
...Charissa mulai menemukan kenyamanan ...
...Jakarta begitu padat, hari-hari Rissa juga mulai dipadati oleh pekerjaannya, sambil menunggu wisudanya yang masih 4 bulan lagi Rissa tetap kerja seperti biasa, Rissa lama - lama sudah terbiasa dengan kehidupannya yang keras yang mandiri dan tanpa meminta uang sedikitpun kepada kedua orangtuanya dan sampai sekarang orangtua Rissa pun belum mengetahui bahwa Rissa pergi meninggalkan rumah....
...Mama Rani sekarang jarang menghubunginya paling-paling cuman menanyakan kabar itupun lewat chatting WhatsApp mama Rani juga gak pernah nelfon Rissa dan sudah tidak pernah menanyakan kabar Rissa lebih jauh....
...Rissa yang kini berjuang dengan hidupnya sendiri tak sedikitpun dia mengeluh dia selalu bersyukur karena dia selalu melihat orang-orang yang disekitarnya yang lebih miris kehidupannya, Rissa sering membantu orang-orang yang kelaparan yang membutuhkan uang bahkan Rissa lebih memilih kelaparan ketimbang melihat orang disekitarnya lapar....
...2 bulan sudah rissa meninggalkan rumah almarhum papanya, hari-hari Rissa yang sekarangpun semakin ceria karena sudah terbiasa beradaptasi dengan lingkungan dan tetangga kosnya, jika pulang kerja Rissa tak lupa bawa makanan untuk tetangganya yang kelaparan, Rissa sangat dikenal baik oleh tetangganya dikos-kosan karena Rissa sering bagi-bagi makanan, terkadang juga jadi penitipan anak, padahal baru 2bulan berda dikos-kosan mungkin karena kebaikannya jadi banyak tetangga yang mempercayainya....
" Mbak Rissa nitip chacha ya."Ujar Bu Yati tetangga kos rissa sebelah
" Nanti anak ibu saya culik Lo, gak takut apa buk?" Canda Rissa
" Halah paling-paling di ajak jalan-jalan?"
" Rissa ajak jalan-jalan ke luar negri boleh buk?"
" Eh ya jangan jauh-jauh mbk Rissa!" Jawab Bu Yati sambil jalan.
" Iya ibuk ?Cha Cha Cha sini main sama aunty Rissa ya "
" Aunty Ica aku lapar?" Ujar ChaCha.
" Yaa ampun ChaCha emangnya tadi belum dikasih makan mama?"
" Udah, aunty!"
" La teruss, kok masih lapar, heh perut kamu itu udah kayak balon jangan banyak-banyak makan nak nanti kalau balon diperut ChaCha meletus aunty cari balon perut dimana terusan?" Ujar Rissa
" Di bapak tiran aunty. Banyak balon disana." Jawab Chacha yang menggemaskan.
" Bisa aja nih anak jawabnya . Ya udah ayo kalau makan aunty suapin nih. Minta lauk apa? aunty cuman punya telor sama sosis mau nggak?" ChaCha mengangguk
" Ayo hakk. aunty Ica suapin nih."
" Nyem nyem nyem ." Kunyahan ChaCha terdengar seperti anak kelaparan.
" Enak?"
" Enak banget aunty besok kalau ChaCha lapar boleh gak minta makan aunty,!"
" Ya nggak bolehlah."
" Kenapa gak boleh aunty?"
" Gak boleh nanti ChaCha tambah gendut aunty gak mau kalau ChaCha gendut"
" Berarti ChaCha harus kurus dulu dong?" Tanya ChaCha.
" Ya iya dong, ayo tinggal satu hakkk emmm."
__ADS_1
" Ya sudah habis ini tidur ya tapi nunggu dulu 1 jam baru boleh tidur."
" Ok aunty siap. ChaCha main dulu nih."
dan sudah 1 jam lebih akhirnya ChaCha ketiduran sambil memegang mainannya
" Ini anak lucu banget sih menggemaskan." batin Rissa.
" Mbk Rissa?." Teriak mama Yati.
"Ssstttt ChaCha lagi tidur tuh."
" Oh iya maaf biar ku gendong saja mbk, tak pindahin kekamar. "
" Iya silahkan? ati - hati buk kepalanya kejedot tuh."
" Iya, mbk Rissa mau berangkat kerja?"
" Iya buk!"
" Maaf ya mbk tak repoti."
" Iya lain kali direpoti terus ya, sekalian bayar kalau ngrepoti?" Ujar Rissa sambil mengulurkan tangan meminta.
" Hahahaha mbk Rissa bisa aja!"
" Beneran aku buk gak bercanda. Gantinya penitipan anak lho. " Saut Rissa dengan wajah serius.
" Iya lah." Jawab rissa sambil membawakan mainan ChaCha.
" Ya udah tak ambilkan dulu uang dilaci saya mbk."
" Hahah ibuk bercanda Bu. Masak belum hafal Rissa sih."
" La mukanya mbk Rissa serius sih makanya saya percaya saja mb."kekeh Bu Yati.
" Heheheh emang udah dari sananya buk kalau mukaku itu seriusan kwkwkwkwk."
"Udah sana ditinggal masak dulu mumpung siembul lagi merem, Rissa berangkat kerja dulu. "Ujar Rissa dengan Salim Bu Yati .
" Iya mbk hati-hati ya mbak makasih Lo."
" Iya buk sama - sama."
" Mari buk." Sapa Rissa pada Bu Lia.
" Eh iya mbk Rissa hati - hati." Jawab Bu Lia istri pak Doyok situkang sate yang memberitahu kos-kosan untuk Rissa.
...* * *...
...Malam semakin dingin jam menunjukkan pukul 23:30 jalanan kota sudah mulai agak sepi,...
