Sincere Heart

Sincere Heart
Chapter 27 Kebaikan Charissa


__ADS_3

...****************...


"Bik Mirna, ini Rissa ada uang gak seberapa, tapi mudah-mudahan bisa bantu keluarga bik Mirna."


" Terimakasih banyak Non nanti saya transferkan pada adik saya ." Jawab bik Mirna sambil mata berkaca-kaca.


" Sama-sama bik, Kalau bibik mau pulang kampung gapapa bik, siapa tahu nanti kalau pulang ibu bik Mirna sembuh."


" Tapi kasihan non, nanti susanti jadi sibuk mengerjakan pekerjaan rumah sendiri non."


...Susanti adalah keponakan bik Mirna, Susanti anak yang disabilitas, fisiknya sempurna namun bicaranya kurang jelas, akan tetapi Susanti adalah anak yang begitu pekerja keras dia anak yang super bersih, sudah 3tahun Susanti ikut bik Mirna menjadi bagian dari asisten rumah tangga di rumah Hutama, Susanti anak yang sangat baik dan jujur,...


...itu sebabnya Bu Dewi mau menerimanya sebagai asisten rumah tangganya sisi lain keluarga pak Hutama sebenarnya merasa kasihan pada Susanti tapi dilihat dari semangat Susanti membuat Bu Dewi senang melihatnya, sebenernya masih banyak yang ingin menjadi asisten rumah tangga dirumah pak Hutama, namun pak Hutama adalah orang yang sulit untuk mempercayai seseorang, jadi ibu Dewi sangat berhati-hati dalam memilih Asisten rumah tangganya, dirumah pak Hutama sebenarnya banyak pembantu tapi masing-masing mereka sudah ada bidangnya sendiri dan hanya bik Mirna yang lebih dekat bersama keluarga, dan sekarang ketambahan Susanti keponakan bik Mirna, jadi merekalah yang sangat dipercaya oleh keluarga Hutama....


" Gapapa kok bik kan masih ada banyak anak-anak yang lain."


"Bik kasihan ibuk bik Mirna, sudah berapa tahun bibik gak pulang, orangtua bibik juga merindukan, nanti Rissa yang bilangin ke mama bik, biar besok diantar pak Karyo sampai rumah ya.?"


"Makasih ya non, bibik nitip Susanti juga non."


"Siap bik."Ujar Charissa sambil memeluk bik Mirna yang masih menangis.


...Dari bilik pintu Narendra menguping pembicaraan mereka, Narendra berniat mencari pak Karyo dikamar asisten rumah tangganya Tersebut, namun tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka diluar kamar bik Mirna, semua Asisten rumah tangganya memang sudah disediakan kamar pribadi sendiri-sendiri dan jadi satu dibelakang rumah....


" Dia memang begitu baik pada semua orang, tapi entah kenapa perasaan ini masih sulit untuk mempercayainya, bahkan semua asisten rumah tangganya pun sangat menyayangi Charissa padahal baru 2bulan berada dirumah ini." Ucap Narendra dalam hati.


...****************...


Pukul 19:34


" Pak, buk saya mohon pamit dulu ya?" Ucap bik Mirna kepada pak Hutama dan Bu Dewi.


...Mereka sedang duduk santai diruang tengah sambil menonton TV bersama, Charissa masih dikamar entah apa yang sedang dikerjakannya....


" Iya bik, hati-hati dijalan ya bik?"


"Iya buk, terimakasih." Ucap bik Mirna sambil bersalaman.


" Pak Karyo udah siap bik?" Tanya pak Hutama.


" Sudah pak, sudah ada diluar, barang bawaan saya juga sudah dimasukkan kemobil."


"Oh ya udah bik, hati-hati ya bik?"

__ADS_1


" Iya pak Terimakasih. Saya permisi dulu."


Jawab bik Mirna dan beranjak keluar.


"Bik." Panggil Narendra yang baru saja datang.


"Oh iya den, bibik pamit dulu ya den."


" Ini bik, untuk biaya pengobatan ibu bik Mirna, ini tadi cuman bisa tarik tunai 50juta jadi maaf ya bik tidak bisa ngasih banyak."


" Ya Allah den gak usah den, bibik gak berani menerima den, bibik gak bisa membayarnya kembali den." Jawab bik Mirna sambil menangis.


" Bik ini uang gak usah dikembalikan, ini untuk bibik untuk keluarga bibik terutama untuk biaya pengobatan ibu bik Mirna."


"Den beneran ini den?"


" Iya bik."


" Udah bik, diterima aja itu bentuk rasa terimakasihnya Narendra juga, selama ini udah mau ngerawat Narendra itupun gak seberapa bik." Sahut pak Hutama.


"Ya Allah den terimakasih banyak ya den." Tangis bibik yang ingin berjongkok dibawah mohon terimakasihnya, langsung ditahan oleh Narendra.


