Sincere Heart

Sincere Heart
chapter 06 pertemuan pertama dengan Tante Dewi


__ADS_3

...Lulus sidang...


" Mbak Charissa biru Cahari?" Tanya dosen penguji.


"Iya bu." Charissa menjawab dengan menundukkan kepala, hatinya sedang tak karuan sangat gugup dan jantungnya berdebar-debar meski ini sudah biasa baginya karena dia juga sering mengikuti olimpiade karya-karya ilmiah tapi Rissa tetap takut dia takut jika dia tidak bisa menyandang predikat mahasiswa terbaik dikampusnya, hanya itu keinginannya yakni untuk membuat bangga mama dan papa tirinya, karena ini adalah hasil akhir dari pendidikan sarjananya.


" Mbak Charissa penelitian yang anda teliti yakni di perusahaan PT CAHARI PUTRA yang dimana perusahaan ini bergerak dibidang teknologi kelas dunia."


" Dan saya akan menanyakan apa sih visi misi Anda jika perusahaan ini semakin berkembang dengan pesat, yang saya tanyakan bukan visi misi perusahaan tapi visi misi Anda digaris bawahi visi misi Anda?"


" Tolong dijawab dengan singkat padat dan jelas?"


" Baik saya akan mencoba menjawab pertanyaan dari ibu."


" Visi saya jika saya dipekerjakan oleh perusahaan tersebut yakni menjadikan perusahaan teknologi kelas dunia yang terpercaya nomer satu di masyarakat dunia sedangkan misi saya salah satunya kami akan memberikan produk dan layanan terbaik yang terkini secara berkelanjutan dengan menjamin keselamatan dan purna jual yang responsif.


terimakasih." Charissa menjawab dengan jelas dan lantang.


" Baik terimakasih saya sangat puas dengan Jawaban anda."


" Selamat anda dinyatakan lulus dari universitas dan anda bisa mengikuti wisuda tahun ini."


" Anda adalah salah satu mahasiswi terbaik kami karena anda menyelesaikan skripsi yang pertama diantara angkatan anda yang lain.


"Terimakasih banyak Bu pak." Charissa bersalaman sembari menangis haru dipeluk para dosen penguji tersebut.


Ceklekkk.


"Gimana sa?" Tanya putri, dan biru hanya bisa menjawab dengan tangisan harunya.


" Gimana rissa sukses.?"


" Kenapa nangis.?"tanya Miko


" Miko, Putri, aku lulus." Jawab rissa sambil mengusap air matanya.


" Alhamdulillah. "Ujar putri sembari memeluk Charissa.


" Terus gimana kata dosen?"


" Kamu udah puas dengan nilaimu?"Tanya Miko.


" Puas banget ko?" Rissa menangis lagi.


" Aku dapat predikat mahasiswi terbaik ko."


" Akhirnya aku bisa banggain mama papaku Miko." Ucap Charissa.


Miko dan putri ikut menangis haru karena kedua sahabatnya juga mengetahui cerita kehidupan Charissa yang sebenarnya, mereka ikut bahagia, sembari memeluk rissa.


" Makan-makan yuk lapar nih." Ujar putri


"Ayo, kan ada yang lulus sidang nih, pasti kita dapat traktiran dong put." Ucap Miko.


" Iya deh iya." Saut putri.


" Ah tapi gak pantaslah aku kan bosnya dia put, masa bos minta traktir karyawannya sih?" ujar Miko dengan kesal.


" Halah gapapa berapa sih budget nlaktir kalian asal jangan sampai puluhan juta ajaa?" jawab rissa dengan cengengesan


" Aku pengen makan dimall nih sa sambil jalan-jalan yuk."


"Karena ini hari bahagiaku aku pasti akan nuruti kalian. "

__ADS_1


"Yes jawab Miko dan putri."


" Let's go." Ucap bertiga serentak.


...* * *...


"Ayo sa?" Ajak putri


" Kalian masuk dulu ya aku mau ketoilet."


" Bocil pesan apa kamu cil?"


" Sama dengan putri aja ko!"


" Siap." Jawab Miko.


...Keluar dari toilet Charissa melihat preman yang sedang berlari membawa tas untuk dikasihkan keteman yang satunya dan kelihatannya preman tersebut cuman berdua, karena dikejar banyak pengunjung dimall, akhirnya preman tersebut gugup dan diserahkannya tas tersebut keteman yang satunya, teman Yang satunyapun berlari ketakutan karena dikejar banyak orang di area mall....


...Charissa melihatnya dengan tercengang...


...Rissa melihat tas itu diserahkan pada ibu- ibu yang sedang telepon, preman itu berlari sembari menyerahkan tas tersebut kepada ibu-ibu dan malah merampas handphone dan membawa lari tas ibu-ibu yang sedang telepon tadi,...


...dan orang- orang yang mengejar preman tadi malah menuduh ibu-ibu yang sedang telepon....