__ADS_1
...Narendra membereskan kertas yang berserakan dimejanya, setiap hari dia selalu nglembur karena bukan hanya mengurus satu perusahaan tapi beberapa perusahaan kalau bukan orang yang cerdas, mungkin saja perusahaannya tidak akan berjalan semua sampai sekarang....
...Rendra tidak akan meninggalkan kantor sebelum pekerjaannya selesai, meski pulang larut malampun tetap diselesaikannya, karena Narendra bukan orang yang tipe pemalas, dia tidak menyukai karyawan-karyawanya yang tidak tepat waktu sekali telat dia langsung dipecat, Narendra terkenal sering Gonta ganti sekertaris karena dia tidak menyukai seseorang yang tidak bisa diajak kerja tepat waktu....
...Dan untungnya ada Susan jadi dimanapun dan apapun kesulitan Narendra, Susanlah yang selalu membantunya, meski Susan bukan kerja di perusahaan Rendra, akan tetapi Susan lebih memilih bekerja di perusahaan pak Tama ayah Rendra, karena perusahaan pak Hutama terdapat sebagian saham dari almarhum orangtua Susan....
...Kalau perusahaan Narendra semuanya murni Rendra sendiri yang merintisnya, mulai dari nol hingga sekarang menjadi beberapa cabang terbesar se-Asia, dulu Rendra semasa SMP dia sudah diajari oleh papanya mangkanya hingga sampai sekarang dia sudah pandai dalam bidang bisnis, waktu dibangku kuliahpun Narendra sudah mengajak sahabat-sahabatnya untuk berwirausaha, ketiga sahabatnya pun sudah bisa dikatakan sukses dengan cepat karena mereka semua juga keturunan dari para pebisnis terbesar di Indonesia mereka semua sukses hingga sekarang, dan mungkin darah kental dari papa Tamalah yang membuat Narendra juga ahli dalam bidang wirausaha sehingga bisa tercapai semuanya ....
"Udah selesai? " Tanya Susan.
" Udah mari aku antar?"
"Iya." Jawab Susan sambil membantu membereskan meja Rendra.
" Cari makan dulu." Tanya Rendra.
" Emmm boleh" Jawab Susan sambil menganggukkan kepala.
" Kamu mau makan apa?" Tanya Rendra
"Terserah ikut kamu aja."Ujar Susan.
" Ini udah jam 11 masih ada restoran yang buka gak.?"Tanya Susan.
" Aku gak tau kalau jam segini, biasanya aku makan diwarung- warung pedagang kaki lima sih, kalau kamu mau ayo kita cari disana."
" Ah gak usah, lebih baik aku makan dirumah aja gapapa." Jawab Susan yang memang tidak pernah makan makanan dipinggir jalan karena Susan berfikir makanan dipinggir jalan banyak yang tidak higienis.
" Oh baiklah kita langsung pulang saja kalau begitu." Jawab Rendra, Susan mengangguk.
TInn tinnn tin bunyi klakson Narendra berbunyi pertanda kepada sang satpam untuk dibukakan gerbang rumah Susan.
" Terimakasih udah diantar." Ujar Susan yang hatinya sangat bergembira, karena Susan mengira Rendra sedikit demi sedikit bisa membukakan hati untuknya.
" Sama-sama jangan lupa mandi langsung tidur istirahat." Jawab Rendra
"Siap boss." Saut Susan.
...Rendra dari dulu tidak pernah mencintai Susan, Narendra juga sudah menganggap Susan seperti adik sendiri, karena perhatian dari Narendra yang sering diberikan untuk susan, akhirnya seiring berjalannya waktu Susan mulai jatuh cinta kepada Narendra hingga sekarang, tapi Susan juga tidak berani mengatakan semua itu karena Susan takut dan tahu bahwasanya Narendra masih mencintai kekasihnya Livia yang berada diluar negri....
...Livia adalah gadis yang sangat dicintai Rendra, Livia cinta pertama Narendra hingga sampai saat ini, mereka berpacaran waktu masih dibangku SMA hingga sampai lulus SMA mereka akhirnya berhubungan jarak jauh, karena Livia memutuskan untuk kuliah dan berkarir sebagai model di Australia, sedangkan Narendra dia lebih fokus ingin menjadi wirausaha di Indonesia,dia ingin merintis usaha dinegaranya sendiri dan nyatanya Sekarang usaha yang dikelola bisa mencapai tahap dikelas dunia....
...Setahun sekali Livia pulang ke Indonesia kepulangan Livia juga hanya untuk menemui Narendra akan tetapi sudah 2tahun lebih Livia sudah tidak pulang berkunjung ke Indonesia, Narendra pun sangat merindukannya, meski mereka berhubungan jarak jauh, komunikasi mereka tetap berjalan dengan baik karena mereka berdua memang sudah menanamkan kepercayaan satu sama lain....
...Hubungan mereka berdua juga sudah diketahui oleh kedua orang tua mereka, akan tetapi orangtua Livia masih menginginkan menantu yang lebih sukses dari keluarga Hutama, oleh karena itu Narendra berusaha ingin menjadi seseorang yang diidamkan oleh keluarga Livia, berita itupun sudah diketahui oleh pak Hutama dan pak Hutama tidak menyukai semua itu, karena tujuan mereka hanya berambisi untuk mendapatkan harta dan jabatan, pak Hutama berisi keras menggagalkan hubungan mereka dengan cara menjodohkan Rendra dengan Susan, alasan lain karena pak Hutama juga berhutang Budi serta sudah berjanji kepada almarhum kedua orang tua Susan sahabat pak Hutama tersebut....
Tinnnn.
" Mari pak." Sapa Rendra.
" Iya, pak ." Pak satpam menganggukkan kepala.
__ADS_1