" Iya bik, Hati-hati dijalan ya.?" Jawab Narendra sembari melihat kepergian bik Mirna keluar, dia juga segera masuk ke kamarnya entah kenapa Narendra akhir-akhir ini juga jarang nglembur dalam hatinya ingin selalu cepat-cepat pulang.


" Pa seorang istri itu bisa merubah karakter suaminya, seandainya yang menjadi istrinya Narendra itu si Livia mana mungkin anak kita kembali seperti itu.?"


"Iya juga sih ma, selama ini yang aku lihat dari Charissa, dia begitu baik pada semua asisten rumah tangga kita, bahkan mereka kelihatannya juga sudah mulai nyaman dan menyayangi Charissa."


" Apa mama bilang pa, Mama itu gak akan salah, kalau pilih menantu pa."


"Iya deh ma, papa percaya." Jawab pak Hutama sambil mentoel dagu istrinya.


CEKLEK


"Baru pulang?"Tanya Charissa sambil memegang laptopnya diatas kasur.


"Udah dari tadi."


" Bibik udah berangkat?" Tanya Charissa lagi, yang masih sibuk dengan laptopnya.


" Memangnya tadi gak pamit kamu?"


" Sudah pamit kok dari tadi, habis itu aku tinggal ngerjakan Skripsinya Miko." Narendra yang mendengar kata Miko seketika langsung kesal.

__ADS_1


"Kenapa kamu yang kerjakan? Kalau tidak mampu otaknya kenapa gak langsung beli skripsi yang sudah jadi?" Kesal Narendra sambil tidur terlentang dikasurnya.


" Aku sendiri kok yang berinisiatif untuk membantunya, gak masalah aku tidak merasa keberatan."


" Ckk aku lapar, nanti kalau habis mandi aku ingin makan telor goreng dikecapin."


"Hufffftt." Jawab Charissa dengan kekesalannya.


...Charissa sudah tidak bisa menjawab apa-apa karena bik Mirna baru saja pulang kampung jadi pekerjaan dapur Charissa yang mengerjakan sendiri, Susanti juga bisa memasak tapi Narendra tidak mau masakan Susanti, bukan berarti Narendra ilfel atau benci Susanti, tapi pada dasarnya Narendra adalah orang yang pilih-pilih soal makanan bahkan jika dimasakin Bu Dewi Narendra juga tidak berselera, dia hanya mau makan jika dimasakin oleh bik Mirna dan Omanya, Dan sekarang dia sudah menemukan Chef barunya yaitu istrinya sendiri, awalnya Narendra gengsi itu mengakui jika masakan Charissa itu enak, lama kelamaan dia sudah terlanjur menyukai masakannya dan akhirnya sekarang menjadi ketagihan....


Selesai mandi Narendra pergi kedapur dia ingin melihat istrinya apakah sudah selesai memasaknya, Narendra berjalan dari belakang semakin mendekat dibelakang Charissa dia melihat punggung Charissa yang terlihat agak melebar dan badannya sedikit berisi Narendra mengambil air putih dikulkas untuk diminumnya.


" Sudah matang?" Tanya Narendra sambil duduk ditempat makan.


" Udah ini."Jawab Charissa dengan manyun,


sambil menyodorkan piring yang berisi telor dikecapin.


"Tunggu dong ?" Ucap Narendra yang menahan tangan Charissa yang beranjak pergi.


" Sudah apa lagi sih?" Jawab Charissa dengan nada kekesalannya.


" Sini temani aku makan."


" Bukanya tadi kamu udah liat, kalu aku sedang sibuk ngerjakan Skripsinya Miko."


" Lebih penting mendahulukan seorang suami, daripada orang lain, dosa Lo kamu." Ujar Narendra yang semakin bikin kesal.


" Miko itu sahabatku, dia bukan orang lain."


Jawab Charissa dengan menuruti Narendra dia duduk di samping Narendra.


"Nah gitu, jadi istri yang baik itu harus penurut, Nih makan." Ujar Narendra sambil menyuapi Charissa namun ditolak oleh Charissa.


"Gak mau udah kenyang."


"Satu sendok saja." Dan akhirnya Charissa mau juga disuapi Narendra dengan telaten menyuapi Charissa, dia begitu senang bisa berdekatan dengan Charissa, dilihatnya wajah Charissa yang begitu imut.


Dalam hatinya berkata.


" Ini anak udah lulus kuliah, udah mau jadi ibu, wajahnya masih saja sangat menggemaskan babyface"


Rasa lapar Narendra seketika hilang, begitupun badanya yang biasanya sangat capek jika pulang kerja, semenjak ada istrinya rasa lelah itu hilang dengan sendirinya mungkin karena tergantikan oleh kehadiran Charissa yang selalu membawa kedamaian dirumahnya.

__ADS_1


__ADS_2