...Mereka mengira dalang dibalik semua ini adalah ibu-ibu yang sedang telponan. Dia didesak untuk mengaku dan ibu tersebut berisi kokoh tidak mau mengaku. Karena benar dia bukanlah pencuri dan apesnya lagi handphone beserta tasnya malah yang dicopet, benar saja dia tidak mau mengaku karena memang benar dia bukanlah pencuri dan dia adalah istri kolongmerat mana mungkin dia sekongkol sama sipreman tersebut, yang ada kalau ibu ini mengaku semua ini akan menjadi berita yang memalukan bagi keluarganya....


" Ini juga pasti malingnya pak." Teriak ibu yang mengendong anaknya.


"Ibu pasti sekongkol dengan preman-preman tadi kan?" Tanya sang satpam.


" Tidak pak saya tadi telepon dan dikasih tas ini jadi saya gak tahu apa -apa pak?"


" Halah Maling Sekarang mana ada yang ngaku." Teriak pengunjung yang lain.


"Iya, betul, iya, bener, iya." Jawab orang-orang yang mengejar copet tadi.


" Enggak pak saya gak maling malah tas dan handphone saya yang dicopet pak." Tangis ibu yang dituduh.


" Halah pak paling-paling cuman drama bawa aja kekantor polisi pak."


" Baik -baik ibu ayo ikut saya dulu."


" Gak mau pak saya bukan maling pak."


" Jangan bawa ibu itu pak." Teriak Charissa


"Siapa kamu."


"Saya saksi yang melihat bahwasannya benar ibu ini tadi sedang telepon dan copet tadi memberikan tasnya, kepada ibuk ini."


" Halah ini paling-paling anaknya." Teriak ibu - ibu yang ikut dalam keramaian


" Bukan."


"Saya bukan anaknya."


"Saya juga pengunjung disini," jawab Rissa dengan berani.


" Tas ibu yang dicopet ini kan?"ibu yang dicopet mengangguk mengiyakan.


"Coba dilihat dan dicek dulu apakah ada yang hilang bu, kalau memang ada yang hilang saya siap menggantikannya buk." Tas tersebut diserahkan pada ibu yang kecopetan dan langsung dicek olehnya.


"Masih utuh pak. " Jawab ibu yang kecopetan.

__ADS_1


" Huuuuuu. " Teriak pengunjung yang ikut keramaian.


" Dan ibu lain kali jangan asal menuduh, ini saya ganti yang 1 juta siapa tahu tas ibuk ada yang rusak."


" Udah bubar-bubar."Ujar sang satpam.


" Pak satpam tunggu, ini juga bentuk keteledoran bapak ya, jadi saya akan melaporkan pada manager mall ini."


" Bapak juga tidak bisa menuduh seseorang yang tanpa bukti karena itu juga bentuk pencemaran nama baik, seharusnya bapak sebelum menuduh ibuk ini bapak cek dulu cctv-nya."


" Iya mbak maaf saya yang salah."


" Jangan laporkan saya mbk."


" Lain kali jangan diulangi pak."


" Bapak gak perlu minta maaf sama saya."


" Bapak seharusnya minta maaf sama ibuk ini."


" Buk maafin saya ya."


...Ibu yang telepon tadi mengangguk, tangan dan tubuhnya masih gemetar untung disampingnya ada Charissa dia masih bisa berpegangan tangan Rissa, Sembari menenangkan dirinya sendiri,...


...pada akhirnya siibuk ini tetap tumbang karena dirinya tidak menyangka akan mengalami kejadian seperti ini seumur hidupnya, dia ketakutan tubuhnya gemetaran dan membuatnya pingsan....


" Buk bangun buk, bangun?"


" Pak tolong pak."


" Iya mbk biar saya bopong?"


" Bawa saja kebawah ya pak saya akan membawanya kerumah sakit."


" Iya mbak dibawah juga banyak taksi kok."


Jawab pak satpam sambil membopongnya.


ibu itu dibawanya kedalam mobil dan menuju rumah sakit.


" Terimakasih pak."


" Sama-sama mbk."


" Aduhhh, mana gak diangkat lagi si Miko."


" Tuttt, tuttt, tuttt." Rissa berusaha menelpon teman - temanya yang masih dimall tadi, akhirnya Putri menjawab teleponnya.


" Halo put."


" Iya sa ada apa? kamu lama banget sih gak balik-balik."


" Put tolongin aku put kamu sama Miko nyusul aku kerumah sakit permata ya."


" Aku tunggu disana."


" Ada apa sa?" Khawatir si Putri


" Ceritanya panjang put yang penting kamu kesini aja jemput aku, nanti aku ceritain."


" Ok ok sa tapi kamu gapapa kan?"


" Gapapa kok Put aku baik-baik aja." cepetan kesini ya put."

__ADS_1


" Siap Rissa ini aku Meluncur sama Miko."


__ADS_2