang masih menikmati perbuatannya diatas tubuhnya, ini adalah malam yang begitu hancur untuk Charissa, didalam kamar apartemennya yang bertembok kokoh tersebut, dan tidak akan ada satupun orang yang mendengar jeritannya malam itu, atas perbuatan keji yang dilakukan oleh pria yang juga belum sama sekali dikenalnya....